Dear A

Dear A
'Lupakan Mawarmu'



...*Aku terlalu mencintai mu, sehingga aku lupa bahwa aku dan kau tidak akan pernah bersama, bahkan semesta selalu menyadarkan ku dari alam imajinasi......


_Ryung-jae*


...****************...


Dddrrrtt dddrrrtt


Ponsel Hye-joon sedari tadi berdering, namun sang pemilik hanya melirik nya menganggap panggilan itu tidak penting. 'Mama'selarik nama yang tertera di atas layar tak mengindahkan nya untuk segera menjawab.


Karena beberapa tumpukan dokumen dan masalah penting terkait Zoya, fokus nya langsung buyar karena dering ponsel nya tidak kunjung berhenti.


"Huuuffhhh.. iya Ma, ada apa? " keluh nya menyapa sang ibunda.


"Hye-joon, kamu tidak bisa menghindar ini acara penting yang harus kamu laksana kan, " seru Ga-young dengan nada mendesak. Hye-joon memijat pelipis nya.


"Acara mengencani wanita itu lagi? Maaaa!! aku sudah bilang, aku bisa mencari wanita pilihan ku sendiri. Aku tidak pernah suka dengan perjodohan ini, " tegas Hye-joon menolak.


"Sampai kapan? sampai Mama mati?...


" Maaaa!!!, "potong Hye-joon dengan keras.


" Mama ga mau tau, kamu harus bertemu dengan Han Sa-ra dan mengencani nya malam ini juga, Mama Papa dan juga orang tua Han Sa-ra sudah bersepakat kalian akan menikah dalam waktu dekat ini, "ujar Ga-young mendesak Hye-joon agar memenuhi perintah nya yang tidak masuk akal.


" Astaga Ma, kenapa Mama memaksa ku untuk menikahi wanita itu, aku sudah dewasa Ma,aku bisa mencari wanita pilihan ku sendiri, "keluh Hye-joon sangat frustasi.


" Mama sudah atur jadwal jam berapa harus kamu temui Han Sa-ra, "jawab Ga-young tidak memperdulikan sang anak dan langsung mengakhiri panggilan tersebut.


" Aaaarrrgghhh, "kesal Hye-joon membanting ponsel nya di atas meja kantor. Tidak berselang lama pintu ruangan nya terbuka.


" Hyung, kau sudah mendengar kabar tentang Hyun-il dan juga Jun hyung? "tanya Dae-ho yang membuat Hye-joon langsung menatap nya dengan rasa penasaran.


" Apa? "


"Mereka berkelahi di apart, Hyun-il terluka karena mendapat pukulan dari Jun hyung, " ujar Dae-ho sembari membuka kancing jas nya.


"Lalu apa tanggapan Hyung Jin? "


"Kau tau Hyung, Jin hyung sangat marah dan menugas kan bodyguard untuk menjemput paksa mereka semua untuk kembali, "


"Lalu bagaimana dengan Zoya? "


"Yeah, itu yang ingin ku beri tahu, Kara sudah membawa Zoya kembali, " Hye-joon mengerutkan dahi nya.


"Kara? "


"Tangan kanan Jun Hyung. Kondisi nya jauh dari kata sehat, " ujar nya sembari menghela nafas.


"Yee-jun terlalu tempramen saat itu, kau tau bukan, Yee-jun sangat membenci Zoya saat pertama bertemu, dia mengira Zoya ingin menggantikan posisi mendiang Alexa dari hidup nya, padahal peristiwa meninggal nya Alexa dan kecelakaan yang Zoya alami terjadi begitu saja, "


"Ya, aku baru tau dokter yang mengoperasikan wajah Zoya memiliki bakat alami sehingga detail jelas nya dia adalah Alexa, " Getir Dae-ho berseru haru.


Hye-joon bangkit dari kursi kekuasaan nya, dan mengambil jas yang tergantung rapi di sudut ruangan.


