Dear A

Dear A
Di Setiap Kelahiran



..."Cinta sejati tidak berakhir dengan kematian, "...


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


.......


...****************...


"Apa yang harus kulakukan, Romeo? wanita jal*ng itu tidak ada di sini, " desis nya mencari kesegala sudut bandara. Romeo menghela nafas bingung, lelah, frustasi dan penuh emosi, bagaimana tidak jelas saja sudah Zoya tidak ada.


"Entah pula nona Zoya di culik seorang mafia, " jawab Romeo dengan asal dan menduduk an tubuh nya di kursi lobi. Yee-jun menatap kilat Romeo yang berada di belakang tubuh nya.


"Mafia? "


"Kenapa tuan? " tanya nya tanpa ada nya kesalahan atas ucapan nya.


"Kau tidak salah bicara? "


"Ck, saya hanya bergurau tuan, " Yee-jun memutar bola mata nya.


"Gurauan mu sama seperti jangkrik, " gumam nya meninggalkan Romeo seorang diri.


"Dasar Mafia kurang belaian, " gumam Romeo bersungut-sungut.


Yee-jun membuka ponsel nya, mencari sebuah nomor yang sangat ia kenal namun tidak pernah menelpon nya.


"come stai mio signore, " jawab seorang pria dari seberang telepon.


"kara, non sono dell'umore giusto per una lunga chiacchierata, " balas nya dengan raut wajah begitu arogan. Pria tersebut tertawa mengejek.


"Aku tau itu, kau begitu angkuh tuan. Katakan apa tujuan mu? " balas nya lagi dengan logat Itali yang masih kurang fasih.


"Aaarrhhh.. aku begitu membenci mu, " ketus nya.


"Aku lebih membenci mu kekasih Alexa, "


"KARAAAAA!! "


"Ok, maafkan aku, "


"Cari Zoya, wanita berhijab dia menyeludup di dalam koper ku saat aku sampai di New York, "


"Bagaimana aku mencari nya, sedang aku tidak tau seperti apa wajah nya, " balas nya juga ketus.


"Kau begitu naif, Kau akan sangat terkejut saat melihat wajah nya, "


"Ck.. yeah, 24 jam dari sekarang aku akan menemukan nya, " jawab nya malas.


"Lama sekali, bagaimana cara kerja mu. Aku sudah membayar upah mu cukup mahal, aku mau 30 menit dari sekarang, " tampak Kara menghela nafas frustasi dengan keinginan tuan nya yang sangat tidak main-main.


"Kalau bukan karena si cantik aku sudah membunuh mu sejak lama, " gerutu nya yang begitu di dengar jelas oleh Yee-jun.


"Akan ku jatuhkan bom di markas mu, " serang nya langsung mematikan telepon genggam nya.


"Romeo!! kita kembali, "


Begitu nya sampai di kediaman apartement Myung-jee, Hyun-il menatap nya begitu tajam dan sangat tidak suka dengan kedatangan nya yang mengganggu aktifitas santai nya di depan jendela besar.


"Untuk apa kemari? " tanya nya cuek.


"Huufffhh, aku sudah memerintah kan anak buah ku untuk mencari Zoya. Kau tidak perlu khawatir---


" Kenapa harus anak buah mu? kenapa tidak kau sendiri yang mencari? kau yang membuat nya menghilang tetapi kau menugaskan orang lain. Sangat tidak bertanggung jawab, begitu sifat orang yang Alexa cintai, mungkin kalau dia masih hidup akan sangat menyesal jatuh cinta pada mu, "kecam nya sangat membuat ruang hati Yee-jun sangat memanas dan tidak dapat terkendali lagi.


" Katakan lagi, "pinta nya dingin.


" KUPIKIR ALEXA AKAN MENYESALI PERASAAN NYA MENCINTAI MU, "


Hantaman keras itu tercipta dari tangan Yee-jun yang menumbuk pintu kayu hingga jebol.


Yee-jun menatap nya dengan tatapan elang dan ingin memangsa sasaran nya. "Lancang sekali bibir mu berkata hanya karena wanita ****** yang mencoba merebut posisi Alexa, bukan kah kau tidak mampu merebut nya dari ku? "


"Karena dia sudah MATI!!! " sentak Hyun-il tidak mau kalah.


Buaaagghh


Yee-jun berlari kearah Hyun-il melompat keatas sofa lalu melayangkan pukulan yang tepat mengenai pipi Hyun-il hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah.


"Alexa tidak pernah Mati, " kecam nya menarik kerah baju Hyun-il sampai ingin mencekik nya.


"Hentikan Hyunggggg!! " pekik Myung-jee yang amat tidak menyukai keributan. Myung-jee menghempas tangan Yee-jun yang berusaha mencekik sangat adik hingga terbatuk-batuk.


"Kau pergilah dari sini, aku tidak ingin keributan ini berlangsung, sampai membuat Hyun-il terluka. Kalau Hyung Jun tau, kau akan tamat Hyung, " pinta nya berusaha mendinginkan api kemarahan dalam diri Yee-jun.


"Ku katakan sekali lagi pada mu, Alexa tidak pernah mati dan dia tidak pernah menyesal mencintai ku. Perhatikan diri mu sendiri, " ketus nya meninggalkan lantai apart itu dengan wajah arogan nya.


