
...Menyukai itu manusiawi tapi yang tidak boleh itu memaksa untuk memiliki......
..._Dear A...
.......
.......
.......
...****************...
Pagi itu hari sangat cerah, secerah senyuman Zoya yang mengembang. Ia bersenandung ria berjalan di bawah pepohonan yang di tanami di sepanjang jalan. Keceriaan nya kembali lagi setelah sekian lama terpendam.
"Na.. na.. nana.. na.. nana, " gumam nya terus bersenandung. Memutuskan tidak menaiki bus, ia memilih berjalan kaki menuju kantor.
Tiga puluh menit lelah berjalan, namun ia tetap semangat. Di lobi sudah langganan bagi Zoya selalu melihat Yumi yang siap siaga menunggu nya yang datang lebih awal.
"Selamat pagi Zoya, "Zoya semakin mengembangkan senyuman nya saat Yumi menyapa nya dengan rayuan.
" Pagi Yumi cantik, "balas Zoya mencubit pipi kiri Yumi dan berjalan meninggalkan nya masih dengan bersenandung ria.
" Lagi bagus hari nya, "gumam Yumi terkekeh geli, ia mengikuti langkah Zoya menuju ruang loker.
Zoya dan Yumi bergandengan bersama menuju lobi setelah seragam yang mereka pakai sudah melekat. Dan tugas selanjut nya menyambut kedatangan pimpinan perusahaan.
" Zoya hari ini ceria banget, jarang-jarang aku lihat dia begitu, "bisik Sunjae yang berdiri di sebelah Yumi.
" Asli nya itu dia memang ceria, tapi kadang sering di tutupi karena penyakit nya. Gue sering ngabisin waktu bareng dia, "
"Sungguh? "
"Aku tidak bohong, "
"Waaakkhh... gue jauh lebih semangat melihat Zoya seperti itu, "seru Sunjae menegap kan tubuh nya menjadi lebih gagah dan penuh energi.
" Kenapa gitu? "
"Zoya cantik, "
"Ssstt... Pak Hye-joon udah tiba, " mereka segera merapikan barisan nya untuk menyambut pimpinan perusahaan mereka.
Hye-joon dan ke-enam sahabat nya sudah berdiri di pintu lobi, mereka berjalan melintasi barisan itu dengan kharismatik yang dapat memukau di setiap pandangan wanita. Da-eun berdiri di samping Ryung-jae, sontak seluruh pegawai merundukan kepala nya. Sanking semangat nya Zoya hingga lupa bahwa ia masih menegakkan kepala nya. Hal itu sangat mencolok di pandangan Hye-joon.
"Ssstt.. ssstt.. Zoya.. Zoya, " panggil Yumi berbisik ia yang masih menundukkan kepala nya berasa seluruh darah mengumpul di otak nya.
"Weiii.. kepala gue pusing, " gumam Sunjae mengerjap-ngerjapkan matanya menahan pening yang melanda.
"Astaga.. ini anak kelebihan dosis apa gimana sih, " gerutu Yumi berbisik sendiri. Zoya tetap tidak menyadari diri nya yang masih tetap tersenyum semangat tanpa merunduk.
Hye-joon, Yeon-jin,dan Myung-jee bersamaan melipat tangan nya di dada memperhatikan Zoya dari jarak sejengkal kaki dari tempat mereka berdiri.
Da-eun terkekeh geli melihat Zoya yang saat itu penuh energi tetapi tidak menyadari tindakan nya. Karena semua pegawai sudah mengeluh dengan kepala mereka yang terus merunduk, akhir nya dengan terpaksa Yumi menarik hijab Zoya hingga membuatnya tersentak.
"ALLAHUAKBAR!!! " teriak nya seperti hanya diri nya seorang yang berada di lobi itu tanpa memperhatikan sekitar. Hye-joon mendengus geli.
"Apa-apaan ini? " gumam nya mendapat sambutan di pagi hari dengan kelakuan konyol.
"Zoyaaa!! gue panggilin lu dari tadi.. nunduk-nunduk Zoya itu pak Hye-joon dari tadi ngeliatin lu, " geram Yumi membuat Zoya kalang kabut dan sontak ia bertatapan dengan lensa Hye-joon yang menatap nya dengan alis yang terangkat sebelah.
