Dear A

Dear A
Hari ini, Besok dan Selamanya



...Sebelum mengenalmu kesempurnaan adalah hal utama. Tetapi setelah mengenalmu kebersamaan adalah hal yang sempurna....


..._Dear A...


.......


.......


.......


...****************...


Yee-jun tidak melakukan nya, Yee-jun diam-diam keluar dari barisan sahf dan berjalan keluar masjid. Ia hanya berjalan-jalan di sekitar masjid itu dengan pendengaran nya yang mendengar lantunan ayat suci dan takbir dari sholat yang tengah berjalan.


Yee-jun berhenti di sebuah dinding dengan celah ukiran batu. Yee-jun menarik nafas panjang, entah apa yang ia fikir kan, tetapi wajah nya dapat di lihat lebih tenang dari diri yang sebelum nya. Tanpa sadar ia berdiri di tempat itu begitu lama, sehingga tidak menyadari aktifitas ibadah itu sudah selesai. Sebagian jamaah berhamburan keluar, sementara sisa nya masih berada di dalam melakukan aktifitas lain yang dapat menambah pahala, Mahsya Allah.


Saat Yee-jun ingin berbalik arah, sudut mata nya tertangkap sesuatu yang mengganjal di mata nya. Ia melihat celah batu yang di balik nya ada seorang wanita yang tenang duduk rapi membaca sebuah buku, yaitu Al-Qur'an. Yee-jun penasaran apakah wanita yang ia lihat adalah yang ia cari atau bukan.


Dari samping Yee-jun dapat menandai, Yah itu adalah Zoya yang sangat khusyu' dengan bacaan Al-Qur'an nya.


"Sedang apa kamu di sini? "


"Astaga!! " kejut Yee-jun saat sebuah tangan menyentuh pundak nya karena begitu hikmah memandangi Zoya yang tidak sadar dengan kehadiran diri nya.


Yee-jun melihat pria tua yang ia temu tadi sekarang sedang berada di samping nya, "Aaa... aku tidak sengaja melihat wanita itu, " jawab Yee-jun sekenanya .


"Emm.. kau tau? "


"Tidak, "


"Kau sudah melewati batas mukhrim, wilayah ini tidak boleh di masuki seorang pria,lihat lah, " Pria itu menunjuk pada sebuah dinding yang bertulis 'Batas Mukhrim' dan ada sebuah sketsa gambar pria dengan coretan silang arti nya, pria di larang keras memasuki area itu.


Pria itu terpaksa menggeret Yee-jun keluar dari wilayah itu, meski pun hanya bisa planga-plongo akhir nya mereka sampai di kursi taman masjid.


Yee-jun yang sudah terbiasa dengan sifat diam nya, bingung harus memulai pembicaraan nya seperti apa. "Kamu suka? "


"Ha? suka? sama siapa? " cengo nya setelah mendengar pertanyaan pria itu yang menurut nya membingungkan.


"Dengan wanita yang kamu lihat tadi, " Yee-jun mendengus geli.


"Enggak paman, wanita tadi hanya mirip saja dengan kekasih saya, " jawab Yee-jun tersenyum getir.


"Ada apa? "


"Tidak... tidak ada, maaf paman saya harus pergi, " Yee-jun beranjak dari duduk nya lalu merunduk dan meninggalkan pria itu seorang diri. Yee-jun melangkahkan kaki nya begitu lebar untuk segera sampai di mobil nya.


Yee-jun membanting pintu mobil dengan sangat kuat, setelah nya ia memukul stir dengan penuh nafsu.


"Bagaimana aku bisa mencintai orang yang tidak aku cari, " gumam nya dengan sangat menggebu-gebu.


"Waktu satu tahun masih belum cukup bagi ku untuk melupakan Alexa. Tidaakkkkk!!! " pekik nya seorang diri di dalam mobil, nafas nya sangat memburu. Ia menolak dengan tegas bila posisi Alexa dapat tergantikan.