***


"Tuan, aku sungguh mengagumi keindahan mu yang telah Tuhan ku ciptakan. Ketika aku berusaha tersenyum untuk mu tetapi tuan sendiri menanti senyuman seorang gadis yang sudah tidak ada di sisimu lagi. Tuan, jika semua hanya karangan dongeng, aku tidak akan percaya, tetapi sifat mu yang kau tunjukkan sangat lah kejam, aku tidak mencoba untuk menggeser wanita beruntung itu dari sisi mu. Tapi aku hanya ingin kau dapat melupakan nya. Tuan, ijin kan aku mencintai mu dengan restu Allah SWT, "


Tanpa ada yang menyadari, sudut mata Zoya mengeluarkan cairan bening yang begitu perih rasanya. Ruangan itu lengang dan kosong, hanya ada deru oksigen yang mengisi hening nya ruangan itu. Tidak berselang lama, pintu ruang itu terbuka dengan seorang pria berpakaian serba hitam dan kaca mata hitam bertengger di depan matanya.


Ia menghentakkan kaca mata nya dengan mata yang membelalak, melihat siapa yg terbaring di atas ranjang rumah sakit, ya dia adalah Kara bawahan yang telah di perintahkan oleh Yee-jun.


"Mustahil, ini mustahil, " racau nya dengan pandangan linglung.


"Aku jelas tau Alexa sudah mati, dan jasad nya pasti sudah menjadi tulang, tapi... apa.. Aaaarrrgghhhh, "


***


Yee-jun terdiam di atas ranjang nya dengan bertumpu kan satu tangan di kepala, ia menatap memar garis-garis merah di tangan nya, serta secuil kayu tertusuk ke dalam kulit putih nya.


Yee-jun menghisap kuat sebatang rokok dan melambungkan asap nya ke udara, ia langsung membuang puntungan tersebut ke sembarang arah. Yee-jun dengan geram menarik dasi hitam nya dan melonggarkan kancing kemeja nya hingga tiga kali.


Ia tampak begitu kacau dan tidak ingin di ganggu sedikit pun, mata nya yang sayu perlahan demi perlahan tertutup rapat hingga keheningan pun terjadi.


Cahaya putih terang menerpa wajah tampan nya, hilir mudik angin bersiul kencang hingga matanya terpicing dan lengan nya melindungi wajah nya dari terpaan angin tersebut. Pakaian nya yang masih berantakan, dasi yang tidak terletak pada tempat nya dan kancing kemeja yang banyak terlepas.


Tiba-tiba pandangan nya gelap, bukan gelap melainkan ada sebuah benda yang menutupi mata nya.


"Baaaa!! " kejut nya membuat Yee-jun terdiam membatu.


Wanita dengan pakaian serba putih dengan rambut melambai-lambai, senyuman yang selalu ia rindukan kini tercipta jelas di depan mata nya, rona mata nya yang begitu tajam namun menyejukkan dan penuh cinta menatap Yee-jun.


Bibir Yee-jun ber gentar, mata nya memerah, air mata nya keluar begitu saja setelah melihat wanita pujaan nya ada di hadapan nya saat ini.


"Alexa, "Tubuh nya tak kuat menopang diri nya sendiri dengan getaran yang tak pernah ia rasakan.Alexa meneteskan air mata nya karena sudah lama tidak menemukan diri nya.


"Kita akan berjalan bersama seperti ini di setiap kelahiran, " tutur nya membelai lembut pipi Yee-jun.


"Sumpah Demi apapun aku akan selalu datang menemui mu seperti ini, "


"Meski raga kita terpisah namun jiwa kita tetap akan satu, " Yee-jun langsung menangkap tubuh nya dan memeluk nya dengan amat erat tidak ingin lagi berpisah dengan nya.


"Setelah kau menjadi milik ku tetap lah bersama ku selama nya, dan jangan pernah ucapkan selamat tinggal, " ucap Yee-jun di pelukan Alexa.


"Kau lah pagi dan senja ku, derita maupun pelipur, hanya ini lah suara yang bergema dari doa-doa ku. Setelah kau jadi milik ku, tetap lah bersama ku selama nya dan jangan ucap kan lagi selamat tinggal, " ucap nya lagi dengan deraian air mata, Alexa perlahan melonggarkan pelukan Yee-jun dari tubuh nya sembari mengusap air mata Yee-jun yang tertegun.


"Dalam pelukan mu terletak dia dunia ku, dimana kau berada disanalah surga ku, api cinta tidak akan pernah padam, kau adalah kerinduan ku dan amaraku, kau syair ku dan aku adalah musik nya, " jawab Alexa menyadarkan Yee-jun bahwa mereka tidak akan bisa bersama dalam dunia yang nyata.


"Aku hanya menginginkan dirimu seorang, jangan pernah ucapkan selamat tinggal, "Alexa menggeleng pelan, air mata Yee-jun semakin deras mengalir.


" Apa kau menyesal mencintai ku? "


"Tidak, Alexa ga pernah menyesal mencintai abang, tapi cintai lah wanita yang datang pada abang saat ini, "


"Tapi hati abang cuma untuk kamu sayang, " balas Yee-jun dengan hati yang begitu perih.


Alexa hanya meninggalkan senyuman lembut nya lalu semua tampak menghitam dan wujud Alexa menghilang di telan kegelapan.


"Engggaaakkkkk!! "