Dear A

Dear A
Menghilang nya Sebuah Kabar



...Akan ada waktu nya dia tidak mencintai mu lagi...


~Ryung-jae


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


...****************...


"Tuan, apa anda tidak berniat mencari nona Zoya? " seru Romeo dengan khawatir nya ia terus melihat arloji nya. Sementara itu, Yee-jun tampak cuek dan terus menatap tablet nya.


"Siapkan mobil, aku akan menyusul Hyun-il dan Myung-jee, " ucap nya menghiraukan perkataan Romeo.


"Tuan, "


"Dia wanita murahan, saya ga minta kamu buat berbicara tentang wanita itu, " kecam Yee-jun dengan rahang mengeras.


"Tuan, " panggil Romeo sekali lagi.Yee-jun menghela nafas berat lalu membanting Jaz yang ia lepas kan dengan kasar.


"SAYA, TIDAK PERDULI DENGAN WANITA ITU, " tekan nya meninggalkan Romeo seorang diri dengan kemarahan di luar kendali nya.


"Astaga, bagaimana pun juga nona Zoya itu seorang wanita, " gumam Romeo menghela nafas tidak tau harus berbuat apa?


Sedang Boy yang baru sampai di New York pun kewalahan mencari dimana keberadaan sahabat karib nya itu, tidak tau arah mana dulu yang harus ia cari. Zoya tidak memiliki handphone untuk dapat di hubungi.


"Astaga Zoya, lu dimana coba? " Boy mengacak-acak rambut nya dengan sangat frustasi.Boy berlari kesana kemari tidak tentu arah, berulang kali ia menunjukkan foto Zoya pada para pejalan kaki yang berlalu lalang, tetap nihil.


Boy memutuskan mencari nya di bandara internasional, mengharapkan sesuatu yang mungkin akan menemukan Zoya. Tetapi tetap saja tidak menemukan hasil, jelas saja karena waktu tempuh perjalanan menuju New York membutuh kan waktu yang cukup lama.


"Astaga, " Boy mengeluh dan putus asa jalan mana yang harus dia ambil agar Zoya segera di temukan.


"Boy, " suara lemah itu membuat Boy membuka mata nya selebar mungkin. Boy langsung berbalik arah dan melihat Zoya dengan langkah kaki yang begitu lambat.


"Zeeee!! " Boy berlari memeluk Zoya yang hampir tumbang di jalanan. Wajah nya pucat dan pakaian nya begitu kusam.


"Zee, bangun Zee, " Boy langsung menghentikan taksi dan menggendong Zoya masuk kedalam mobil itu.


***


Pyarrr


Myung-jee membanting vas bunga tepat di hadapan Yee-jun yang raut wajah nya sangat acuh dan tidak perduli akan kemarahan Myung-jee.


"Anj*ng, " umpat nya menggebu-gebu lalu bergegas meninggalkan ruangan yang cukup tegang dan memanas.


"Kau juga akan marah seperti Myung-jee? "tanya Yee-jun dengan tatapan datar melihat Hyun-il yang begitu kecewa menatap diri nya.


" Tidak, tetapi aku membenci mu, hyung, "tegas nya langsung menyambar Jaz hitam nya lalu meninggalkan Yee-jun seorang diri.


" Huufffhh, "Yee-jun menghela nafas sembari meletakkan tangan nya di atas pinggang.


" Apa perbuatan ku ini salah, Romeo? "


"Sangat tuan, "Yee-jun mendecakkan lidah nya setelah mendapat jawaban dari Romeo yang berpihak pada kedua adik nya.


" Padahal aku hanya tidak ingin menggantikan posisi Alexa di keluarga ini dengan wanita sialan itu, "gumam nya sangat mengobrak-abrik.


"Mendiang Nona Alexa pasti juga marah dengan perilaku mu ini, tuan, "Yee-jun sedikit meluluh saat mendengar nama Alexa wanita kesayangan nya.


" Baiklah, ayo kita cari wanita itu, "ujar nya dengan gamblang, sampai Romeo melebarkan kedua bola mata nya. Apakah Yee-jun benar-benar tidak ada rasa bersalah?


" Tuan, "


"Apa? apa sekarang aku salah mengambil keputusan? "


"Apa kau tidak ada rasa menyesal setelah menampar nona Zoya? "Yee-jun melirik ke kanan dan kekiri layak nya sedang mencari salah nya dimana?


" Lalu? "


***


"Yee-jun-aaaaaaaaa!!!!! " teriakan menggelegar datang dari ruangan kerja milik Yeon-jin.


"Dasar laki-laki kep*rat kauu!! "


Braakkk


"Kenapa? "


"Bibi itu datang mencari Zoya, " Yeon-jin memijat pelipis nya yang begitu ber denyutan.


"Dimana Hye-joon? "


"Dia sedang rapat dengan para pimpinan, " Yeon-jin menghela nafas dengan amat berat, apa yang akan mereka katakan tentang keberadaan Zoya yang berhasil menyeludup di dalam koper milik Yee-jun?


