Dear A

Dear A
Kekacauan part 2



...Kamu tau seberapa besar aku 'mempertahankan' mu di saat semua orang mengatakan 'lepaskan dan lupakan'...


..._Dear A...


.......


.......


.......


...****************...


Dengan susah payah Zoya menerima kalimat hinaan itu dengan penuh kesabaran, seluruh pegawai menyaksikan hal tersebut. Zoya berusaha membela Da-eun yang tidak berbohong namun ia mendapat celaan.


"Gak papa Zoya, ujian dari Allah, " tegur nya dalam hati.


"Eh you gak berhak hina dia, you siapa rupanya, " Da-eun menyentak cekalan tangan nya yang masih di pegang oleh penjaga yang tidak mengetahui siapa Da-eun.


"Kamu yang sok-sok an ngaku sebagai adik nya pak Ryung-jae, kamu tau? Pak Ryung-jae itu top Manager di kantor ini, gak mungkin punya adik miskin kaya kamu, " hina wanita itu melihat cara berpakaian Da-eun yang di bilang biasa aja, tidak ada barang mencolok yang di pakai Da-eun saat itu. Hanya celana kulot dengan kaos hitam over size yang ia kenakan, dan rambut yang di kurir dengan asal-asalan.


"Memang nya semua harus di lihat dari penampilan ya? " Da-eun melihat gaya pakaian nya biasa saja tidak ada kesan miskin atau norak.


"Ciihhh.. kamu cari muka, kamu udah di usir masih aja maksa ketemu sama pak Ryung-jae yang tampan. Kamu sadar diri dong, kamu bukan kelas level an nya. Apalagi sahabat-sahabat nya, kamuu!!! " seru wanita itu lalu menunjuk Zoya yang terdiam, ia menunjuk nya dengan rasa benci.


Zoya terkejut dengan sentakan itu, "Kamu itu cuma OB di sini, semua pegawai juga benci lihat kamu yang berkali-kali kamu sering cari perhatian sama pak Hye-joon dan sahabat nya. Kami itu benci lihat kamu di sini, apalagi kamu itu muslim, "kecam nya membuat air mata Zoya jatuh menetes.


" Iyaa!! mending kamu resign aja dari kantor ini, kamu itu sampah, "sorak pegawai yang lain menghujani nya dengan kalimat celaan.


" Kamu penipu yaa? jangan-jangan kamu sudah di sentuh pria lain. Terus dateng ke kantor ini pasang muka polos dan suci dari dosa, gak tau malu kamu yaa, "kecam pegawai lain membuat perasaan Zoya kian terkoyak-koyak.


Di saat itu juga Hye-joon dan yang lain nya tiba di lobi kantor setelah mendengar kekacauan yang di lapor kan Yumi dan Sun-jae. Yumi segera mendekati Zoya untuk melindungi nya.


" Ada apa ini? "suara barithon Hye-joon menggelegar di lobi kantor, semua pegawai enggak menjawab kecuali wanita penjilat itu.


" Pak, gadis ini mengaku-ngaku sebagai adik dari pak Ryung-jae, dan memaksa ingin bertemu, "adu wanita itu dengan penampilan yang ia buat sebaik mungkin agar di lirik. Ryung-jae membelah jalan yang di halangi sahabat nya sendiri.


" Dia memang adik saya, ada masalah apa kamu dengan nya, "sontak semua orang ternganga dengan penutur an Ryung-jae yang mengakui Da-eun sebagai adik nya.


" Kamu berani sentuh---


***ngiingggggggg


nggiiingggg


'penipu***'


" Enggak aku bukan penipu, "seru nya dengan air mata deras menolak tuduhan itu. Hye-joon dan mereka mendengar gumaman Zoya pun merubah atensi nya.


" PENIPU!!! "


"Enggak, aku bukan penipu, " Zoya menggeleng keras, tatapan mata nya berubah menjadi kosong. Ia tampak begitu panik dan gelisah. Zoya terus menggeleng kuat dengan menggumam kan kalimat 'aku bukan penipu'.


