
...Berbicara tidak semenarik mengamati......
~Yee-jun
..._Dear A...
.......
.......
.......
.......
...****************...
Ada sekitar tiga ratus pria berbaju hitam berjalan mengikuti Yee-jun dari lorong bawah tanah mansion. Dengan banyak nya mereka yang sengaja di kerah kan untuk menjaga keselamatan atasan nya.
"Jun hyung dimana? " tanya Dae-ho mencari sosok pria yang jauh lebih tua dari nya.
"Bentar lagi, " jawab Hye-joon dengan tenang bersandar di badan mobil tanpa mengalihkan tatapan nya dari handphone yang sedang ia pegang.
"Eo.. itu dia, " beo Hyun-il menunjuk segerombolan manusia dari jarak yang cukup jauh. Mereka mengikuti arah tunjuk Hyun-il, Hye-joon yang cukup teliti melihat tidak ada Yee-jun di antara mereka.
"Hoiii, " panggil Yee-jun dari arah belakang,sontak saja mereka mengalihkan pandangan nya, ia sudah berada di dalam mobil milik nya sendiri. Setelan nya juga berubah, ia memakai Jaz hitam dan kaos hitam, rambut yang sedikit berantakan agar menambah kesan menawan, namun tetap saja Yee-jun pria dingin.
"Gue naik mobil sendiri, kalian barengan deh, "
"Hyung, aku mau ikut, " Yee-jun pasrah saat Hyun-il merengek tetap tidak bisa berkata tidak.
"Naik, "
"Jangan lupa kita kekantor dulu buat cek, " seru Yeon-jin mengingat kan nya lagi, Yee-jun mengangguk pelan dan menutup kaca mobil. Lalu menjalan kan nya setelah Hyun-il sudah masuk kedalam mobil nya.
Puluhan mobil hitam turut mengikuti kemana arah pergi nya, nyata nya Yee-jun menciptakan dunia mafia nya sendiri. Jika klan Delta hanya ia jalan kan lima persen, tetapi klan baru yang ia dirikan mencapai titik tujuh puluh persen. Klan baru yang berhasil ia dirikan bernama Kartel Bloods.
Jumlah anggota yang masih ia rahasia kan, bahkan ke-enam sahabat nya tidak mengetahui jumlah nya. Mereka hanya tau jika Yee-jun sudah mendirikan klan baru, selebihnya tidak tau apapun karena Yee-jun yang bersifat dingin, tertutup dan jarang berbicara.
Sesampai nya di kantor, dua bus wisata sudah terparkir di halaman kantor dan beberapa anggota sudah berkumpul dan membawa barang-barang yang mereka perlukan. Da-eun sontak saja langsung berlari kearah Zoya yang saat itu sangat mencolok di pandangan matanya, hijab dan gamis berwarna mocca dan sepatu sport putih yang Zoya kenakan juga menambah kesan simpel dan menarik.
"Eonnie!!! " Zoya melambaikan tangan nya, di sebelahnya ada Tessa dan juga Yumi.
"Siapa? " tanya Tessa berbisik.
"Adik nya atasan aku bi, kita temenan, " jawab Zoya, Tessa hanya memantuk-mantukkan kepala nya. Da-eun yang memiliki style sesuai dengan keberangkatan mereka,tampak santai namun lebih elegan.
Da-eun langsung memeluk lengan Zoya dengan girang nya, sebentar dari itu. Para pegawai di buat terpelongo dengan datang nya puluhan mobil hitam, sementara Hye-joon dan yang lain nya tidak heran dengan itu karena mereka sudah tau, Yee-jun berkendara paling belakang.
"Eh kok banyak banget mobil nya, siapa yah? " Yumi bertanya-tanya sedang pegawai lain terpukau.
"Yumi tau? " tanya Zoya.
"Enggak lah, gue juga bingung, "
"Yang ikut berapa orang rupanya? " tambah Tessa juga mengamati.
"Cuma lima puluh lima orang kok bi, "
"Itu kak Yee-jun dan tiga ratus anak buah nya, " sambar Da-eun membuat mereka terkejut bukan main. Puluhan mobil itu terhenti di dekat mobil sahabat nya. Keluarlah Yee-jun dan Hyun-il sembari membenahi topi hitam nya.
"Astaga... damage nya mafia banget, " sahut pegawai lain terpukau dengan Yee-jun yang sangat cool dan menawan di tambah lagi style celana yang sisi lutut kedua nya sengaja di robek.
