
Dikediaman keluarga Long Hua, mereka juga tidak dijadikan sebagai pengecualian dalam serangan yang terjadi dirumahnya. Bahkan serangan dikediaman Long Hua dilakukan sendiri oleh Long Shin dan beberapa orang bepakaian hitam, sepertinya mereka adalah pembunuh bayaran yang disewa oleh Long Shin.
Long Hua memang memiliki kultivasi yang setara dengan Long Shin bahkan bisa melebihinya, tetapi ia khawatir dengan keadaan istrinya dan kedua putrinya. Walaupun putri pertamanya pernah belajar kultivasi, tetapi ia tidak yakin jika mereka akan tetap bertahan karena lawan mereka adalah pembunuh bayaran yang sudah pasti memiliki pengalaman dalam hal pertarungan.
Long Shin kembali melepaskan satu serangan dengan pedang miliknya kearah Long Hua, sebelum pedang milik Long Shin mengenai tubuh Long Hua, Long Hua terlebih dahulu menangkis pedang yang datang untuk menyerangnya menggunakan pedang miliknya.
"Kenapa kau melakukan ini saudaraku?" tanya Long Hua disela pertempurannya dengan Long Shin.
"Saudara? kau bilang aku saudaramu? tetapi mengapa aku tidak pernah merasakan sebagai saudaramu?", Long Shin tidak memperdulikan ketika tidak ada perlawanan dari Long Hua, ia terus mengeluarkan puluhan jurusnya untuk menumbangkan saudaranya itu.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu?", Long Hua menggertakkan giginya ketika pandangannya melihat putri pertamanya sangat terdesak melawan para pembunuh bayaran Long Shin.
"Kau tidak tahu rasanya kehilangan seorang putri apalagi kepergiannya karena pangeran sialan itu dan putrimu" Long Shin sedikit menjauhkan tubuhnya dari Long Hua, matanya menatap tajam kearah Long Hua seakan ia mengeluarkan semua kebencian terhadap kakaknya tersebut. Disini kita tidak tahu siapa yang salah, karena semua orang merasakan rasa sakit yang mendalam.
"Dan kau!", Long Shin menunjuk Long Hua dengan tangannya, "Kau bahkan selalu merebut impianku. Impianku untuk menjadi seorang walikota bahkan untuk memiliki kerabat dari kerajaan" serunya.
Long Hua hanya terdiam mendengarkan penuturan adik kandungnya tersebut, iapun sedikit merasa bersalah dengan semua yang terjadi tapi apa daya semuanya sudah menjadi masa lalu, tidak ada yang bisa dikembalikan dari masa lalu.
"Maafkan aku saudaraku. Kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik", seru Long Hua.
"Menurutmu jika aku berbicara denganmu tentang permasalahannya kau akan mendengarkanku!" ia menghela nafas berat, "Bahkan itu tidak akan membuat Yu'er kembali", serunya seraya menyebut panggilan putrinya yang bernama Long Yue.
"Apa kau pikir dengan cara membunuh semua orang, Yu'er akan kembali hidup?" tanya Long Hua geram.
"Aku tahu itu tidak mungkin, tetapi setidaknya Yu'er memiliki teman disana!" Long Shin melebarkan senyumannya.
"KALIAN SEMUA CEPAT HABISI WANITA ITU" teriaknya kepada para pembunuh.
Long Hua terdiam mematung, ia tidak ingin terjadi apa-apa kepada putrinya, ia melangkah menuju kearah putrinya tetapi dengan cepar Long Shin menghalangi langkahnya dan melepaskan beberapa jurus kepada Long Hua.
Disisi lain, Long Jiao sangat kewalahan menghadapi para pembunuh, ia sangat berusaha untuk melindungi ibu dan adiknya. Tak masalah ia harus kehilangan nyawanya, tetapi setidaknya nyawa ibunya dan adiknya bisa selamat. Setelah mendengar teriakan dari pamannya yang memerintahkan para pembunuh bayaran itu mempercepat kematiannya, Long Jiao mempererat genggamannya tangannya pada pedang miliknya. "Sampai disini sajakah" pikir Long Jiao.
Para pembunuh tersebut mulai bergerak menyerang Long Jiao secara bersamaan. Pedang-pedang yang mengarah pada tubuh Long Jiao seketika terhempas kebelakang tatkala sebuah energi yang besar menangkisnya. Semua pasang mata menatap kearah Xu Lian dan Zhang Bing dibelakangnya yang datang dengan tiba-tiba.
