DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Shang Gu



Seluruh Dunia Pendekar digemparkan dengan kemunculan Pedang Goujian yang diadang-adang sebagai Raja dari segala pedang. Banyak orang-orang yang berasal dari sekte aliran putih ataupun sekte aliran hitam berbondong-bondong untuk memperebutkan pedang tersebut. Bahkan para pengelana yang tidak termasuk kedalam kelompok juga ikut untuk memperebutkan Pedang Goujian.


Pedang Goujian muncul 300 tahun sekali, pedang tersebut adalah pedang milik leluhur Daratan Timur. Keberadaan pedang tersebut diketahui oleh masyarakat sejak kehancuran Kerajaan Shangri-La, pedang tersebut juga menjadi salah satu alasan Kerajaan Shangri-La hancur selain karena kehadiran seorang Summonster.


Tetapi sampai saat ini, keberadaan Pedang Goujian adalah sebuah teka-teki yang harus dituntaskan. Tidak ada orang yang tahu dimana letak tempatnya Pedang Goujian tersebut akan muncul, bahkan keberadaannya bagai bayangan yang entah nyata ataupun palsu.


Daratan Timur, daratan yang terbentang dengan tanah terselimuti salju kini berubah seketika menjadi daratan darah. Ratusan mayat bahkan bisa mencapai ribuan mayat jika terus ditelusuri dalam Daratan Timur ini, tidak ada lagi keindahan yang alami dari sebelumnya. Semua orang yang menuju kearah Daratan Timur menganggap jika mereka bertemu dengan orang yang sama dengannya, maka mereka akan bertarung sampai salah satu dari mereka terbunuh. Dengan mudahnya seseorang kehilangan nyawa jika ia berada di Daratan Timur, bahkan walaupun dari mereka dari sekte yang sama-sama aliran putih, mereka tetap akan mengangkat pedang.


Dari kejauhan terlihat seseorang dengan hanfunya yang berwarna biru muda yang dihiasi sulaman dari benang emas, berjalan dengan angkuhnya dibawah es yang telah bercampur dengan darah. Matanya tak sedikitpun menyiratkan rasa iba tatkala pandangannya menangkap pandangan yang tidak lazim. Dibelakangnya terdapat pasukan yang sangat besar, bahkan jumlahnya bisa mencapai ribuan. Benar saja ia akan memperebutkan benda yang diincar oleh semua orang, jadi dia harus menyiapkan pasukan yang sangat besar supaya ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Telusuri semua daratan ini, cari dimana tempat yang memunculkan ciri-ciri keluarnya Pedang Goujian" serunya seraya melambai-lambaikan tangannya.


Dengan serempak seluruh pasukan yang berada dibelakangnya meneriakan 'Baik Tuan Muda' segera bergerak dan saling membagi kelompok.


Pria berhanfu biru tersebut melipat kedua tangannya dibelakang tubuhnya.


"Setelah kusingkirkan kakek tua tidak berguna itu, kini tidak akan ada yang bisa menghalangiku lagi untuk mendapatkan Pedang yang selama ini aku inginkan" ucapnya.


***


Disisi lain, didaerah pegunungan dengan bukit-bukit yang mengelilinginya. Terlihat dari langit arah barat, seekor naga yang terbang dengan kecepatan tinggi seakan ia ingin mengejar sesuatu. Daerah yang naga tersebut lewati kosong, hanya ada pepohonan yang menghiasi daerah tersebut.


Naga tersebut terus saja terbang menuju kearah sebuah bukit yang berada di bawah kaki gunung tersebut, tanpa menunggu lama tubuh naga tersebut didaratkan di daerah bukit yang ia tuju dari awal. Disalah satu bukit, terdapat hamparan tanah yang ditumbuhi pepohonan yang dijadikan sebagai tempat mendaratnya naga tersebut. Dari atas tubuhnya turun dua orang dengan salah satu dari mereka menggendong seorang anak.


Kosong, suasana diatas bukit tersebut hanya ada pepohonan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan seseorang.


Xu Lian menyipitkan matanya, tempat ini memang kosong tetapi ia bisa merasakan aura keberadaan orang lain ditempat tersebut.


"Kau bisa merasakan keberadaan aura lain selain kita?" tanya Xu Lian.


"Aku tidak merasakan apa-apa", Zhang Xiuhuan menggelengkan kepalanya. "Mungkin tempat ini telah lama ditinggalkan, jadi lebih baik kita harus pergi" seru Zhang Xiuhuan.


Xu Lian masih diam tanpa membalas ucapan Zhang Xiuhuan, ia tidak salah lagi ditempat ini memang ada orang lain. Memang orang ini memiliki kultivasi tingkat tinggi sehingga ia menutupi auranya tetapi ia tidak bisa menutupi auranya pada Xu Lian.


