
Suasana yang ramai, banyak penonnon mengangkat poster dukungan untuk teman, keluarga dan perwakilan sekolah mereka. Ada 5 perwakilan sekolah sudah berdiri membentuk setengah lingkaran berdasarkan point yang mereka dapat di penyisihan kedua. SMA Sanjaya berdiri di podium bertuliskan grub B. Rashi terus memandang grub A yang bergurau satu sama lain.
“Keren banget mereka udah final gak ada tegang-tegangnya, malah bercandaan begitu,” ujar Adlan yang takjub melihat mereka, padahal Adlan, Rashi dan Alena sedari tadi hanya diam dan menunggu waktu dimulainya acaranya sambil mengingat apa yang sudah mereka pelajari. Rashi memalingkan pandangannya, entah kenapa dia merasa tidak tenang melihat kelompok itu, padahal biasanya dia sangat percaya diri terhadap sesuatu.
“Mereka udah tahu apa yang mereka pelajari dan mereka percaya diri. Makanya mereka sangat tenang dan milih buat bercanda biar gak tegang,” lirih Rashi yang diangguki oleh Adlan. Jika mereka meniru metode grub lain, pasti mereka tidak akan berhasil, mereka tetap harus berkonsentrasi dalam mengingat apa yang sudah mereka pelajari.
“Selamat pagi Semuaaaaaaa!!!” Pembawa Acara masuk dan langsung menyapa semua yang ada di sana. Mereka bersorak meriah dan mengikuti arahan dari pembawa acara untuk pembukaan dan perkenalan. Adlan merasa percaya diri, namun di sisi lain dia juga merasa terbebani karna banyaknya orang yang melihat mereka.
“Oke, di babak pertama ini, kalian harus cepat dan tepat. Di podium kalian terdapat papan tulis digital, kalian hanya perlu menulis jawaban yang benar, dan kunci jawaban secepat mungkin. Bagi yang benar, pengunci pertama akan mendapat 25 point, pengunci kedua 20 Point, Pengunci ketiga 15 point, pengunci ke 4 10 point dan pengunci kelima 5 point. Tapiii, jika jawaban kalian salah, kalian tidak akan mendapat point.”
“Jadi kalian harus pikirkan matang-matang jawabannya, tidak bisa asal menjawab cepat, karna sekali kalian mengunci jawaban dan salah, otomatis kalian ada di peringkat yang paling bawah. Misalnya nih, grub C mengunci jawaban paling terakhir, tapi 4 grub lain jawabannya salah meski mereka lebih dulu. Otomatis Grub C akan mendapat 25 point dan yang lain mendapat 0, apakah bisa dipahami?”
Mereka mengangguk paham dan mengambil “pulpen” untuk menulis di papan digital itu. Mereka memperhatikan layar yang akan memperlighatkan soal di hadapan mereka. Rashi memejamkan matanya sejenak agar dia bisa tenang dan berkonsentrasi.
“Pertanyaan pertama, silakan keluarkan soalnya!”
(Sebuah Kereta api listrik berjalan 15 meet ke arah utara, lalu berbelok 15 derajat ke arah Timur. Setelah sampai di statiun B, kereta itu mengambil rute 90 derajat ke arah barat, ke arah manakah asap kereta api itu bertiup?)
(YAK, KALIAN JUGA BISA IKUT MENGHITUNG DAN MENJAWAB YA GUYS)
Rashi membaca cepat soal itu dan langsung mengambil alat tulis, menuliskan jawabannya dan langsung mengunci tanpa diskusi dengan Alena dan Adlan. Mereka menatap Rashi dan jawaban di layar mereka lalu mengangguk puas, Rashi memang sangat pandai dalam hal ini. Setelah menunggu beberapa saat, semua peserta sudah mengisi jawaban mereka dan jawaban mereka di tampilkan di layar.
Grub C sebagai pengunci ke 3, menjawab ke arah Barat daya, Grub D pengunci ke 4 menjawab Tenggara dan Grub D sebagai pengunci terakhir menjawab ke arah Selatan. Penonton takjub melihat jawaban Grub A dan Grub B yang sama, mereka menunggu jawaban yang benar dari pihak juri.