Xu Lian menghela nafas pelan, untung saja ia datang cepat waktu kalau tidak pasti putri Long Hua itu sudah kehilangan nyawanya. Apalagi sekarang ia kehilangan tenaga dalamnya cukup banyak karena dilantai bawah ia harus menghadapi ratusan orang berpakaian hitam yang sepertinya sama para pembunuh bayaran.
Tanpa menunggu lama, Xu Lian mengawali pertarungannya. Ia bergerak kearah salah seorang pembunuh bayaran yang tedekat darinya dan melepaskan satu pukulan tepat dibagian perutnya. Para pembunuh yang lainnya segera mengangkat semua senjata mereka dan mencoba menyerang Xu Lian secara bersamaan. Dengan senang hati Xu Lian meladeni mereka semua.
Long Hua yang awalnya tidak berniat untuk menyerang kembali, kini merubah niatnya setelah melihat putrinya yang hampir kehilangan nyawanya. "Aku tahu kau merasa tersakiti tetapi caramu sungguh salah, untuk apa kau menghabisi semua nyawa yang tidak bersalah hanya karena alasan kau kehilangan putrimu", Long Hua melepaskan beberapa jurus pedang yang ia miliki, "aku tahu rasa sakitnya kehilangan Yu'er, tetapi sekali saja kau berpikir apa putrimu juga akan ikut bahagia melihat semua pembunuhan yang terjadi", serunya. Long Hua juga ikut merasakan kehilangan ketika Long Yue memutuskan untuk mengakhiri karena Long Hua juga dekat dengan keponakannya itu. Apalagi Long Yue sangat baik dan lembut, apalagi ia sangat menyayangi keluarganya. Mungkin ia mengakhiri hidupnya supaya ia tidak selalu merasakan sakit ketika melihat orang yang dicintainya menikah dengan saudarinya sendiri. Apalagi Long Yue juga sangat menyayangi Long Jiao.
Para pembunuh bayaran menggerutu ketika lawan yang mereka hadapi sangat kuat. Salah satu dari mereka menyadari keberadaan bocah yang datang bersama wanita tersebut, ia ingin menjadikan bocah tersebut sebagai pengalihan supaya konsentrasi Xu Lian terpecah. Ia pun mengambil langkah untuk mendekati bocah tersebut yang kini sedang memperhatikan pertempuran dari jarak yang cukup jauh.
"Sepertinya pria tersebut mengarah padamu" seru Nang'er yang kini dalam posisi tubuhnya semula.
"Aku tau itu", saut Zhang Bing tanpa ekspresi apapun.
"Apa kau ingin menggunakanku lagi?" tanya Nang'er. Sebelum Zhang Bing menjawab pertanyaannya, pria yang mendekati Zhang Bing Kini berada dihadapannya.
"Ada apa paman?" tanya Zhang Bing polos, tak luput wajahnya dihiasi senyumannya.
"Kau bilang ada apa? aku ingin menghabisimu!" gertaknya.
"Oh" ucap Zhang Bing. Pria tersebut mencekal pergelangan tangan Zhang Bing dengan kasar.
"Ayo ikut aku!" serunya. Pria itu berniat menjadikan Zhang Bing sebagai sandera supaya Xu Lian menyerah dan tidak melawan lagi.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?", gumam Zhang Bing. Zhang Bing melirik kearah Nang'er untuk membantunya melepaskan diri dari pria tersebut. Nang'er yang mengerti dengan kode Zhang Bing mengangguk mengerti sebelum menggoyang-goyangkan ekornya. Tubuh pria yang awalnya menggenggam tangan Zhang Bing kini terpental tatkala sesuatu yang kuat mendorongnya. Ia mencoba menyeimbangkan tubuhnya supaya tidak terjatuh, tetapi sebelum tubuhnya berdiri dengan sempurna sebuah pukulan menghantam tubuhnya. Matanya menatap kearah bocah yang kini berada dihadapannya. Dia monster, gumamnya. Zhang Bing yang berencana menyerang kembali, niatnya diurungkan tatkala sebuah suara yang tidak asing berteriak kepadanya.
"BING BING", yang tak lain adalah Zhang Xiuhuan yang baru saja tiba dengan dua orang lainnya.
Zhang Xiuhuan yang melihat putranya berhadapan dengan pria dewasa, segera bergerak cepat dan menggantikannya melawan pria berjubah hitam itu.
"Anaknya saja seperti monster apalagi ayahnya" gerutu pria yang kini harus berhadapan dengan Zhang Xiuhuan.
Keadaan yang semula yang tidak diuntungkan bagi Walikota Long Hua, kini menjadi terbalik.