"Kau hendak kemana Hyung? "


"Perlu kau tau, ini perintah yang sebenar nya aku tidak ingin lakukan, " Dae-ho mengerutkan dahi nya tanda tidak mengerti.


"Han Sa-ra, "


"Kau hendak mengencani nya Hyung, " terka Dae-ho dengan mata terbelalak.


"Bahkan Mama ku sudah merencakan pernikahan, "


"Apaaaa!!! "Hye-joon sampai memicing kan mata nya karena teriakan dari Dae-ho yang membuat nya amat terkejut.


" Bisa kau pelan kan suara mu? "


"Dan kau mau Hyung? wah ini perjodohan tidak masuk akal, "


"Dan kau tau itu, Mama ku akan melakukan hal gila jika aku tidak menuruti permintaan nya, "Dae-ho tidak bisa berkata apapun lagi.


" Kapan kau akan menikah Hyung? "


"Dalam waktu dekat, " bisik Hye-joon sembari meninggalkan ruang kerja nya.


"Wah.. wah.. wahh, " Dae-ho tersenyum seperti orang gila.


***


"Hyung.. Hyung... Hyung, kau tidak jadi pergi kan? " rengek Ryung-jae sampai membuat Hye-joon frustasi.


"Jae, kalau ini bukan permintaan dari bibi mu Ga-young selaku ibu ku, aku tidak akan melakukan kencan buta ini, "


"Hyung, kau tidak akan bahagia jika terpaksa menikahi nya,ku mohon kau harus menolak perjodohan ini. Atau kau mau aku atur jadwal penerbangan bisnis ke Australia? " tawar nya dengan penuh keseriusan.


"Kau tau bibi mu akan melakukan hal gila jika aku mengikuti jadwal penerbangan mu, "


"Hyung!!! " Ryung-jae sulit berkata apapun lagi setelah melihat Hye-joon meninggal kan nya dan segera memasuki lift.


"Haa... malang sekali nasip mu Hyung, " sambut Dae-ho menghela nafas di sebelah Ryung-jae.


"Emmmm.. cukup menawan, "kagum nya tanpa dosa.


"Aiisshhh.. ku kira kau cocok menjadi hewan, " decih Ryung-jae dengan kesal dan langsung menoyor kepala Dae-ho tanpa rasa bersalah dan langsung meninggal kan nya.


Malam itu, tidak ada satu orang pun yang berani mengetuk pintu kamar Yeon-jin, setiba nya Hyun-il, Myung-jee dan juga Yee-jun membuat suasana seperti berasa di dalam ajal kematian.


Ryung-jae dan juga Dae-ho hanya bisa meringkuk di atas sofa dan menunggu Hyung tertua mereka keluar dari kamar nya. Sementara Hye-joon tengah absen dalam situasi tersebut.


"Setidak nya aku harus pergi bersama Joon Hyung agar terbebas dari situasi macam apa ini, " gumam Ryung-jae pada Dae-ho.


"Kauu.. diam lah, raja singa akan keluar, "


"Dia sedang apa? " tanya Ryung-jae dengan polos nya.


"Entahlah aku juga tidak tau, ku pikir dia sedang bercermin untuk menentukan wajah mana yang paling seram untuk di tunjukkan, " celetuk Dae-ho tanpa dosa.


"Kau pikir ini pertunjukan teater, " Dae-ho langsung menatap nya dengan cepat.


"Dimana adik mu? " tanya nya cepat.


"Pulang, " jawab Ryung-jae singkat.


"Ha, kenapa aku tidak tau? "


"Sebab dia harus menyelesaikan studi tambahan nya, "


Tuk tuk tuk tuk


Bunyi ketukan langkah kaki langsung menghentikan pembicaraan mereka dan mencari asal suara. Tepat nya Yeon-jin yang turun dari anak tangga masih mengenakan jubah mandi nya, rambut nya yang basah, dada bidang yang tampak sixpack serta boxer abu yang ia kenakan. Tatapan nya mengarah pada tiga orang yang sedang mematung menatap nya.


