Dear A

Dear A
Sudah Jatuh Tertimpa Air



...Kamu tau Teluk Alaska?...


...Itu adalah aku dan kamu, sampai kapan pun tidak akan bisa menyatu.....


~Dae-ho


..._Dear A...


.......


.......


.......


...****************...


"Terus kenapa bapak nanya, " seru Zoya dengan lantang tanpa menyadari ia sedang berhadapan dengan siapa?


Yumi buru-buru menyikut lengan Zoya agar ia sadar, "Sakit Yumi, " keluh Zoya tidak peka juga.


Ketujuh pria itu menatap mereka dengan bingung."Udah-udah, kalian kenapa lari-lari sampai nabrak pintu? "tanya Myung-jee kepada ketiga pegawai nya.


" Zoya pak, "Zoya ternganga saat Sunjae menyalahkan nya.


" Lah kok aku sih, "


"Kamu tadi yang bilang mereka udah keluar, "


"Iihh kan kamu sama Yumi yang ajak aku pergi liat pengumuman di lobi Selatan, gak salah dong kalau aku bilang semua pegawai udah pada keluar dari ruang podium, " akhir nya mereka saling menyalahkan di hadapan pimpinan mereka. Hye-joon merasa ada sebuah kejanggalan di antara mereka.


"Kalian kok pada salah-salahin sih. Lu Sunjae yang tiba-tiba narik tangan gue, Zoya juga panik dan dia narik tangan Nona Da-eun, " Yumi berpihak pada Zoya sahabat nya sendiri dari pada teman satu pertengkaran.


"Iihh You jangan asal nyalahin eonnie Zoya dong. You juga panik kan takut ketahuan kalau you keluar duluan dari ruang podium, " mereka bertiga seperti mendapat sengatan listrik bertegangan rendah.


"Ekhem!!! " Hyun-il melipat tangan nya di dada sembari berdehem.


"Mati gue, " gumam Sunjae tidak bisa mengontrol ekspresi wajah nya agar tidak tegang.


"Bbb.. bb, " Zoya panik hingga nada bicara nya terbata-bata, "Itu pak.. anu.. saya gak ikutan, " tolak Zoya menggeleng keras.


"Uuppss.. i kelepasan, " gumam Da-eun tersenyum canggung.


"Hyung.. kaya mana? " tanya Hyun-il meminta pendapat mereka akan di apakan ketiga bocah nakal itu.


"Da-eun, hukum aja sekalian, " pupus Ryung-jae membuat Da-eun membelalakan mata nya.


"Abang, " panggil nya tidak menyangka.


"Kita bawa keruang eksekusi aja, " seru Dae-ho menggoda keempat nya agar semakin ketakutan.


"Wahh.. bercanda nya kelebihan bapak ini, " seru Zoya tampak meremeh, Yumi dan Sunjae langsung saja tersentak lagi-lagi Zoya kelewatan.


"Aduuhhh.. Zoya gara-gara lu hukuman kita bakal di tambah, " keluh Sunjae tampak pasrah kemungkinan ucapan Zoya tadi bisa berdampak besar.


"Lu mending diem di belakang gue, jangan ngomong, " geram Yumi menarik Zoya kebelakang tubuh nya.


"Aku kan gak salah... Yaa Allah selamatkan lah nyawa hamba mu ini, jika hamba meninggal hari ini bawa mereka juga bersama ku ke alam kubur, " seru nya menengadahkan tangan nya keatas, ketujuh pria itu tersentak, keaslian Zoya ternyata bar-bar dan tidak memiliki rem saat berbicara.


"Amin, "


"EH? "


"Zoyaaaaa!!! " pekik Yumi dan Sunjae benar-benar ingin menangis melihat tingkah abstrak sahabat yang memiliki julukan ratu loading.


"Eonnie Zoya ...keren, " Da-eun memberikan dua jempol kepada Zoya yang blak-blakan.


"Langsung seret!! " tegas Yeon-jin sebenarnya ia juga sedikit terkekeh geli melihat pegawai nya itu.


"Emmm.. gak gak gak bapak mau ngapain, " sahut Zoya sembari memberikan jurus kungfu ala kadarnya .


"Mau hukum kamu lah, " jawab Myung-jee menahan tawa.


"Udah langsung seret aja mereka berempat, " Yee-jun pun juga menimbrungi agar semakin menakuti mereka.


"Pak.. pak.. jangan dong, saya nubruk pintu ruangan pak Hye-joon masih sakit nih, " Yumi memelas agar tidak di hukum.


"Justru kamu harus ganti kerugian, lihat pintu saya bisa jalan, " jawab Hye-joon lebih garang.


"Ha? jalan? " beo Yumi tidak mengerti.


"Yumi si kaleng soda bodoh yaa, " Sunjae menggeleng-gelengkan kepala nya, "Bisa jalan tu maksud nya bisa kebuka, " sambung nya membuat Yumi mengangguk-anggukkan kepala nya.


"Ngapain lagi, masuk, " pinta Yeon-jin dengan tegas, seperti anak ayam dengan wajah cemberut dan pasrah ny mereka berempat masuk keruangan Hye-joon.


***


"Aakkhhh.. enak nya kopi hitam ini, " legah Dae-ho menyesap kopi hitam nya dengan begitu nikmat.


"Senang nya, " sambung Myung-jee menyadarkan punggung nya di sandaran soffa lalu menaikkan kaki nya keatas meja.