"Tri ayo, sebaiknya kita cari Alkemis ketempat yang lain!" seru Zhang Xiuhuan. Ia merasa geram ketika Xu Lian tidak menyautinya.


"KELUAR SEKARANG JIKA KAU TIDAK INGIN AKU HANCURKAN TEMPAT INI!!!"


Zhang Xiuhuan terlonjak kaget ketika Xu Lian berteriak dengan keras, ia mengerutkan keningnya bingung istrinya sedang berbicara kepada siapa?.


Angin tiba-tiba menghempas pada tubuh Xu Lian dan Zhang Xiuhuan hingga hanfu mereka ikut berterbangan. Xu Lian menatap tajam kearah depan, sedangkan Zhang Xiuhuan mengelilingi pandangannya dengan bingung.


"HAHAHAHAHHH!!!" Diantara pepohonan yang ikut bergoyang tatkala angin menerpa mereka, terdengar suara tawa yang menggelegar diatas bukit.


"Anak muda rupanya kau bisa merasakan kehadiranku!" serunya kembali.


Dari balik pepohonan yang rindang keluar sesosok kakek tua dengan rambut dan jenggot yang telah memutih seluruhnya. Ia menggunakan pakaian berwarna putih polos dan diatas kepalanya diikat dengan selempar kain berwarna putih. Matanya menatap kearah Xu Lian dengan kagum dan berpindah menatap Zhang Xiuhuan, keningnya ia kerutkan ketika memperhatikan Zhang Xiuhuan. Rautnya berubah kembali tatkala pandangannya menangkap sesosok naga. "Rupanya aku kedatangan tamu yang sangat istimewa" ia tersenyum tipis.


"Hahah anak muda kau sungguh menarik" ia tertawa lepas tatkala melihat sikap Xu Lian. "Ikuti aku!" serunya setelah menghentikan tertawanya.


Xu Lian dan Zhang Xiuhuan mengikuti langkah kakek tersebut tanpa banyak bicara.


"Kalian berasal dari mana?" tanya kakek tua tersebut.


"Kami berasal dari Kerajaan Wei. Namaku Zhang Xiuhuan dan ini istriku Xu Lian. Kami kesini ingin meminta bantuan tetua untuk mengobati putra kami yang terluka" ucap Zhang Xiuhuan.


"Hmmm baiklah aku mengerti. Namaku Shang Gu kalian bisa memanggilku Tetua Gu" sautnya.


Mereka semua terus berjalan hingga diantara pepohonan terlihat sebuah gua yang diyakini adalah rumah dari Tetua Gu tersebut. Mereka memasuki gua yang memiliki ukuran 1×2 meter, didalam gua tertata rapi botol-botol yang berisi cairan maupun pil yang sepertinya adalah obat-obatan milik Shang Gu.


Zhang Xiuhuan membaringkan tubuh Zhang Bing diatas sebuah batu yang dilapisi jerami-jerami, setelah itu Tetua Gu duduk ditepi batu tetsebut dan mulai memeriksa keadaan Zhang Bing. Tangannya menyentuh pergelangan tangan Zhang Bing dan berganti pada jantung Zhang Bing dengan mendekatkan wajahnya pada tubuh Zhang Bing.


"Jantungnya..." ucapnya tergantung.


"Jantungnya kenapa?" seru Xu Lian khawaktir.


"Berdetak" ucap Tetua Gu datar. Tetua Gu tertawa lepas ketika ia berhasil mengerjai Xu Lian tetapi tertawanya berhenti tatkala satu pukulan mendarat diwajahnya.


"DASAR KAKEK TUA GILA, AKAN KUBUNUH KAU"


Disisi lain Zhang Xiuhuan kebingungan, apa yang harus ia lakukan. Kenapa setiap orang yang berada didekatku semuanya tidak waras? pikirnya.


"Kau yang lebih tidak waras dari mereka!" saut Pete.


Tetua Gu mengelus pipinya yang terkena tinjuan Xu Lian, baru kali ini ada yang berani memukulnya.


"Anak muda kau liar sekali", gerutunya. "Putramu memiliki luka dalam pada bagian tulang belakangnya karena benturan yang sangat keras, tetapi seluruhnya baik-baik saja. Tapii..."


"Tapi apa? jangan bergurau lagi kau ingin aku hajar lagi?"


Zhang Xiuhuan menepuk jidatnya melihat sikap istrinya yang sangat tidak memiliki sopan santun.


"Tapi karena dentian putramu yang unik kita memperlukan bahan pengobatan yang cukup langka" gumamnya sambil berpikir.


"Teratai Darah Salju"


***


***Saya jarang uptade yaa? IYA!. Maaf yaa karena kurikulum sudah mulai saya sangat sibuk dengan praktek jurusan.


Yang kepo dengan saya, bisa lewat Ig @irnavkhan***