Dear A

Dear A
Data Personalia



...Kenyataan nya.....


...Kita selalu jatuh cinta dengan hal-hal yang tidak bisa kita miliki....


~Hye-joon


..._Dear A...


.......


.......


.......


...****************...


"Zoyaaaaaa!!! " teriak Yumi melihat Zoya yang baru memasuki lobi kantor, ia begitu semangat melihat sahabat nya sudah sembuh dari kecelakaan itu. Dan hari ini ia bisa melihat wanita bertudung pink sekaligus dengan rona wajah yang begitu cerah.


Zoya yang mendapat teriakan antusias itu pun merasa malu ketika mereka berdua menjadi bahan pusat perhatian. "Astaghfirullah, " gumam Zoya merunduk menutupi wajah nya dan berjalan dengan cepat.


Yumi yang sudah merentangkan kedua tangan nya berniat ingin memeluk Zoya, malah ia yang tersia-sia kan. Zoya berlalu dari hadapan Yumi tanpa menghiraukan nya.


"Yah gue di sia-sia in, " keluh nya memandang sedih lengan nya yang masih terbuka lebar.


"Sini gue aja yang meluk, " sahut Sun-jae teman kerja nya yang pagi itu juga baru sampai. Dengan cepat Yumi menurun kan lengan nya.


"Najis, " ketus Yumi melengos pergi dari hadapan Sun-jae.


"Dasar cewek, serba salah, " gerutu Sun-jae bersungut-sungut.


"Gue denger!!! "


"Iya iyaaa!! "


Zoya meletakkan tas selempang nya di dalam loker kerja milik nya dan memakai seragam cleaning servis yang sudah di sediakan kantor. Tidak lama Yumi dan Sun-jae pun datang menyusul nya, Yumi datang dengan rengekan sebal karena tidak mendapat balasan pelukan dari Zoya.


"Zoya, " rengek nya menarik-narik hijab Zoya dari belakang.


"Yumi yang cantik yang imut, baik hati. Mahsya Allah, " Yumi yang mendapat pujian pun berubah menjadi segar dan cemerlang seperti mendapat power full.


"Saya ShanZoya Almeera, " jawab nya selembut mungkin. Sun-jae yang mendengar itu pun bersungut-sungut di belakang Yumi.


"Pakai seragam kamu bentar lagi pak Hye-joon dan direktur yang lain akan tiba,LIMA BELAS MENIT LAGI, " seketika Yumi dan Sun-jae merubah raut wajah nya menjadi panik. Zoya yang sudah siap dengan pakaian kerja nya pun hanya bisa tersenyum lembut dan menepuk punggung Yumi pelan, ia berjalan meninggalkan mereka berdua di ruang loker.


"Lu kok gak bilang ke gue sih kalau jam nya udah mepet, " bentak Yumi pada Sun-jae.


"Bukan lu aja gue juga lupa kaleng soda, " celetuk Sun-jae membuka loker nya dengan sangat terburu-buru. Sempat-sempt nya juga Yumi mengge plak kepala Sun-jae karena sudah mencibir nya.


Tok tok


"Ekhemm... empat belas menit lagi, " Zoya menonjolkan kepala nya di balik pintu bermaksud mengingatkan sahabat nya yang malah bertengkar.


***


Hye-joon dan yang lain nya pun sedang berada di perjalanan menuju kantor, pagi itu tidak ada jadwal penting yang harus di selesai kan. Mereka berencana untuk mendatangi gedung pemasaran mobil mewah pada saat jam makan siang.


"Ada kabar tentang adik mu? " tanya Yeon-jin tetap melihat layar ponsel nya.


"Besok mereka akan kembali, " jawab Myung-jee menjawab pertanyaan Yeon-jin dengan hikmah.


"Empat hari juga mereka tidak masuk kantor, " sahut Hye-joon mengotak-ngatik iPad nya.


"Eo.. bagaimana ****** ***** mu? " secepat kilat Yee-jin melirik Yeon-jin yang telah mengubah mood pagi nya.


"Aku rasa itu tidak ada sangkut paut nya dengan pembicaraan kita, " ketus Yee-jun tanpa ekspresi, sontak itu mengundang tawa Myung-jee pagi itu.


Jauh dari jejeran pegawai kantor yang berpakaian rapi, berbeda dengan mereka yang tugas nya hanya petugas kebersihan. Mereka juga ikut merunduk saat Hye-joon dan yang lain nya barusan melintasi.


Hye-joon yang menyadari kehadiran Zoya pun menghentikan langkah nya begitu pula yang lain.


