Dear A

Dear A
Bahagia Bersamamu



...Mala petaka besar bila engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain....


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


.......


...****************...


Setelah kuda yang Zoya tunggangi telah kembali kedalam kandang nya, kini ia harus bergabung dengan anggota lain untuk menyelesaikan suatu misi sesuai tema perjalanan mereka yang akan berpetualang.


Bukan hanya pegawai, para atasan juga turut bergabung dalam permainan itu. Seneni dan Jerry sudah mempersiapkan apa yang akan di cari.


"Semua nya!! misi hari ini adalah, kalian harus mencari pita sebanyak-banyaknya. Untuk orang yang paling banyak mendapatkan pita kuning, akan mendapatkan hadiah misteri, "teriak Seeni menggunakan toa.


" Tapi misi kali ini kalian harus berjuang sendiri, dan saling memperebutkan pita kuning satu sama lain. Ketika kalian memasuki hutan, jangan melintasi garis merah yang sudah di tandai. Karena itu sudah termasuk hutan liar,berpencar lah keseluruh desa dan tempat yang menurut kalian itu ada, waktu di tentukan sampai matahari tenggelam jadi waktu kalian gunakan sangat banyak,"sambung nya lagi.


" Silahkan berpencar dan selamat bermain!!! "


"Wuuuuuuu!!! " semua pegawai mulai berpencar dan berlari memasuki hutan dan beberapa nya ada yang berlari melintasi jalanan menuju pedesaan dan melewati area peternakan.


Sedangkan Zoya, Yumi, In-na dan Da-eun masih berdiri di tempat. Hye-joon dan yang lain nya mendekati mereka.


"Kenapa belum berpencar? "tanya Hye-joon, Zoya mengerutkan dahi nya karena silau matahari.


" Bingung mau kemana dulu pak, "jawab Yumi juga melakukan hal yang sama.


" Pergi aja kemana yang kalian mau, tempat ini luas. Sekarang masih pukul 11 siang, waktu kalian ada tujuh jam sampai matahari tenggelam. Nikmati saja, "seru Hyun-il memakai penutup kepala.


" Waktu kita di sini hanya satu malam lagi, berjalan-jalan saja sesuka hati sambil menjalankan misi, "sahut Myung-jee lagi.


" Abang, i mau ikut eonnie Zoya, "sambung Da-eun berlari berdiri di samping Zoya.


" Kalau gitu, aku pergi sama Yumi. Kamu sama Da-eun ok, "sambung In-na langsung menarik tangan Yumi tanpa meminta persetujuan nya.


"Hyung, ayo kita pergi berdua, " ajak Dae-ho kepada Yee-jun.


"Bukan kah ini misi pribadi? "


"Pergi saja berdua, " sahut nya menarik tangan Yee-jun dengan cepat. Begitu juga dengan Ryung-jae dan Hyun-il dan Hye-joon bersama Yeon-jin. Sementara Myung-jee di tinggal seorang diri.


"Bapak sama kami saja, " Zoya menarik sedikit baju Myung-jee menarik nya untuk bergabung bersama nya dengan senang hati.


"Beneran? "


"Iya beneran loh pak, masa saya bohong, "


"Let's Go!!!! " pekik Da-eun menggandeng tangan Myung-jee dan Zoya bersamaan.


Mereka berlari dan bersenandung ria, melewati para anggota yang masih bersantai dengan misi nya. Mereka bertiga sampai di tepi danau dan menemukan empat buat pita kuning yang terikat di ranting pohon.


"Eo.. itu pita nya, tapi tinggi sekali, " keluh Zoya yang tingginya hanya sejengkal,bahkan jika di ukur ia hanya sebatas dada Myung-jee.


"Mungil, kecil.. hahaha, " ledek Myung-jee melompat meraih ranting itu dan mematahkan nya.


"Eonnie!! tolong aku, " Da-eun berteriak dengan susah payah ia berjinjit meraih ranting yang ingin ia gapai.


"Gendong-gendong, "


"Ha? siapa gendong siapa? "


"I gendong eonnie... you naik keatas bahu i, i kuat, "


"Enggak-enggak.. aku berat kamu gak akan kuat, "


"Hiii bawel, gak papa. You naik aja, " pinta nya Da-eun sudah berjongkok di bawah sana.Dengan ragu Zoya menaiki bahu Da-eun, dan ia pelan-pelan mengangkat Zoya yang ada di atas nya.


"Da-eun.. Da-eun aku takut ketinggian, "


"Pantas kau pendek sekali, " gumam Myung-jee terkekeh geli bersandar di bawah pohon melihat ulah mereka yang berusaha menggapai pita kuning itu.


"Dapat!! " pekik Zoya dan Da-eun kesenangan tanpa Da-eun sadari akar timbul yang ia pijak memiliki lumut dan keseimbangan nya hilang..