"Zoya.. Zoya sadar Zoya!! " pekik Yumi panik, ia sudah mengetahui kondisi sahabat nya yang tidak sehat secara mental.


"Aku bukan penipu!!! " pekik nya sangat ketakutan, Zoya membekap telinga nya agar tidak mendengar kalimat yang sebenarnya salah satu penyebab diri nya trauma.


Hye-joon bergegas mendekati nya, "Zoya? "


"Aku bukan penipu.. aku bukan penipu.. Kkhhiiaaaaaa!!! " pekik nya begitu keras dan berada di luar kendali. Hye-joon mendapat sentakan di dalam hati nya, ikatan bathin antara diri nya dan Alexa begitu kuat hingga saat melihat Zoya terluka ia akan merasakan Alexa sama terluka nya seperti yang Zoya rasakan.


"Zoya!! Zoya ini gue Yumi, "


"Haaaaaa!!!!... enggakkkk!! aku bukan penipu!!! "teriak nya sangat ketakutan dan terus membekap telinga nya.


" Aa arrrggghhh... "erang Hye-joon mencekram jantung nya yang begitu tertekan kesakitan.


" Hye-joon!! "


"Enggaaakkk!!! aku bukan penipu!!!.. hiks.. hikss... jangannn!! "


"Aaarrrghhhh, "


Yumi hilang akal, ia menarik jaket yang di pakai Sun-jae waktu itu tanpa meminta ijin. Yumi tau apa yang harus ia lakukan. Yumi menutup kepala Zoya dengan jaket itu dan mendekap nya dengan tenang.


"Zoya!! ini gue Yumi, tenang lah, tenang lah, "


"Haaaaaaa!!! " meski sudah di dekap Yumi, Zoya masih saja berteriak di luar kendali nya.


"Zoya, plis gue mohon jangan sekarang, kembali Zoya kembali. Tenang lah.. hiks, " Yumi menangis terisak melihat Zoya yang begitu tersiksa dengan trauma masa lalu nya.


"Bukan, aku bukan penipu, " gumam Zoya sedikit tenang, sementara Yeon-jin masih memegangi bahu Hye-joon yang sedari tadi menggerang kesakitan.


Sun-jae mendatangi Yumi yang berduduk di lantai hanya demi memeluk Zoya yang di selimuti jaket hitam nya Sun-jae.


"Yumi, bawa Zoya pulang aja,dia gak bisa di sini. Keadaan nya sangat kacau, " usul Sun-jae, Yumi menghapus air mata nya lalu menyetujui usul itu. Yumi tidak mengatakan sepatah kata pun kepada Hye-joon dan yang lain nya,ia beranjak membawa Zoya agar mengikuti nya.


"Nanti gue balik lagi, "


"Iya, lu anter Zoya dulu biar dia lebih tenang, " Yumi mengangguk pelan dan berjalan membelah kerumunan lobi itu. Hye-joon terbatuk ringan melihat kepergian dua gadis itu yang sebenarnya tidak tau apa yang sedang terjadi.


"Joon, kita balik ke ruangan, " Yeon-jin memapah Hye-joon di bantu Hyun-il. Ryung-jae sontak langsung menarik tangan Da-eun agar mengikuti nya.


"Urusan kita belum selesai, " kecam Ryung-jae dengan sangat serius menatap wanita itu penuh emosi.


Sesampainya di ruang kerja nya, Hye-joon merebahkan kepala nya di sandaran soffa setelah meminum sedikit air mineral.


"Gue gak tau kenapa Zoya bisa seperti itu, " ucap Dae-ho membuka percakapan. Yeon-jin menatap Da-eun yang terdiam di sebelah Ryung-jae.


"Da-eun coba ceritakan apa yang terjadi di lobi kantor saat abang gak ada, " Da-eun mulai gelisah harus memulai nya dari mana.


"Namanya Eonnie Zoya kan? " tanya nya memastikan dan mereka mengangguk menunggu penjelasan Da-eun dengan seksama.


