
...Entah aku yang terlalu bodoh atau diri mudah yang memiliki daya tarik luar biasa, sehingga mampu membuat ku tidak bisa melupakan mu....
..._Dear A...
.......
.......
.......
.......
...****************...
Yee-jun melihat kearah samping tempat Zoya tertidur dan masih belum membuka mata nya. Sementara Dae-ho yang menemani nya tertidur pulas di sofa ruangan itu, Myung-jee dan Hye-joon sedang pergi keluar tidak tau apa urusan mereka.
"Kenapa lama sekali dia bangun, padahal kaki nya yang tertimpa bukan kepala nya, " gumam nya mendesis.
"Lagi pula aku yang terkena racun ular tapi lebih dulu sadar dari pada dia, "
"Apa dia sedang tidur malam? ahh.. sial kenapa aku malah menggerutu tentang nya? " dengan kesal Yee-jun menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh nya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Yee-jun yang terlelap dengan pendengaran samar ia menangkap bunyi decitan dari samping tempat nya tidur.
Lampu yang tamaram dan suasana yang cukup sepi, Hye-joon dan Myung-jee pun sudah berada di sana menyusul Dae-ho kealam mimpi. Ternyata ada sebuah tirai yang menutupi sebagai pembatas, apa mungkin Myung-jee atau Hye-joon yang menarik tirai itu?
"Apa dia sudah bangun? " gumam nya bertanya-tanya. Yang ia ingat Zoya mendapat gips di kaki nya yang terdapat keretakan. Dari pada terus bertanya-tanya, ia yang mengenakan pakaian rumah sakit turun dari Brankar nya untuk melihat kondisi Zoya.
Srrekk
Ia menggeret tirai itu dengan satu tangan, Yee-jun melihat Zoya memejamkan mata nya namun dalam keadaan kaki yang polos tanpa selimut, selimut itu berpindah menutupi kepala nya yang tidak tertutup oleh hijab.
"Kenapa kau tutup kepala mu, sementara kami sudah melihat wajah polos mu, gadis kecil? " gumam nya bertanya-tanya.
"Setidak nya saya masih berusaha menutupi aurat saya pak, " balas Zoya pelan, ia membuka mata nya dengan perlahan.
"Kenapa kau lama sekali bangun nya? kan hanya kaki mu yang tertimpa bukan kepala mu, " kalimat tohokan itu berhasil menusuk relung hati Zoya. Dengan tatapan sendu Zoya memejamkan mata nya menikmati sakit nya mencintai sebelah pihak.
"Saya tidak tau pak kenapa saya lama bangun, tapi Terima kasih karena anda sudah menolong saya untuk kesekian kali nya, " balas Zoya mencoba untuk baik-baik saja.
"Hm? kesekian kali? oh iya sama-sama, tapi bantuan ku itu tidak perlu kau ambil hati, karena kau manusia yang harus ku tolong, "
Nyess
Perih nya ketika kau berkata seperti itu, apa kau melihat ku sebagai hewan ? yaa rabb perih sekali.
Zoya ingin menangis tetapi ia tahan itu semua dan tersenyum kepada Yee-jun, "Iya Pak terimakasih, " jawab nya sekena nya.
"Kau jika membutuhkan sesuatu, panggil lah seorang perawat. Brankar mu itu menimbulkan decitan keras dan itu sangat mengganggu pendengaran ku, jadi jangan mengharapkan bantuan ku karena kau tidak akan bisa menggantikan posisi Alexa sebagai cinta pertama ku. Lihat lah mata mu itu mulai menimbulkan ketertarikan pada ku, " Yee-jun menatap Zoya dengan sangat sinis dan menunjukkan sisi kalau ia membenci Zoya sepenuh hati nya.
"Oh ya dan satu lagi, ucapan mu pada malam itu tidak bisa membuat hati ku goyah. Jadi jangan berusaha untuk ku berpaling dari Alexa, " kecam nya lagi mengingat malam yang penuh dengan seribu bahasa.