"Sial!! " Yee-jun melajukan mobil nya meninggalkan laman parkir itu, tindakan nya di jalur lalu lintas sangat membahayakan pengendara yang lain.


Yee-jun memakai mobil LA, polisi yang mengejarnya dan melihat logo itu pun terpaksa putar balik. Hanya mereka bertujuh yang memakai mobil LA itu, bahkan Seeni pun tidak memakai nya lagi. Meski pun kabar yang beredar Delta telah bubar namun Yee-jun mengoprasikan 50%anggota untuk menjaga keselamatan diri sendiri.


***


Zoya membereskan sisa kopi yang terletak di setiap meja kantor, sore itu jam kantor sudah hampir selesai. Hanya sebagian pegawai yang memiliki waktu lembur, Yumi sudah keluar sedari tadi. Ia selalu bertugas menggantikan tugas Yumi yang pulang lebih cepat karena Zoya harus membayar hutang nya setiap hari kecuali saat tamu bulanan nya datang.


"Zoya... Zoya!! " teriak Sun-jae pada Zoya yang sibuk membawa nampan gelas kotor.


"Kamu kenapa? "


"Yumi udah pulang belum? "


"Udah dari tadi dia pulang, emang kenapa sih? "


"Zoya... Bu Yoona bilang ada berkas Pak Hye-joon ketinggalan di meja nya, dan itu berkas penting untuk peremian mobil keluaran terbaru nya. Jadi ini berkas ini harus ada di tangan nya hari ini, besok mereka ada rapat Client penting untuk peluncuran nya, " Zoya mengerutkan dahi nya, sementara Sun-jae sudah kehilangan banyak oksigen karena panik.


"Bu Yoona nya mana? kan dia sekretaris nya, “


" Nah itu dia masalah nya, Zoya. Bu Yoona udah balik duluan, ini gue tadi di telpon dia suruh nganterin berkas nya sama Pak Hye-joon, karena dia kelupaan ninggalin berkas nya di meja,maksud gue nyari Yumi kan karna bokap nya kerja di rumah Pak Hye-joon mungkin bisa aja sekalian nganterin, "Zoya meregangkan lika jari nya di hadapan Sun-jae, seketika ia berhenti berbicara.


" Ok, jadi maksud kamu apa? "


"Aku lagi gantiin tugas nya Yumi, gimana dong, " Sun-jae melirik nampan yang tengah di pegang Zoya.


"Cuma satu nampan kan, biar gue yang cuciin. Lu sekalian balik pulang aja, cuma sedikit gue bisa beresin, "


"Beneran, "


"Iya beneran Zoya,nih berkas nya gue letak di meja," Sun-jae meletakkan berkas yang di lapisi map biru di atas meja. Zoya meletakkan nampan nya di atas meja lalu mereka bertukaran.


"Tapi aku gak tau rumah Pak Hye-joon dimana? "Sun-jae mengge plak dahi nya.


" Lupa gue, lu pergi sekarang aja nanti gue kirim lewat email, "


"Em.. baiklah, " Zoya berlalu begitu saja, ia beralih mengambil tas nya dan melepas seragam kerja nya. Zoya berjalan melewati lobi dan tengah menunggu taksi lewat.


Bersamaan dengan itu juga sebuah pesan masuk, itu adalah Sun-jae yang baru mengirim alamat rumah Hye-joon.


"30 menit dari sini, " gumam nya, sebuah taksi berhenti di depan nya. Zoya memperhatikan alamat di handphone nya pada supir taksi.


Sesampai nya di tempat tujuan, Zoya memastikan lagi alamat yang ia tujuan sudah benar dengan bangunan yang berada di hadapan nya.


"Nomor 31 B,Alhamdulillah bener kok, " gumam nya, Zoya memencet tombol pada sebuah pagar tinggi bewarna hitam.


Seorang penjaga berbaju hitam membuka nya, dan berkata, "Ada perlu apa? "


"Aa.. saya pegawai kantor nya Pak Hye-joon, saya ada keperluan dengan nya, " jawab Zoya seramah mungkin, penjaga itu membukakan sedikit celah untuk Zoya masuk kedalam halaman mansion.