"Astaghfirullah... kok bisa lupa, " gumam nya merutuki diri nya sendiri dan langsung merunduk. Dan saat itu juga baru lah Hye-joon dan yang lain nya pergi keruangan nya Masing-masing. Seluruh pegawai pun dapat menegakkan tubuh nya, tetapi saat itu juga mereka seperti kekurangan darah.Banyak dari mereka yang mendadak mendapat serangan pinggang encok.
Pandangan mata yang mengabur dan bergoyang membuat mereka semua kewalahan menopang tubuh nya.
"Aduh... aduhh.. Yum.. Yum.. gue gak bisa lihat, " Sunjae kelimpungan memukul kepala nya berkali-kali agar segera membaik. Zoya yang merasa bersalah dengan tindakan nya hanya bisa menggigit bibir bawah nya dan menyesali kekonyolan nya yang mungkin sangat memalukan.
"Banyak korban yang kamu buat Zoya, " seru Yumi sampai terduduk di lantai lobi.
"Maaf... Yumi, Sunjae.. aku gak nyadar hehehh, " seru nya dengan wajah masam.
***
Mereka berbondong-bondong masuk kedalam ruang kerja Hye-joon. Segala macam tingkah yang mereka buat setelah naik ke lantai atas.
"Hyung, kita jadi tour kan? " girang Dae-ho sangat antusias.
"Ini masih mau di putuskan, "
"Aaa.. ayolah, aku butuh liburan, " keluh Ryung-jae menghentak-hentakkan kaki nya.
"Ilsan,benar kita akan kesana? " tanya Yee-jun menatap sahabat nya.
Jelas saja itu Seeni yang memberikan perintah agar seluruh pegawai berkumpul di stage podium.
"Hyun-il, "
"Ya, " Hyun-il mendongakkan kepala nya menatap Yeon-jin dengan tanda tanya.
"Kenapa? "
"Seperti biasa, "
"Baiklah, " bersamaan mereka berjalan keluar ruangan, di luar sudah di sambut oleh Jerry untuk memberikan hasil pegawai terbaik tahun ini.
Hyun-il menerima nya, seperti biasa ia yang akan menjadi pembicara mengumumkan hasil dari penilaian pegawai terbaik dan hadiah yang akan di peroleh. Tatapan yang serius dan tegas, mereka berjalan menuju ruang yang akan mereka masuki nanti nya.
Sesampai nya di stage podium, karena perusahaan mereka memiliki penjagaan ketat yang Yee-jun sendiri yang mengerahkan mereka agar tetap waspada. Bukan karena takut, perusahaan yang mereka bangun termasuk perusahaan industri mobil paling top di Korea Selatan, hingga berita itu terdengar di berbagai negara. Jelas saja nama mereka melambung tinggi, banyak yang mengagumi mereka yang di sebut-sebut sebagai 'Seven Prince Of Money'.
Baik kaum wanita mau pun pria juga turut menjadi fans berat ketujuh pria tampah itu.
Saat memasuki podium, ternyata seluruh pegawai telah hadir dan duduk di kursi yang sudah di sediakan. Gemuruh suara yang di dengar, langsung senyap saat mereka memancarkan aura bersinar nya sebagai Pangeran.
Yeon-jin dan ke-enam adik nya berdiri menyusun. Hyun-il dari arah belakang berjalan melintasi ke-enam abang nya sembari merapikan Jaz hitam nya. Hal itu malah semakin membuat kaum wanita terpukau dengan ketampanan Hyun-il.
Hyun-il mengetuk-ngetuk mic yang ada di podium lalu menatap semua pegawai nya dengan tatapan tegas.
"Semuanya...
" Mungkin kalian sudah tau, ada maksud apa saya dan rekan saya mengumpulkan kalian di ruangan ini, "Hyun-il membuka lembaran berkas yang ia Terima dari Jerry.
" Tentu nya ini menyangkut penilaian setiap pegawai yang kita adakan di setiap tahun nya. Saya ucapkan terima kasih, berkat kerja sama kita semua, kemarin kita berhasil menuntaskan proyek baru dan menciptakan inovasi baru. Yaitu Lord Roven yang baru terlahir dengan kecanggihan yang sudah kita rakit bersama, "ujar nya seperti orang dewasa, bahkan mereka yang di belakang pun ikut bangga karena sudah berhasil mendidik Hyun-il.