"Kan tadi pagi i udah bilang ke abang, i mau ikut ke kantor cuma mampir doang, tapi pas udah sampai kantor i gak boleh masuk sama wanita penjilat itu, " sontak mereka mengerutkan dahi nya dengan tiba-tiba.


"Ha? penjilat? " beo mereka kompak, Da-eun sebak karena mereka tidak memperhatikan wanita itu yang sedang cari muka.


"You semua kalau tampan gak ada masalah tapi lihat juga di sekeliling you banyak yang tebar pesona. I lihat sendiri dia sedang dari perhatikan ke abang, "


"Ok.. ok terus gimana lagi? "


"Terus i maksa dong buat masuk, tapi dia gak percaya kalau i adik perempuan nya abang. I di katain gak mungkin abang punya adik miskin kaya I yang dari penampilan nya aja gak ada yang mencolok. Abang tau lah i gak suka ribet, " Ryung-jae menarik nafas dalam-dalam hingga sesak di dalam perut nya membuat nya terpaksa membuka kancing jaz nya.


"I gak level dengan abang yang tampan dan top manager, dia bilang I cuma cari perhatian aja terus ngaku-ngaku jadi adik perempuan abang. Padahal enggak, I di seret sama petugas buat keluar dari kantor. Terus Eonnie Zoya dateng tolong i, dia bantu jelasin kalau i gak bohong mungkin karena dia udah pernah lihat i waktu dia dateng ke mansion, " mereka semua menarik nafas setelah mengetahui cerita yang sebenar nya.


"You tau gak, perempuan yang jaga meja resepsionis bilang apa ke Zoya sampai buat dia begitu, " Da-eun mengangguk.


"Wanita itu bilang, Eonnie Zoya kaya mumi,terus di hina badan nya busuk ya makanya di tutupi semua bahkan sampai kepala nya juga, " mereka melebarkan kedua mata nya, Zoya di hina seperti itu dengan wanita murahan.


"Lanjutin, " pinta Yee-jun menahan sesuatu di dalam nya.


"Eonnie Zoya di katain wanita murahan pernah di sentuh pria lain, dan seorang wanita penipu. Datang ke kantor ini hanya ingin mencari perha---


Braaakkk


Mereka menendang sebuah meja kayu hingga bagian bawah nya rempal.Da-eun terkejut dengan tingkah mereka yang bersamaan.


Mereka beranjak bersamaan, dengan amarah yang mereka tahan dan sangat menggebu-gebu ingin segera di lampiaskan .


"Jerryyyyyy!!! " teriakan lantang Yeon-jin menggema di ruangan itu, kemarahan nya sudah tidak tertahan lagi, Jerry yang berada di balik pintu bersiap siaga membuka dan langsung menghadap atasan nya.


"Siap Tuan, " sahutan khas Jerry kepada sesama anggota jika situasi sudah berbeda.


"Bawa wanita itu ke basement , sekaranggg!!!! "Jerry mengangguk tegas dan langsung pergi melaksanakan tugas nya.


Ryung-jae mengulum bibir nya sembari berkacak pinggang menatap Da-eun, " Seeniii, “Seeni pun datang saat Ryung-jae berkode sangat serius.


"You pulang sekarang, jangan tunggu I di sini. Paman Seeni akan mengantar You, jangan bantah I, pulang sekarang, " Da-eun yang baru pertama kali melihat abang nya berubah menjadi monster pun tidak bisa membantah. Seeni menggiring Da-eun untuk di antar pulang.


Selanjut nya setelah Da-eun pergi, ketujuu pangeran itu melepas jaz nya dan sama-sama menggulung lengan kemeja putih nya sebatas siku.


"Gue udah mati saat Alexa pergi, dan sekarang gue ketemu lagi sama wujud kembar anak gue. Dulu gue gak bisa buat apa-apa untuk dia, sekarang jangn harap gue bisa diem di tempat, "


"Dead...


.......


.......


.......


.......