Dengan tatapan lepas Zoya bisa melihat bangunan super megah dan mewah itu, ternyata seperti ini lah istana yang di huni tujuh pangeran uang, sedikit rasa keraguan di hati nya untuk bertemu dengan atasan nya. Namun yang ada di tangan nya sangat lah penting untuk segera di sampai kan.



"Bismillah, " Dengan penuh keyakinan Zoya melangkahkan kaki nya menuju pintu utama mansion, jarak nya terhitung lumayan jauh. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, sebelum adzan magrib Zoya harus segera sampai di rumah. Ia mempercepat langkah nya agar segera sampai.


Untuk yang kedua kali nya Zoya harus menekan bel kembali, beberapa menit Zoya menunggu di pintu besar yang menjulang tinggi. Terdengar suara pintu tengah terbuka, seorang maid berseragam hitam putih melihat Zoya tengah bertamu. Maid itu memandang Zoya dari atas kebawah, tertutup semua. Zoya yang sedang di perhatikan pun, menatap kembali abaya yang ia pakai apakah ada yang salah?


"Dengan siapa? "


"Aa.. saya pegawai Pak Hye-joon, saya ada keperluan, " maid itu yang tadi nya terheran sekarang tersenyum lembut lalu membuka kedua pintu untuk Zoya.


"Masuk aja, Pak Hye dan yang lain nya sedang di lantai atas. Biar saya panggilkan, " seperti kesulitan ia menelan ludah nya susah payah, Zoya sampai lupa jika mereka tinggal bersama. Bagaimana ini Zoya pasti akan gugup sekali.


Zoya menutup kedua mata nya dan, "Bismillah yaa Allah, " Zoya melangkahkan satu kaki nya memasuki mansion mewah itu dalam hati nya sambil berkata.


"Assalamu'alaikum.. Mahsya Allah harta dunia, "



"Tunggu ya, " Zoya menganggukan kepala nya dan maid itu pergi menaiki tangga menuju lantai atas.


Jika tadi Zoya menatap tangga itu sampai ke lantai atas, sekarang ia berbalik badan dan menemukan hal yang tidak terduga. Di atas pintu utama ternyata ada sebuah foto yang ukuran nya sangat besar dan memanjang.


Itu adalah foto ketujuh pria dengan satu Cinderella yang tidak bisa mereka lupakan, Zoya menutup mulut nya yang ternganga. "Yaa Allah lebih jelas lagi itu benar-benar wajah ku, cantik, " gumam nya merasakan gelenyar keanehan pada diri nya, Zoya sedikit merasa sedih.


Di bawah foto itu terdapat tulisan dalam bahasa Inggris 'we will always be together, today tomorrow and forever'.


"Keluarga besar Malik, " gumam Zoya melirik kekanan dan kekiri foto besar itu. Ternyata ada foto Bram dan Bima yang juga ikut bertengger.


Tiba-tiba Zoya terkejut dengan pintu utama yang kembali terbuka lebar, tiga bujang yang membawa koper berjalan memasuki mansion dengan penuh canda tawa bersama satu wanita tanpa menyadari kehadiran nya.


"Joon!!! Junn!!! Jaee!! .. bontot kita udah pulang!! " Teriakan Yeon-jin berhasil mengejutkan Zoya, seketika ia yang berada di tengah-tengah jalan tangga utama sedikit menggeser tubuh nya ketepian.


Hye-joon, Yee-jun dan Myung-jee keluar dari persembunyian dan berhamburan menuju tangga utama untuk memeluk adik yang mereka tunggu-tunggu.


"Astaghfirullah hal'adzim yaa Allah aku berada di mana? " tanya nya pada diri nya sendiri.


.......


.......


.......


Like banyak2 loh, biar bisa crazy up, mumpung keadaan saya sedang pulih, in sya Allah bisa nuruti permintaan para readers..