" 39..


" 40..


" 41..


"Masih lama lagi? gue tinggal tidur yah, " seru Yee-jun terkekeh geli melihat mereka yang begitu minta di kasihani.


"Abang, i haus, "keluh Da-eun kepada Ryung-jae.


"Siapkan dulu hukuman mu, nanti i kasih you minum, " jawab Ryung-jae dengan lempeng.


"Untuk yang tidak mematuhi aturan, kabur saat saya sedang berbicara, hemm mantap bukan? " Hyun-il tertawa gembira di atas kesedihan pegawai nya.


"Kalau gerak sedikit, air nya bisa mandiin kalian, "


"Lain kali jangan begitu yah, " sambung Hye-joon tertawa girang. Apa yang terjadi? Zoya, Yumi, Sunjae dan Da-eun hanya bisa menghela nafas pasrah ketika mendapat hukuman tidak berat tetapi merepotkan. Tangan yang harus bisa menahan timba air yang berdiri di atas kepala mereka masing-masing, dan pelengkap nya mereka harus berdiri dengan satu kaki lalu berhitung sesuai urutan.


"Belum diperbaiki? gue kepanasan ini, " keluh Yee-jun yang tidak bisa tidur karena kepanasan, ia mengibas-ngibaskan kerah baju nya demi mendapat udara dingin.


"Ada masalah di gudang, cuma AC doang yang mati. Seluruh lantai gak pakai pendingin, kaya nya tugas kantor hari ini hanya di lakukan setengah hari kalau perbaikan nya lama, " jawab Hye-joon menyesap kopi panas nya.


"Bagus lah,lebih cepat lebih baik, "


Yee-jun memilih sedikit menjauh dari tempat nya duduk, ia mencari kertas tidak pakai untuk nya mengipasi leher. Semua keringat Yee-jun mengalir deras dari dahi hingga leher , bahkan bagian punggung nya sudah basah terkena keringat yang terus mengalir.


Lain dari itu, ada sebuah mata haram yang tidak boleh ia lihat. Pipi Zoya bersemu merah karena sedari tadi ia terus memperhatikan Yee-jun yang berkeringat membuat nya tampak mempesona.


Zoya membuang pandangan nya kesegala penjuru, dalam hati nya terus beristighfar dengan cepat secepat jantung nya yang terus berdetak.


"Astaghfirullah.. astaghfirullah.. astaghfirullah..dosa Zoya bukan mukhrim, turun kan pandangan mu bahkan lebih baik aku mencium lantai dari pada melihat nikmat dunia tapi terhitung dosa, " gerutu nya dalam hati, tetapi setan dapat di kata setan yang terus merayu Zoya untuk melirik Yee-jun yang masih mengipasi lehernya dengan mata terpejam menatap Plafon, membuat diri nya semakin ketar ketir.


"50 Zoya.. Zoya.. bilang 50,"


"Eh iya.. 50,"


"51..


"52..


"53..


"54..


" Kalau di lihat habis berserakan pahala ku, kalau tidak di lihat sayang, barang bagus, "celetuk Zoya dalam hati, kemungkinan ia berada dalam masalah karena terpesona dengan Yee-jun.


" 70..


"58 Zoya bukan 70," geram Yumi melihat Zoya yang sedari tadi melamun . Zoya tidak mendengar Yumi berbicara, alhasil karena tidak sabar Yumi sedikit meninggikan suara nya.


"Zoyaaa!! "


Zoya terkejut menyebabkan kan kaki nya keseleo dan...


*Byurrr


Cpraass


Cpraass


Cpraass*


Zoya yang berada di ujung jatuh kesamping menimpa Yumi, dan Yumi menimpa Sunjae lalu Sunjae menimpa Da-eun.


"Haaaaapppp, " mereka gelagapan mencari oksigen karena timba yang mereka pegang berisi air, jatuh membasahi sekujur tubuh mereka semua.


Keenam pria itu langsung berdiri setelah melihat peristiwa sudah jatuh tertimpa air lagi.


"Dingin Oiiii!! " pekik Sunjae memeluk tubuh nya.


"Eh udah hidup AC nya? " tanya Myung-jee melihat kearah plafon.


"Aaaaaa!!! dingginnn!!! "


"Joon.. lu kerendahan nurunin volume AC nya, buruan naikin lagi, " Yeon-jin menegur Hye-joon yang Terpelongo. Akhir nya Hye-joon yang di kejut kan pun jadi linglung.


"Eo.. ya.. ya, "


"Wah banjir nih, " seru Yee-jun lempeng melihat keempat orang yang mereka hukum terduduk di atas lantai marmer dengan keadaan basah kuyup.


"Hahahaa.. ngapain duduk di bawah, " Hyun-il dan Ryung-jae tertawa geli.


"Berenang paakk, " celetuk Sunjae mengusap wajah nya yang basah.Mereka tertawa terbahak-bahak berhasil mengerjai mereka berempat bahkan tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.


"Myung-jee, kamu panggil Jerry suruh bawa lima handuk dan kopi panas untuk mereka, " pinta Yeon-jin akhir nya memberi pertolongan.


Bibir Zoya bergemeletuk hingga membiru menahan dingin yang menyeruak di dalam kulit ari nya. Sunjae, Yumi dan Da-eun terkekeh geli melihat Zoya yang imut-imut gimana gitu.


"Zoyaaa!!.. mantap, "


.......


.......


.......


.......