"Haaaaa!!! Da-eun!!! "


Bruuukk


Bak seperti suara karung beras, mereka terjatuh di atas tanah dengan tubuh penuh debu. Myung-jee malah terkekeh geli, lalu ia berusaha menolong Zoya dan Da-eun yang merintih kesakitan.


"Dapet pita nya? " tanya Myung-jee, sontak Zoya langsung menegakkan tangan nya ke udara. Berkibarlah dua pita kuning di tangan nya dengan sekali merdeka.


"Wiiihhh... mantap, "


"Addooohhhh!!! " pekik Zoya memegangi pinggang belakang nya yang lumayan sakit, sedikit goresan di telapak tangan nya dan mengeluarkan darah karena tergores batu kasar.


"Tangan eonnie berdarah, "


"Gak usah ngomong, lutut mu juga luka, "Da-eun yang tidak sadar langsung melihat lutut nya yang saat itu ia menggunakan celana pendek dan baru merasakan perih yang menjalar. Myung-jee yang melihat dua bidadari cantik sedang terluka langsung merelakan dua sobekan pita kuning yang ia dapat hanya untuk membalut luka kedua nya.


" Sini kaki kamu, biar kaka balut pakai ini, "


"You gak papa pakai pita itu? "


"Gak papa, "setelah selesai, Myung-jee meminta Zoya menyodorkan tangan nya.


" Untuk apa? "


"Saya mau lihat luka tangan kamu, ada darah nya tadi, " dengan ragu Zoya memperlihatkan telapak tangan nya yang lecet. Myung-jee langsung membalut nya dengan perlahan tanpa menyentuh kulit nya sedikit pun.


"Sudah selesai, " seru nya tersenyum cerah dan sangat hangat. Zoya sangat nyaman melihat senyuman Myung-jee yang sangat ramah.


"Terima kasih pak, "


"Kak, you bisa dayung sampan kan. You yang dayung yah. Eonnie ayo kita naik sampan, " pekik nya dengan begitu girang. Dengan senang hati Zoya juga begitu gembira menaiki sampan, meskipun terpaksa mereka berdua sudah berada dalam tanggung jawab Myung-jee.


Dengan pelan ia menaiki sampan dan bergabung dengan dua wanita yang sudah duduk di ujung sampan.


"Waaahh... huuuu!! "


Ccprass ccprass ccprass


Zoya bermain dengan air danau hingga air nya terciprat kemana-mana. Da-eun tertawa geli melihat air yang Zoya mainkan semua terarah ke Myung-jee. Dia hanya terdiam mematung ketika sampan mereka sudah sampai di tengah danau.


"Hahahaaa!! hahaha!! ada lumut nya.. hahaha.. haha, " Da-eun tertawa terpingkal-pingkal. Zoya tertegun dan sangat terkejut dengan ulah nya Myung-jee menjadi korban.


"Hehh pak biar saya ambilkan, " gumam nya cengingisan.


"Udah puas main air nya? "


"Hehh.. udah pak, enggak lagi, "


"Kamu gak sadar kalau baju kamu pun juga basah," gumam nya lagi dengan wajah datar.


"Enggak juga pak, "


"Hahahaha... ada lumut.. hahah, "


"Da-eun aku malu, kamu jangan ketawa terus, "


"Eonnie perut ku sakit... hahaha, "


"Hooooiiiii!! " pekik seorang pemuda dari pinggir danau, melihat mereka bertiga ada di tengah danau dengan sampai kecil yang mereka gunakan.


"Apaaaa!! " jawab Da-eun.


"Apaaa!!! gak dengar!! "


"Baliikk siniii!! "


"Danau? iya i tau kalau ini danau, " Da-eun yang pekak membuat Zoya dan Myung-jee membalas dengan tertawa renyah.


"Da-eun!!! i mau ikut you balik sini, "


"Gak!!! air nya gak surut penuhh nih, "


"Hahahaha... hahah, " mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal.


"Da-eun bodoh you!! " dengan sangat kesal akhir nya Ryung-jae meninggalkan danau itu. Da-eun mengerutkan dahi nya bingung kenapa abang nya malah pergi.


"Pak Jae mau ikut di sampan ini kamu kok ga nyambung sih, " Zoya mengusap air mata nya yang keluar akibat banyak menertawai Da-eun.


"Ryung-jae merajuk tuh, "


"Eh.. iya kah? "


****


"Pegangan yang kuat, satu dua tiga, " Myung-jee mendorong ayunan couple yang di naiki Zoya dan Da-eun.


"Pak jangan cepet-cepet yah, " panik nya takut dengan hempasan ayunan itu.


"Kak cepetin lagii!! "


"Ok pegang yang kuat, "


"Huuuuuu!! " girang Da-eun menikmati hembusan angin. Sementara Zoya sudah memejam kan mata nya dengan erat dan tidak ingin diri nya juga ikut terhempas.