"Iya Pak, saya faham, " jawab nya melemah, entah separah apa sekarang luka di hati nya yang mendapat kecaman kalimat menusuk dari Yee-jun.
Yee-jun pun kembali menarik tirai pembatas itu dengan sekali hentakan, dan ia kembali membaringkan tubuh nya di atas brankar tanpa rasa bersalah karena sudah menyakiti hati seorang wanita malang, padahal Zoya sudah di banjiri air mata kepedihan tanpa ada yang tau ia menangis tanpa suara.
*Untuk apa aku seperti ini jika harus disakiti terus menerus, bukan kah hati ku sudah lama mati tapi kenapa Tuhan memberikan satu benih cinta kepada makhluk nya yang perbedaan antara aku dan dia pun sangat jauh.
Untuk apa kau mencintai nya Zoya? lihat lah diri mu penuh luka yang sama sekali belum menunjukkan kesembuhan, seharus nya kau sadar kau dan dia tidak bisa di satukan dalam usaha sebesar apapun. Fahami lah, dia sudah menolak mu dengan tegas.
Atas dasar apa? aku seorang wanita yang baru sampai berani-berani nya mengotori isi hati nya yang sudah di isi oleh wanita yang sangat dia cintai, jelas saja aku akan di buang*.
Zoya menutup wajah nya karena tidak kuasa menahan tangisan yang sangat menyakitkan.
Pergi saja lah Zoya, bertahan karena cinta akan membuat mu lumpuh. Pergi saja lah Zoya, hati mu perlu di lindungi agar tidak sakit. Pergi saja lah Zoya, jangan berharap dia akan membalas cinta mu yang sudah terlanjur dalam.
"Yaa Allah, Tuhan ku, pemilik hati ku, yang paling berkuasa dan penolong bagi setiap hamba nya. Jika dia hanya sekedar singgah saja di hati ini, tidak apa-apa bila aku di sakiti hanya untuk sementara dan selepas itu engkau beri aku pelipur lara yang amat mencintai ku. Tapi jika sebalik nya, aku lebih ikhlas menerima hitungan luka di setiap ucapan nya. Gak papa, aku ikhlas yaa Allah, aku hanya ingin melindungi hati ku selebih nya aku ikut jalan takdir mu. Terima kasih atas nikmat ini,"
Zoya memejamkan mata nya dengan sangat erat, dan mengalir lah butiran deras yang sungguh membuat nya lemah tidak berdaya.
***
"Zoya, " panggil Myung-jee membuka sedikit tirai nya, Zoya buru-buru menutupi kepala nya dengan selimut karena terkejut dengan suara Myung-jee.
"Pak, "
"Bagaimana kondisi kamu? " tanya Hye-joon yang ternyata berada di belakang Myung-jee.
"Eo.. aku merasa lebih baik dari sebelum nya, " jawab Zoya dengan sopan, Myung-jee dan Hye-joon melirik kearah kaki Zoya yang terbalut lapisan keras.
"Apa perlu saya telepon bibi mu dan memberitahu kondisi mu? " seru Hye-joon mengejutkan Zoya.
"Jangan!!! jangan pak, saya mohon jangan beri tahu bibi saya sedang di luar negeri. Jangan membuat nya kembali ke Korea setelah mendengar kabar saya, " ujar nya panik dan takut jika atasan nya menelpon Tessa.
"Luar negeri? "mereka saling melempar pandangan.
" Aku sudah tau lebih dulu, "jawab Myung-jee dengan tenang.
" Lalu bagaimana kamu tinggal dengan kondisi seperti ini? "tanya Hye-joon dengan tidak enak hati, Zoya tersenyum getir ia merunduk menggaruk sela-sela jari nya, menandakan ia sedikit panik dan kebingungan.