“Jawabannya…. TIDAK ADA! Karna kereta api yang berjalan adalah kereta api listrik, jadi dia tidak mengeluarkan asap!" Rashi tersenyum puas dan melakukan tos dengan Adlan dan Rania karna jawabannya benar. Tidak sia-sia dia sering mengisi tebakan yang muncul di aplikasi yang dia download. Dan karna Rashi menjawab pertama, mereka mendapatan 25 point.
(Hayo, siapa yang jawabannya benar? Tulis di kolom komentar yaaa.. Hahahaha)
Mereka terus bersaing dan saling mengejar point, sampai akhirnya dua terbawah harus terlemininasi dan kini tersisa 3 tim di sana. Tim A, Tim B, dan Tim E.
"Wow, terima kasih untuk Tim C dan Tim D, kalian hebat sudah sampai ke tahap ini, ini bukanlah akhir dan kalian harus bangkit, bangkit dan di lain waktu kalian akan merebut gelar juara. Hari ini bukan hari kalian, jadi kalian tidak boleh patah semangat. Kalian hebat! Semoga kalian berhasil di kesempatan yang akan datang."
Penonton memberi tepuk tangan yang meriah untuk menyemangati mereka. Mereka kembali ke kursi penonton dengan kecewa, yah meski juara 5 pun sudah mendapat hadiah yang cukup besar, namun tidak puas rasanya harus tereleminasi secepat itu. Kini hanya tersisa Tim A, Tim B dan Tim E yang sudah berpindah jadi Tim C, mereka menunggu intruksi selanjutnya untuk bisa meneruskan perlombaan ini.
"Sekarang, kita tinggalkan papan tulis digital, di depan kalian sudah ada tombol yang tadi untuk mengunci jawaban, coba dari Tim A, pencet tombol itu," ujar Pembawa acara yang diikuti oleh Tim A. Kali ini tombol kunci itu bersuara dan menunjukkan lampu terang. Pembawa acara meminta hal yang sama pada Tim B dan Tim C
"Dalam hitungan ketiga, kalian tekan tombol itu ya, kita lihat apakah benar tombol berfungsi dengan baik," ujar pembawa acara itu untuk membuktikan. Dia mulai menghitung dan pada hitungan ketiga, ketiganya menekan tombol dan podium tim E menyala, itu artinya dia yang paling cepat memencet tombol. Setelah memahami konsep lomba ini, mereka kembali fokus dan serius dengan apa yang akan dikatakan oleh pembawa acara.
"Akan ada 10 soal, dan ini adalah soal rebutan. Jika kalian salah, kalian tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk menjawab dan akan dilempar ke tim lain, jika ketiganya salah, point otomatis hangus dan kita akan lanjut ke babak berikutnya. Oke ya? Kita langsung saja akan mulai ke babak 3 besar. Tapi sebelum itu, mana suaranyaaaaaa?????"
Luna, Rania dan Ravi berteriak keras memberi semangat untuk Rashi dan Alena, sementara Darrel malah sibuk dengan laptop yang dia bawa, dia harus menyiapkan presentasi yang akan dia lakukan malam nanti, namun dia tak mau ketinggalan untuk melihat lomba anaknya, jadi dia tetap menonton sambil bekerja. Matanya fokus pada layar, namun telinganya bisa mendengar apa yang terjadi di sana.
"Baiklah, kita mulai dari pertanyaan pertama. Hewan yang hidup di air dan di darat, adalah hewan am.."
Ting ting ting ting.
"Oke, Tim C, apa jawabannya?" Tanya Pembawa acara itu yang langsung dijawab tegas oleh Tim C. Yah, hewan yang hidup di darat dan laut tentu saja hewan Amfibi, mengapa pertanyaan itu muncul di lomba setinggi ini?
"Baiklah, jawabannya salah!! Kenapa? Karna pertanyaan saya belum selesai, dan kalian sudah menekan tombol, jadi tolong ya, biarkan saya selesaikan soal dulu baru kalian memencet. Oke tim C? Sayang sekali kalian membuang kesempatan untuk pertanyaan yang mudah. Sekarang Tim B dan Tim A untuk merebut point," ujar pembawa acara yang membuat tim C frustasi.
"Hewan yang hidup di darat dan di air, disebut hewan Amfibi. Sebutkan 3 ciri hewan Amfibi!"