Yeon-jin dengan arogan nya menatap Hyun-il, jari jemari nya mencekram dagu nya dan melihat kiri dan kanan pipi Hyun-il, ada sedikit luka lebam biru tercetak di pipi putih nya.


Ctaasss


Tamparan pedas langsung melayang mengenai pipi Yee-jun. Mereka semua tertegun dan tidak berani berkata apapun, Yeon-jin amat menyeramkan jika tengah berkongsi dengan amarah nya.


Yee-jun juga sudah menduga hal ini pasti akan terjadi.


"Begini kah perbuatan mu saat aku tidak ada? " tanya Yeon-jin dengan tatapan elang, Yee-jun sama sekali tidak bisa berkata apapun meski ia mampu melawan nya tetapi itu mustahil.


"JAWABBBB!! " teriak nya tepat di wajah Yee-jun.


"Hyung...


Yeon-jin memberikan satu jari peringatan untuk tetap diam kepada Hyun-il. Ia pun hanya bisa menurut dan tidak ada yang berani melawan perintah nya.


" Maaf, "seru nya pelan sembari merunduk. Yeon-jin tidak bisa melakukan hal berlebih kepada adik-adik nya, ia hanya bisa menghela nafas frustasi.


" Kembali ke kam...


Dua orang di atas kursi sofa langsung menghilang secepat kilat sebelum Yeon-jin menyelesaikan ucapan nya.


"Wow...


Sesampai nya di kamar kebebasan Ryung-jae ia menghela nafas lega sebab sudah terbebas dari amukan raja singa.


" Huufffhh.., "hela nya menjatuhkan tubuh nya diatas kasur tanpa beban. Hembusan angin yang menerpa helaian kain tipis jendela kamar nya membuat nya langsung terkesiap.


" Padahal aku ingin segera menutup mata, tapi karna kau aku harus mengerjakan nya, "Ryung-jae berjalan lunglai ke arah jendela kamar yang terbuka lebar dan angin nya terus meniup nya dengan lembut.


Di bawah lampu redup, Ryung-jae melihat seorang wanita tengah berdiri di balik tirai jendela. Bayangan, bentuk tubuh, gaya rambut serta ilalang yang ia genggam melambai kearah nya. Awal nya Ryung-jae mengira itu penampakan yang menyeramkan. Tetapi bayangan itu sangat pas di mata nya.


" Alexa, apa itu kau? "tanya nya dengan nada bergetar. Wanita itu ingin menjabat tangan Ryung-jae dari balik tirai.


Ia semakin mendekat dan ingin segera merasakan genggaman tangan halus itu.


" Kau kah itu? "air mata nya menetes tanpa sadar. Dan genggaman tangan mereka menyatu dengan amat nyata. Ryung-jae sangat bergetar dan menggebu-gebu ingin menangkap lalu memeluk nya tanpa harus melepas kan nya lagi dan lagi.


" Kau, kau masih ada. Alexa, kau ada sayang ku, "gumam nya memeluk dengan sangat erat. Ia pun turut meraba punggu Ryung-jae dengan lembut.


Ia melonggarkan pelukan Ryung-jae dan beralih menatap nya dengan tatapan mesra. Dalam keheningan malam, ia mendekatkan bibir nya ke bibir Ryung-jae. Mereka sama-sama memejamkan mata nya menikmati malam syahdu penuh cinta.


Di dalam keindahan malam, angin semakin deras menerpa tubuh dua insan. Kibasan tirai beradu keras, dengan sekali hentakan tubuh mereka terpisah bagaikan magnet yang berbeda arah.


Ryung-jae menjerit kuat, ia melihat wanita yang amat ia cintai menatap nya begitu tulus dan mengatakan 'Lupakan Mawarmu' di dalam indra pendengaran nya.


" Tidaakkkkkkk! ! !, "teriak nya terlonjak dari atas kasur, dengan keringat yang memenuhi seluruh tubuh nya, dan nafas yang tidak teratur. Ryung-jae begitu sangat terpukul dengan kalimat itu.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung.....