" Saya bisa, "gumam nya pelan yang sesungguhnya pun ia tidak yakin dengan jawaban nya.
"Apa seperti itu cara mu mencari simpati agar kami bisa menolong mu? hei wanita, ayolah kau bisa memakai kursi roda tidak sulit kan? kau bisa menggerakkan lengan mu, " sambung Yee-jun yang begitu membenci Zoya hingga menganggap semua jawaban nya adalah bualan semata.
"Hyung, "
"Apa? yang ku ucapkan mungkin benarkan? kau... " tunjuk Yee-jun pada Zoya yang masih merunduk.
"Jangan mencoba untuk mengkotori isi kepala sahabat-sahabat ku...
" Jun Hyung, ucapan mu terlalu berlebihan, "potong Dae-ho melihat wajah murung Zoya yang begitu terintimidasi oleh perkataan Yee-jun.
" Kau juga sudah di kotori ya? "
"Di kotori apa nya, bahkan aku tidak pernah berbicara empat mata dengan Zoya. Hyung, sebenarnya kau yang terlalu banyak membual, " Dae-ho menolak apa yang di katakan Yee-jun adalah kebohongan dan ia sangat tidak menyukai perkataan Yee-jun.
"Jun Hyung, jika kau membenci Zoya karena rupa nya mirip sekali dengan Alexa, kenapa harus seperti ini. Benci saja diri mu sendiri, " sambung Hye-joon juga tidak menyukai perkataan Yee-jun.
"Waakkhhh.. kau ternyata wanita mulut berbisa yah, lihat bahkan ketiga adik ku berani menyela ucapan ku. Apa Jin Hyung, Hyun-il dan Ryung-jae juga kau perlakukan sama? hm? kau butuh perhatian? kau butuh kasih sayang? datang saja pada ibu sapi, jangan melibatkan sahabat ku. Permainan mu sungguh MURAH!! "
"Hyung!!! cukup, ada apa dengan diri mu. Kenapa kau seperti ini, Zoya tidak pernah melakukan hal seburuk itu. Fikirkan lah apa yang terjadi pada diri mu sehingga kau menyakiti hati Zoya yang tidak pernah menyakiti mu, " sentak Myung-jee membuat suasana menjadi panas.
"Jee, lu gak tau wanita ini pernah berusaha mencuci fikiran ku untuk melupakan Alexa selama nya.Tidak semudah itu gadis kecil!! " Zoya memejamkan kedua mata nya dengan lelehan air mata yang keluar satu persatu.
"Joon, lu tau gak, kalau seandai nya waktu itu wanita ini tidak mengalami kecelakaan dan mengubah rupa wajah nya. Mungkin sampai saat ini kita tidak akan kenal apalagi sampai menolong nya, "
"Apa? " beo Hye-joon, Dae-ho dan Myung-jee secara bersamaan.
"Apa yang Hyung katakan tadi? "
"Aku juga terkejut saat mengetahui dari mulut nya sendiri bahwa wajah nya itu hasil operasi plastik, " mereka bertiga tertegun dan menatap Zoya dengan tatapan penuh tanda tanya. Tanpa sadar Dae-ho juga mendekati brankar Zoya dengan bibir sedikit ternganga.
"Apa itu benar? "
Zoya menangis histeris, ia menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Karena ia menangis, selimut yang di pakai untuk menutupi kepala nya pun perlahan jatuh dan menampakkan rambut nya lebih jelas.
"Zoya, katakan dengan perlahan. Kami tidak meminta nya dengan terburu-buru, " seru Myung-jee lembut.
"Andai kecelakaan itu tidak terjadi, kedua sahabat ku pun tidak akan pergi meninggalkan ku.. hiks hiks, " ucap nya tersedu-sedu.
"Kapan kamu mengalami kecelakaan itu? " tanya Hye-joon, dengan cepat Yee-jun langsung menyambar.
"Tiga hari selepas kepergian Alexa, "
.......
.......
.......
.......