Ting ting ting ting
"3 ciri hewan Amfibi di antaranya, memiliki metamorfisis sempurna, berdarah dingin, memiliki kulit yang banyak kelenjar serta berlendir." Rashi menjawab dengan spontan dan percaya diri karna pengetahuan ini sangat dasar bagi dia yang masuk di jurusan IPA dan mendapat peringkat satu di mata pelajaran itu saat SMP.
"BENAAR! 10 Point untuk tim B!" Seru pembawa acara dan membuat tim A dan Tim C mendesis kesal, yah, soal ini sangat mudah, bahkan anak SD pun tahu jawabannya. Mereka lanjut soal demi soal, sampai akhirnya akumulasi point di babak ini ditunjukkan, ternyata Tim A dan Tim B yang lolos ke babak Final sementara tim E harus gugur dengan selisih 30 point dari tim A dan 20 point dari tim B.
"Jumlah point kita kalah sama mereka, harusnya ini kita menang, mereka gak bisa diremehkan. 3 kali kita kalah point dari mereka dan lolos hanya karna kita peringkat 2, sekarang kita harus di peringkat 1," ujar Rashi yang diangguki oleh Alena dan Adlan. Mereka bersiap untuk pertanyaan yang akan dilontarkan di babak final.
"Untuk babak Final ini sedikit berbeda ya. Kita akan melalui 2 tahap, yang pertama adalah tahap untuk mendapat hadiah yang sangat menarik, yaitu voucer belanja senilai 3 juta rupiah untuk masing masing peserta dalam grub, yang berarti total hadiah 9 juta untuk pemenang. Di babak sebelumnya, kalian sudah mengumpulkan banyak point untuk sampai saat ini, silakan kalian berbalik untuk melihat akumulasi point kalian."
Mereka berbalik dan melihat tim A yang memiliki point 1575 sedangkan Tim B memiliki point 1500, selisih yang cukup jauh, ah entah juga, tergantung apa yang akan dimainkan saat ini. Adlan dan Alena tampak gusar dengan perbedaan point ini, namun berbeda dengan Rashi yang tampak tenang, meski dalam hatinya juga sedikit cemas dengan hal ini.
"Di game ini, kalian akan mempertaruhkan point kalian, jika jawaban kalian benar, point yang kalian pertaruhkan akan ditambah dengan point kalian saat ini. Contoh, tim B mempertaruhkan 100 point, jika jawabannya benar, point tim B akan menjadi 1600. Namun, jika tim B salah, pointnya akan dikurangi menjadi 1400, jadi kalian harus bijak dalam mengelola point."
"Ah, sepertinya Tim B harus menyusun Strategi yang jitu untuk menyusul point tim A yang sudah unggul cukup jauh. Kalian masih ada kesemoatan asalkan kalian memikirkannya dengan baik. Kalian akan diberi tahu kategori soal untuk mempertimbangkan berapa point yang akan kalian pertaruhkan. Apakah ada pertanyaan?" Tanya pembawa acara yang dijawab gelengan kepala oleh keduanya.
"Baiklah, kita langsung mulai saja. Soal pertanya, kategorinya adalah Integral. Wah, matematika ini ya," ujar pembawa acara yang membuat Rashi dan Alena langsung menengok ke arah Adlan. Adlan menunggu tim A untuk tahu berapa point yang akan mereka pertaruhkan.
"100 point," ujar perwakilan Tim A yang membuat Adlan mengangguk, Artinya Adlan ingin Rashi mengikuti pertaruhan point mereka, paling tidak mereka tidak akan terlalu jauh jika kalah. Ah, itu juga jika Tim A pun salah, jika tidak, ya makin jauh lah sisa point mereka."
Pembawa acara mengunci pilihan mereka dan mulai memberikan soal. Alena dan Rashi mengamati Adlan yang mulai menulis soal, lalu dia hanya melihat sekilas, dan menuliskan jawabannya. Rashi dan Alena sampai bertukar pandang karna Adlan tak memakai kertas untuk menghitung, dia hanya menghitung dari dalam otaknya. Tentu saja hal itu mengejutkan bagi Alena dan Rashi. Namun mereka percaya Adlan tak akan seceroboh itu jika dia tak yakin dengan jawabannya.