" Berkat semua kerja keras kalian, saya beserta ke-enam sahabat mungkin sebutan lain nya bahwa kami ini keluarga, "ucap nya membuat tepuk tangan bergemuruh di sambut untuk mereka semua.
" Mungkin ini lah yang kalian tunggu-tunggu.Seperti tahun-tahun sebelum nya kita selalu mengadakan tour..
"Wwuuuu!!! " girang mereka sangat bersemangat tidak sabar siapa yang akan mendapat hadiah tour kantor bersama ketujuh pangeran?
"Eee... hari ini jumlah pegawai yang akan ikut,cukup banyak, "
"Waaaaa!!! "
Hyun-il ikut gembira setelah membaca hasil rating penilaian pegawai kantor di setiap tahun nya.
"Mmmm... lebih baik dari tahun lalu, mungkin Hyung saya akan mengeluarkan cek yang sangat besar tahun ini," Hyun-il melirik Hye-joon yang berada di belakang nya dengan senyum menggoda. Hye-joon membalas nya dengan senyuman hangat sembari menepuk bahu Hyun-il. Sementara Ryung-jae dan Dae-ho sudah terkekeh geli, di balik senyum nya ada tangis membara karena uang nya akan hangus.
"Hahahaha, "
"Baiklah, Hyung saya mengatakan tidak apa-apa asalkan saya sendiri pun senang.. hehh, " lawak nya penuh canda tawa, sengaja menggoda dan menyiksa Hye-joon seperti biasa.
"Tidak ada yang di beda-beda kan, semua nya sama. Langsung saja saya umumkan, kita mulai dari lantai dua, " bagaikan mendapat undian mereka sampai berkeringat menunggu rating yang akan mereka raih.
"Daannnnn....
Mereka yang menunggu begitu dag dig dug mendengarkan dengan sangat serius apa yang akan di ucapkan Hyun-il selanjut nya.
" Saya tidak sanggup menyebutkan nama nya, jadi kalian bisa melihat nya sendiri di papan Pengumuman Lobi Selatan.. Terima kasih.. hehe, "Yeon-jin dan yang lain nya sontak tertawa terbahak-bahak dengan ucapan Hyun-il yang begitu random.
Berharap bisa bersorak bersama, Hyun-il memutuskan hasil nya akan di umum kan di papan pengumuman lobi Selatan.
" Sekitar 50 orang yang akan ikut bersama kami. Jadi sangka-sangka saja dulu siapa tau diri mu sendiri atau orang lain, "
"Pak.. rencana tour akan kemana? "Hyun-il menarik nafas dalam-dalam setelah mendengar pertanyaan dari seorang pegawai pria.
" Nah itu lah yang saya khawatirkan.. hehh, "lagi-lagi Hyun-il melirik kearah Hye-joon dan memberikan kode agar ia naik ke podium.
" Hyung saya yang akan berbicara. Untuk Bapak Hye-joon silahkan naik, hehh, "Hye-joon kebingungan dengan keputusan Hyun-il yang berbicara Tiba-tiba. Mau tak mau ia harus naik keatas podium, Yeon-jin dan yang lain nya terkekeh geli lagi melihat kebingungan Hye-joon yang tiba-tiba di suruh naik.
" Aaa.. semua nya, rencana tour tahun ini kemungkinan kita akan pergi ke Ilsan, mungkin sudah tau juga itu adalah kota kelahiran saya, "ujar nya sembari tersenyum. Mereka yang mendengar itu ingin berekspresi senang dan sedih karena hasil anggota yang akan tour bersama kantor belum di baca kan.
"Ada satu lagi yang ingin saya sampai kan, jika di antara kalian tidak termasuk anggota tour, kalian bisa mengikuti nya tetapi di luar tanggung jawab biaya kantor. Arti nya setiap kalian yang ingin mengikuti tour kantor, kalian akan membayar nya secara pribadi lebih jelas nya saya tidak membiayai keberangkatan orang tersebut. Hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, informasi selanjutnya dapat kalian lihat di lobi Selatan dan Terima kasih atas kerja sama nya, kembali bekerja, "
Prok prok prok prok prok...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...