Sedangkan anak buah nya berdiri di sisi mobil mereka masing-masing. Yee-jun dan Hyun-il berjalan berkumpul dengan sahabat nya. Zoya diam-diam menahan sesuatu di dalam hati nya.
"Yaa Allah.. hati aku kok berdebar yah? "
Gumam nya dalam hati tetapi masih tetap menundukkan pandangan nya menahan malu.
"Semua nya sudah berkumpul? "
"Sudah pak, "
"Baiklah sebelum perjalanan di lakukan, sebaik nya kita berdoa terlebih dahulu menurut kepercayaan masing-masing, " ujar Yeon-jin dan ke-enam adik nya langsung mengepal kan tangan nya sejajar dengan dada. Dan pegawai lain juga melakukan hal yang sama hanya beberapa orang yang berbeda, termasuk Zoya yang sedikit melirik kearah Yee-jun dalam hati yang kecut sembari membuka kedua tangan nya memohon perlindungan kepada sang Pencipta.
"Selesai...emmmm..saya harap kalian semua dapat menikmati perjalanan ini, jaga dan lindungi diri kalian masing-masing saat di luar sana. Waktu tempuh hanya berkisar 4-5 jam. Jadi saya harap jangan ada yang mati kelaparan di dalam bus, " cetus Yeon-jin sedikit melekit tetapi itu hanya lelucon biasa yang tidak mereka anggap serius.
Sementara Tessa terus mengingatkan Zoya untuk menjaga diri nya saat di luar sana. "Semua obat sudah bibi masukkan kedalam koper mu, termasuk obat penenang dari dokter. Jangan lupa di minum, kalau sudah sampai langsung telepon bibi, " seru Tessa sedikit khawatir dan terus mengingatkan, sementara Hye-joon dan yang lain nya masih setia berdiri di tempat.Jelas saja mereka juga mendengar pembicaraan Zoya dan Tessa.
"Iya bi ,Zoya inget, udah malu tau di liatin atasan aku, " bisik Zoya sedikit canggung.
"Gak papa, bibi takut kamu kenapa-napa. Itu di dalam tas hitam, bibi juga bawa termos mini mana tau kamu mau makan mie seduh jadi udah bibi bawakan juga. Nah ini bibi juga bawa bekal kamu makan di bus, bagi-bagi sama Yumi juga. Jangan pelit dosa loh, "Tessa memberikan bekal makanan yang sudah ia siap kan.
"Astaghfirullah, " Zoya sampai mengucap saking posesif nya wanita yang ada di depan nya,mau tak mau Zoya menerima bekal itu. Myung-jee sampai mendengus geli.
"Abang, i mau ikut sama eonnie Zoya naik bus. Eonnie bawa makanan banyak, " girang nya berteriak kepada Ryung-jae. Ia pun terkejut dengan keinginan sang adik.
"Da-eun you jangan macem-macem yah. Itu you bawa makanan satu koper, Zoya bawa untuk diri nya sendiri bukan untuk kamu, "
"Udah gak papa pak, saya juga tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting Zoya masih bisa makan, " sahut Tessa dengan lemah lembut, Ryung-jae hanya bisa pasrah saat Da-eun menjulurkan lidah nya mengejek nya.
"Hati-hati di jalan yah nak,kamu duduk bareng Yumi kan? " Zoya mengangguk tersenyum, Tessa masih menggenggam erat tangan nya seperti sulit mengijinkan nya pergi.
"Zoya pamit pergi dulu yah bi, Assalamu'alaikum, " seru nya melepas pegangan tangan Tessa. Zoya berbalik badan menggapai koper nya dan memberikan nya kepada seorang supir agar menyimpan nya di bagasi.
"Wa'alaikumussalam, nak jangan lupa yang bibi bilang tadi yah, "
"Iyah bi, " Tessa tetep gusar dan gelisah.
"Pak saya titip Zoya yah, " pupus nya menatap atasan Zoya dengan memohon, Hye-joon sedikit menarik bibir nya keatas.
"Saya kembali kan semua pegawai saya dalam wujud utuh tanpa kurang satu pun, " jawab nya bijak, mereka semua memasuki mobil nya sendiri. Pintu bus pun tertutup rapat dan Zoya sudah berada di dalam nya. Beberapa orang tua yang juga mendampingi kepergian anak kesayangan mereka pun juga ikut menunggu dan melihat keberangkatan itu.