"Pakkkkkkk!!!! taaaaa... takutttt!!! ... aaaaaaaa!!! " teriak nya memenuhi rongga telinga mereka, Myung-jee dan Da-eun sangat geli melihat Zoya yang sudah tolong-tolong. Myung-jee mendorong nya lebih kencang lagi, hingga hijab Zoya terhempas kesana kemari.


"Bapakkkkkkkkk!!!! "


"Hahahahah!!! "


"Zoyaaa.. jawab pertanyaan saya, kalau benar ayunan nya akan berhenti, "


"Haaaaaa!!!! " belum apa-apa Zoya sudah berteriak ketakutan.


"Hahahaha!! " Da-eun tertawa terpingkal-pingkal.


"Buah yang paling besar apa? " tanya Myung-jee kepada Zoya dari arah belakang.


"Haaa... itu.. kimchi!! "


"Hahahaha... sa.. salah.. " Zoya melawak di tengah ketakutan nya.


"Semangka!!! " jawab nya lagi sambil berteriak.


"Pakkkkkk!!! kenapa belum berhenti, " rengek nya semakin membuat mereka terpingkal-pingkal.


"Belum selesai, "


"Alat apa yang di gunakan untuk berfoto? " tanya Myung-jee sembari mendorong Ayunan nya.


"Tong... haaaaaa!!! " teriak nya lagi, Myung-jee terjengkang menertawai Zoya. Da-eun pun sampai menangis melihat Kekocakan Zoya.


"Salah, hahaha, "


"Kamera.. kamera.. kamera.. Pakkk Myung-jeeeeee!!!! " teriak nya sampai suara nya serak. Myung-jee menarik ayunan itu agar berhenti berayun, akhir nya ia dapat bernafas lega. Sementara Da-eun sudah tergeletak di atas rumput memegangi perut nya yang sakit.


"Bapak mah, tega banget sama saya, " seru nya menunjuk Myung-jee yang masih terkekeh ringan.


Sudah dua jam mereka menghabiskan waktu, Zoya baru mendapatkan delapan pita, Da-eun baru mendapatkan tujuh pita sementara Myung-jee hanya lima pita.


"Haduhhh.. eonnie lucu sekali tadi wajah nya saat berteriak, "


"Udah ah malu aku, " Zoya memegangi pipi nya yang bersemu merah.


"Sekarang kita kemana lagi? "tanya Myung-jee


" Ke taman bunga yang deket sama kandang ternak, "


"Oh yang banyak bunga putih nya itu? "


"He em, "


"Ayo kita kesana, " seru Myung-jee mengajak kedua wanita itu berlari bersama nya.


"Kalau saya bilang lompat.. semua lompat yah, " Myung-jee membuat sebuah permainan agar perjalanan mereka bertambah seru.


"Siaapp?fokus yah"


"Siaapp!! "


"Satu dua tiga.. lompat lompat lompat, "


Prok prok prok


"Jalan!! " seru nya tiba-tiba namun Zoya tidak fokus ia malah melompat lagi.


"Baaa!! Zoya gak fokus, "


"Bapak jangan cepet-cepet, "


"Ok, kali ini yang kalah harus mengejar yang menang sampai ke taman, "


"Ok siapa takut, " seru mereka berdua menantangi Myung-jee.


"Lompat.. lompat... lompat.. diam, " Zoya dan Da-eun berdiri mematung sesuai instruksi dari Myung-jee.


"Wlekkkk.. kita berhasil, " ejek Da-eun menjulurkan lidah nya.


"Lagii, lebih fokus.. hayo yang kalah harus siap-siap ngejar, " seru Myung-jee mengingatkan mereka berdua yang sudah bersiap-siap fokus dan mendengar instruksi dari Myung-jee.


"Baikkk!! "


"Lompat lompat lompat lompat diam lompat lompat lompat lompat diam diam lompat!! "


Prok


"Haaaa!! Da-eun kalah.. Zoya lari!!! "Myung-jee mengajak Zoya berlari dari kejaran Da-eun yang mengejar mereka berdua.


" Aku adalah harimau yang akan memakan kalian berdua, "Zoya dengan geli hati berlari bersama Myung-jee menghindari kejaran Da-eun.


Mereka bertiga melintasi Dae-ho dan Yee-jun yang sedang berhenti di pinggir jalan. Mereka bertiga tidak menghiraukan nya, dan fokus terus berlari menikmati dunia hiburan yang di ciptakan Myung-jee. Zoya terus melihat kebelakang, melihat Da-eun yang mengejar nya semakin dekat.


" Menjauhlah Da-eun!! "


"Zoya cepatt!! "


"Eonnie.. eonnie.. eonnie, lihat jalan Eonnie!!!! "


Bruaakkk


.......


.......


.......


.......


Sorry, banyak banget typo nya. Tapi sudah saya perbaiki kok, maaf ya:)