
HAPPY READING!!!
...Rumah bukan selalu tentang bangunan, tetapi tentang siapa yang menampung mu atau menerima mu saat sedang jatuh terluka.....
~Myung-jee
..._Dear A...
.......
.......
.......
...****************...
"Istirahat aja, hari ini kamu gak bibi ijinin kerja. Nanti bibi bilang sama Yumi kalau kamu hari ini gak masuk, " seru Tessa setelah meletakkan semangkuk bubur untuk sarapan pagi. Zoya hanya bisa terdiam saat larangan itu kembali terucap untuk nya. Zoya masih terlihat gelisah dan gugup sehingga kuku nya terkelupas karena ia menyuil-nyuil nya tanpa sadar.
Tessa mengambil tangan Zoya dan menggenggam nya, "Jangan sakiti diri kamu sendiri, ingat tubuh kamu adalah titipan dari Allah, dan harus kamu jaga. Kalau mau cerita, cerita aja sama bibi. Jangan di pendam sendiri nanti sakit, " ucap Tessa dengan nada lembut. Zoya merunduk kan kepala nya setelah menatap Tessa.
"Zoya gak papa, " gumam nya pelan.
"Jangan bilang gak papa, jangan pura-pura kuat kamu tetap lah manusia lemah di mata Allah, mengadu saja padanya bila kamu lelah. Dia gak akan ninggalin kamu, " Tessa menarik Zoya kedalam pelukan nya, mendekap nya begitu hangat. Hanya sebuah kehangatan yang Zoya perlukan saat itu, Tessa bingung tidak bisa berbuat apapun saat mental keponakan nya terguncang dan membuat nya terjebak dalam kehidupan masa lalu.
***
Sementara itu, Hye-joon dan ke-enam sahabat nya tengah kembali bersiap pergi kekantor, hari ini adalah hari peresmian mobil keluaran terbaru yang mereka rancang. Myung-jee sudah bersiap lebih dulu dengan setelan tuksedo. Ia berjalan menuju kamar Hye-joon yang pemilik nya pun belum keluar dari tempat.
"Hye-joon!! " Myung-jee mengetuk pintu kamar nya dan menunggu sahutan dari dalam.
"Buka aja gak di kunci!! " sahut Hye-joon pelan, Myung-jee mendengar itu dan membuka nya dengan perlahan.
Myung-jee masuk dan melihat Hye-joon masih mengenakan jubah mandi, ia masih sibuk mengeringkan rambut nya yang basah.
"Cepet banget siap nya, hyung, "
"Lu aja yang lama, gue mah setiap pagi memang selalu cepet, " jawab Myung-jee mendudukkan diri nya di sofa kamar yang sudah tersedia.
"Tumben ke kamar gue, " Myung-jee diam tidak bergeming, dalam saku Jaz nya Myung-jee mengeluarkan sebuah kotak kecil persegi panjang bewarna ungu.
"Hye-joon, " panggil nya pelan namun sangat serius.
"Ya, " Hye-joon menoleh menatap Myung-jee yang raut wajah nya sulit di artikan. Myung-jee meletakkan kotak itu di atas meja kaca, Hye-joon terdiam membeku melihat kotak itu.
Hal yang membuat nya terdiam, semua barang yang bewarna ungu mengingatkan nya kepada seseorang. Myung-jee sengaja memilih kotak bewarna ungu agar Hye-joon tau apa yang ingin ia sampai kan mengarah pada siapa?
Hye-joon menarik nafas dalam-dalam lalu ikut duduk di sofa berhadapan dengan Myung-jee.
"Hyung, "
"Apa ada yang mengusik mu? sehingga pergi menemui makam Alexa? " tanya Hye-joon penuh tanya. Myung-jee mengangguk pelan.
"Ini apa? kenapa harus bewarna ungu ini kan warna kesukaan Alexa, "
"Joon, lu percaya gak dengan istilah jiwa orang yang telah mati, " Hye-joon mengerutkan dahi nya.
"Gue gak tau harus percaya atau gak, tapi sebagian orang percaya dengan istilah itu, "
"Alexa meluk gue kemaren, " bola mata Hye-joon melebar, Hye-joon menatap Myung-jee dengan sangat intens mencari celah adanya titik kebohongan ternyata ia tidak menemukan nya. Myung-jee berkata jujur.
"Kok bisa? "
"Gue gak tau, intinya waktu gue nangis di atas makam Alexa. Tiba-tiba ada angin datang, dan sekejab gue ngerasa Alexa datang dan meluk gue. Ini bukan halusinasi, melalui hati yang terikat dengan nya. Gue bisa denger kalimat yang dia ucap kan, " seru Myung-jee sangat bersungguh-sungguh. Hye-joon membuang muka kesegala arah, ia kesulitan menelan salivah nya dengan raut wajah gusar.
"Hyung denger apa? "
"Dia bilang Alexa rindu kita semua, dia menunggu kita di alam sana, " mendengar itu saja membuat hati Hye-joon bergetar, hingga satu dua tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Lu benar-benar dengar itu, hyung, "
"Joon, saat kekuatan cinta menyatu sekalipun orang nya sudah meninggal pasti saat mendengar suara nya hati kembali bergetar dan gue ngerasain itu. Sama persis saat gue berada di dekat Alexa waktu dia masih hidup, " Hye-joon menangkup wajah nya, air matanya mengalir cukup deras.
"Dia kangen banget sama lu Joon, dia sedih liat lu terpuruk karena kehilangan banget. Joon,Alexa titipin pesan buat lu 'tetap ingat ade tanpa harus bersedih, peluk hangat untuk nya', " Hye-joon semakin terisak hingga tidak ada suara tangis nya, bukan kah itu sangat menyakitkan untuk nya bila menangis tanpa suara?
"Di dalam kotak itu ada bunga buat lu, khusus untuk lu. Gue petik dari atas makam nya, " Hye-joon mengambil kotak itu lalu memeluk nya dengan sangat erat.
"Joon ada satu lagi yang harus gue sampaikan, "
"Apa? " tanya nya dengan nada parau.
"Zoya adalah diri nya, meski pun jiwa nya berbeda, tetapi bisa di katakan Zoya adalah titisan dari Alexa, " Hye-joon terdiam, menafsirkan semua yang di katakan Myung-jee dalam bentuk logika.
"Hyung, kalau Zoya adalah titisan Alexa. Berarti ada suatu kejadian pada Zoya yang kita tidak tau mengapa bisa Zoya mirip sekali bahkan benar-benar seperti Alexa, " Myung-jee mengerutkan dahi nya.
"Gue gak ngerti maksud lu apa? "
"Nanti bakal gue jelasin, " Hye-joon menepis itu, ia beralih menatap kotak yang ia pegang dan membuka nya.
"Cantik, "
.... ...
.... ...
.... ...
Sorry klw part nya sedikit, jgn lupa like and komen yah👌😉