"Baiklah, kalian silakan angkat jawaban kalian bersamaan ya," ujar pembawa acara yang diikuti oleh mereka. Pembawa Acara tampak kagum dengan tab milik Adlan yang bersih, seperti anak itu hanya mengarang jawabannya. Namun bisa jadi juga karna Adlan terlalu genius dalam menjawab soal ini.
"Jawaban yang benar adalaahhh. 1545!! Selamat untuk tim B! Kalian berhasil menambah point. Sayang sekali Tim A harus kehilangan point di saat pertama, tapi tidak apa apa, masih ada beberapa pertanyaan lain yang bisa saja membalikkan keadaan," ujar pembawa acara yang membuat Adlan mendesah lega. Dia takut karna dirinya, tim ini menjadi kalah.
Situasi berbalik dan mereka kembali berkejar-kejaran point, meski ini bukan untuk menentukan siapa juaranya, namun hadiah yang ditawarkan sangat menyegarkan pikiran, sehingga mereka ingin memberikan yang terbaik untuk menang. Kini sampai ke soal terakhir dengan selisih 5 point untuk Tim A dan Tim B, dipimpin oleh Tim A untuk saat ini.
"Soal terakhir yang menentukan. Kategorinya adalah puisi lama. Eemm bahasa ya ini," ujar pembawa acara yang membuat Mereka menatap ke arah Alena. Alena tampak bingung, karna mereka harus mempertaruhkan point terlebih dahulu, jadi tidak bisa mengikuti tim lain. Namun ternyata pembawa acara mengganti sistemnya saat ini.
"Karna ini soal terakhir. Kalian silakan tulis point yang akan kalian pertaruhkan dan dan angkat di saat yang bersamaan," ujar pembawa acara itu yang membuat Alena sedikit lega. Mereka tamlak berdiskusi alot untuk menentukan apa yang akan mereka lakukan dan berapa point yang akan mereka pertaruhkan.
"Percaya sama gue, gue menguasahi materi ini," ujar Alena yang menuliskan 500 point di sana, membuat Adlan dan Rashi tercengang, namun karna mereka posisi kalah, mereka harus mempertaruhkan segalanya, toh mereka tak akan rugi.
"Wow! Tim A mempertaruhkan 50 point, dan Tim B mempertaruhkan 500 point! Sebuah perbedaan yang sangat jauh ya. Baiklah, kita langsung saja bacakan soalnya."
"Puisi lama yang tiap bait terdiri atas empat larik yang berakhir dengan bunyi yang sama disebut..." Setelah selesai membaca soal, tampak Tim A kecewa berat dengan apa yang mereka pertaruhkan. Ternyata soalnya sangatlah mudah, mereka terlalu takut mengambil resiko dan hanya mempertaruhkan 50 point. Mereka hanya bisa berharap tim B tidak bisa menjawabnya.
Namun tentu saja tidak bagi Alena. Dia langsung menjawab soal itu dengan yakin, dia menuliskan "syair" di tab yang dia pegang dan tersenyum ke arah teman satu timnya.
"Yaaakk, kalian pasti tidak menyangka jika soal final akan semudah ini. Inilah hidup ya, kita harus bisa ambil resiko jika tidak mau kehilangan peluang. Jawaban yang kalian tulis sama. Jadi yah, jika keduanya benar, tim B akan memenangkan pertandingan ini, dan jika jawabannya salah, Tim A sudah jelas memenangkan pertandingan ini."
"Tanpa berlama lama, jawaban kalian adalaaaahhh!!!! BENAAARR!" Ujar Pembawa Cara itu yang membuat Adlan, Rashi dan Alena berpelukan. Akhirnya mereka bisa memenangkan hadiah yang cukup besar itu walau itu bukanlah hadiah utama, mereka sudah senang mendapatkannya.
"Selamat untuk Tim B, kalian berhasil membawa pulang untuk sementara ini hadiah total 9 juta untuk kalian. Kita akan break dulu untuk memasuki babak final yang sebenarnya, yang akan menentukan siapa juaranya. Kalian bisa beristirahat dan makan siang, kita akan kembali 2 jam lagi."
Rashi, Alena dan Adlan tertawa senang dan berjalan meninggalkan podium, namun saat berpapasan dengan Tim A, suasana mendadak berubah tegang, ada raut elang memancar dari sana. Sampai akhirnya mereka berpisah tanpa mengucapkan apapun.