"Kamu sudah kembali bekerja? "Zoya merunduk lalu menjawab.


" Sudah pak, Terima kasih atas bingkisan nya, "Hye-joon hanya mengangguk tersenyum lalu berjalan pergi, ketika menyadari Zoya kurang nyaman berbicara dengan lawan jenis.


Zoya menatap punggung mereka berempat dari belakang, akhir-akhir ini sorot mata nya selalu ingin mengarah pada Yee-jun. Seketika Zoya tersadar dan tersentak.


" Astaghfirullah hal'adzim, Yaa Allah dosa Zoya gak boleh mikir orang yang bukan makhram ku, "Yumi yang mendengar gumaman Zoya pun tersenyum jahil.


" Kamu lagi jatuh cinta yaa? "Zoya menyelis ke arah Yumi yang berada di belakang nya.


" Enggak Yumi enggak,"


"Gak boleh Zoya, nanti Tuhan kamu marah, " Zoya mendengus geli melihat sahabat nya yang di katakan berbeda agama dengan nya namun Yumi selalu mengingatkan nya tentang peraturan yang selalu ia jaga.


"Terima kasih Yumi, "


"Udah yok kerja, Sun-jae dan yang lain nya udah pada bubar. Tuh jendela belum di bersihin, " Yumi menggandeng tangan Zoya dengan penuh semangat untuk bekerja pagi ini.


Tanpa mereka sadari dari lantai atas ada seorang pria yang tengah memperhatikan kedua nya,sembari menyesap kopi panas yang ia pegang. Ekspresi yang sulit di tebak, pria itu meninggal kan tempat itu setelah dua wanita yang sedang ia perhatikan sudah pergi menghilang.


Myung-jee masuk kedalam ruangan kerja Hye-joon sembari membawa map berkas, Myung-jee menyerahkan hasil laporan personalia setiap minggu nya.


"Ada yang berubah? "Myung-jee mengedikkan bahu nya, Hye-joon membuka map itu dan memperhatikan catatan-catatan setiap pegawai yang bekerja di perusahaan nya.


Tepat pada tabel terakhir, Hye-joon mengerutkan dahi nya. " Hyung, lu nyadar gak sih? "Myung-jee tampak terheran dengan pertanyaan Hye-joon.


" Apa? "


"Gue perhatiin setiap lu kasih data personal, karyawan satu ini selalu menghilang di tiga jam yang sama, " Myung-jee melihat tabel data yang di tunjuk Hye-joon.


"Masa sih, " Myung-jee tampak bingung, apakah benar yang di katakan Hye-joon. Hye-joon yang saya ingat nya lumayan tajam pun langsung mengambil telepon genggam yang berada di atas meja kerja nya. Menekan angka nomor yang ingin ia hubungi.


"Coba kamu bawa keruangan saya,berkas personal dari bulan-bulan yang lalu, lima menit dari sekarang, " pinta Hye-joon pada seseorang di sebrang telepon dengan penuh ketegasan.


Myung-jee melihat nomor seri pegawai itu, dan berusaha mengingat siapa pemilik nomor seri itu. Tidak berselang lama orang yang Hye-joon perintah kan sudah datang dengan setumpuk berkas.


"Myung-jee segera membuka berkas dari bulan-bulan sebelum nya, lalu menyamakan nomor seri yang sudah ia lihat.


" Iya bener, pegawai ini sering menghilang di jam yang sama. Gue baru nyadar, "Myung-jee menutup berkas itu, dan berniat menelpon Seeni.


Seeni yang di minta datang keruangan itu pun langsung berhadapan dengan Myung-jee dan Hye-joon.


" Coba kamu periksa nomor seri ini dan siapa pemilik nya, "Myung-jee memberikan nomor seri pegawai itu pada Seeni untuk memeriksa data detail nya.


Seeni membuka laman situs web perusahaan dan memasukkan kode nomor seri yang di berikan Myung-jee, tidak berselang lama data itu keluar dengan sangat jelas. Sebelum foto dan nama pemilik itu terlihat, mereka sudah membaca catatan ia pergi di jam yang sama itu dari hari ke hari semua nya berbeda dan ada juga alasan konyol.


" Aneh gak sil, "gumam Myung-jee.


" Tuan, nama nya sudah bisa terlihat, "seru Seeni sontak Myung-jee dan Hye-joon melihat secara bersamaan.


Mereka tertegun setelah membaca nama pemilik nomor seri, " SHANZOYA ALMEERA, "


.......


.......


.......


.......