Anh mendekati sang istri yang setia melambaikan tangan nya melihat Zoya duduk di sebelah kaca bus, seluruh mobil dan bus pun berjalan meninggalkan pelataran kantor perusahaan yang sedang di tutup.
Sementara Yee-jun dan Hyun-il kedua nya saling diam, Hyun-il asik melihat hiburan di handphone nya, sedang kan Yee-jun melamun dengan tangan yang memegang stir kendali.
Lain hal dengan Dae-ho, Ryung-jae dan Myung-jee yang sudah terlelap setelah tiga puluh menit perjalanan, dan supir pribadi yang langsung mengambil alih kendaraan tersebut.
Sedangkan di mobil sebelah, Hye-joon dan Yeon-jin duduk di jok belakang hal yang sama mereka tidak menyetir melainkan supir pribadi yang mengambil alih. Tampak membosankan selama perjalanan hanya bisa duduk, menonton handphone lalu tertidur.
Lain hal nya dengan kedua bus yang berjalan paling depan. Tampak suasana lebih hidup dan ramai,apalagi beberapa anak muda yang berstatus pegawai kantoran membawa gitar mereka masing-masing dan menciptakan lagu semangat untuk yang lain nya.
Hilir mudik berganti, sorak-sorak keseruan pun selalu terjadi, lempar lagu atau sambung lagu. Zoya bertepuk tangan ria dan begitu menikmati pertunjukan itu. Yumi dan Zoya duduk berdampingan sementara Da-eun berada di depan nya saling berhadapan dan terpisahkan oleh meja. Bus wisata yang mereka naiki adalah bus elit dan memiliki fasilitas lengkap berbeda dengan bus wisata lain.
"Da-eun, eonnie boleh nanya gak? " tanya Yumi kepada Da-eun, di tengah keseruan mereka menciptakan perbincangan pribadi.
"Boleh, "
"Pak Yee-jun itu beneran mafia? " tanya hati-hati
"Oh... iya, abang i bilang kak Yee-jun memang mafia bahkan dia ketua nya, " jawab Da-eun dengan santai.
"Tuh kan, apa gue bilang Zoya. Pak Yee-jun ketua mafia, " sulut nya pada Zoya yang sedari tadi diam memperhatikan.
"Terus kenapa? " tanya nya balik.
"Kalian gak takut tinggal sama mafia? " tanya Yumi lagi pada Da-eun yang kala itu langsung mengerutkan dahi nya.
"Kebanyakan nonton drama kamu, " sahut Zoya kepada Yumi yang sudah cengar-cengir.
"Takut? takut apa? bahkan temen-temen nya gak ada yang tau apa yang di lakuin kak Yee-jun. Dia tertutup banget orang nya, i gak tau banyak yah soal itu. Yang i tau, klan mafia yang didirikan eonnie Alexa itu udah lama bubar tapi sebagian anggota ada yang bekerja di kantor, kak Yee-jun hanya menjalan kan nya sebanyak lima persen. Tujuh puluh persen klan mafia dia bentuk sendiri , lumayan berhasil dan berpengaruh, i cuma tau itu. Eonnie Alexa dulu hebat banget, gak ada tandingan nya. Kaya ratu jin yang gak terkalahkan di dunia mafia, tapi gitu sebenar nya dia lemah, " Zoya terdiam membeku mendengar ucapan Da-eun, sementara Yumi mengangguk-angguk kan kepala nya setelah mendapat informasi baru.
"Dulu itu kak Yee-jun gak seburuk yang orang lihat, kak Yee-jun tuh sebenar nya humoris tapi ketutup lagi. Kehilangan eonnie Alexa buat dia juga kehilangan segala nya, "
"Kok bisa gitu? " sahut Yumi.
"Kak Yee-jun waktu itu kan pernah ngelamar eonnie Alexa saat detik-detik terakhir nya. abang i, kak Da-eun dan kak Hyun-il mati rasa banget di situ, kasian banget mereka sampai gak mau Terima cinta baru. Apalagi kak Yee-jun udah membatu ,hati nya tetep untuk eonnie Alexa sampai ajal menjemputnya, "
Baru Zoya sadari bahwa yang ia rasakan saat ini adalah...
Ternyata aku tidak bisa mencintai nya..
.......
.......
.......
.......