Mereka berjalan dengan langkah kaki yang cukup lebar, dari lantai dua Yeon-jin sudah di suguhkan pemandangan yang sangat menegangkan dan cukup membuat tenggorokan nya tercekat. Dua insan yang sedang duduk dengan tenang di sofa lobi kantor menunggu kehadiran Zoya dengan hati bahagia, namun apa yang harus di nyatakan?


"Maaf, dimana Zoya? " tanya Tessa langsung to the poin saat melihat Yeon-jin terlihat di pandangan nya.


"Eee... boleh kita bicara di ruangan saya? "alih Yeon-jin dengan raut amat canggung.


" Kenapa anda begitu tegang, istri saya hanya menanyakan dimana Zoya. Sebab kami melihat Zoya tidak pulang ke apartement, jadi kami datang kesini menanyakan nya langsung kepada kalian, "Anh menerobos pembicaraan tanpa memberi celah Yeon-jin untuk nya berfikir.


Keringat dingin mulai membasahi pelipis nya, dan kesulitan bagaimana harus menjawab pertanyaan tersebut?


" Zoya tidak ada, "sambar Dae-ho dengan gamblang sampai membuat Yeon-jin menatap nya dengan cepat.


" Dae... "ucap Yeon-jin tidak bisa berkata-kata.


" Ga ada cara lain Hyung, berbohong pun percuma Zoya memang tidak ada, "jawab Dae-ho berhasil membuat mereka menjadi pusat perhatian di lobi perusahaan.


" Kamu bicara apa? "tanya Tessa kurang memahami kalimat Dae-ho, kenapa Zoya bisa tidak ada?


" Kemana Zoya, kenapa bisa tidak ada? "tanya Anh juga sedikit tidak mengerti. Dengan amat berat Yeon-jin menarik nafas nya dan memejam kan mata nya untuk memulai pembahasan.


Yeon-jin mendudukkan diri nya di sofa, ia menggigit bibir bawah nya dengan perasaan campur aduk.


" Jadi begini, saat masa perjalanan tour kantor ada kejadian yang sangat tidak di ingin kan, "mulai nya membuat Tessa dan Anh saling berpandangan.


" Kejadian apa? "


"Malam kedua, empat orang di antara anggota tour sempat menghilang di tengah hutan saat menjalankan misi, " Anh menegak kan bahu nya, ia sudah bisa merasakan firasat yang kurang enak di dengar.


"Termasuk Zoya juga menghilang saat itu, " sambung Dae-ho membuat kedua insan itu melemas terlebih lagi Tessa.


"Tim keamanan berhasil menyelamatkan keempat nya namun dalam kondisi yang kurang baik, "


"Astaghfirullah Zoyaaa, " Tessa merintih mendengar kabar buruk itu.


"Yang mendapat luka parah, Yee-jun dan Zoya. Kaki Zoya tertimpa dahan kayu yang cukup besar membuat kaki nya harus di gips, dan di tambah lagi racun ular yang menyengat di tubuh nya, " jelas Yeon-jin benar-benar membuat mereka tidak sanggup untuk mendengar.


"Racun ular? "


"Itu karena Zoya berusaha menyelamatkan Yee-jun yang terkena gigitan ular berbisa, jadi Zoya berusaha menyedot racun itu dengan bibir nya, "Tessa ternganga dan bergitu amat terkejut sampai memeluk sang suami karena syok mendengar kabar buruk yang harus ja terima.


" Karena keadaan nya cukup buruk, kami terpaksa menghentikan tour itu dari rencana yang sudah kami tentukan sebelum nya. Dan melihat keadaan Zoya yang kurang baik, atas laporan yang kami Terima bahwa bibi dan paman sedang tidak ada di Korea melainkan di luar negeri. Jadi, untuk sementara kami membawa nya bersama kami, "jelas Yeon-jin dengan perasaan sangat tidak nyaman.


" Lalu di mana Zoya sekarang, kami akan membawa nya pulang, "tutur Tessa dengan tergesa-gesa.


" Hal itu lah yang kami sendiri takut untuk menjelaskan nya, "sambung Dae-ho menggigit bibir bawah nya.


" Kenapa? "tanya Anh mengerutkan dahi nya.


" Zoya menyelinap masuk kedalam koper Yee-jun yang akan segera berangkat ke Amerika tepat nya New York, "Tessa tidak bisa berkata-kata lagi ia hanya menatap ketiga pria itu dengan tatapan kosong.


" Maksud anda, sekarang Zoya ada di Amerika bersama pak Yee-jun? "tanya Ang memastikan dengan sungguh-sungguh, Yeon-jin dan Dae-ho mengangguk dengan ragu-ragu.


" Massssss!! bagaimana ini, "Tessa menangis terisak di pelukan suami nya, sembari memikirkan bagaimana nasip keponakan nya.


" Kenapa jadi seperti ini, yaa Allah, "keluh Anh berusaha menenangkan istrinya. Yeon-jin dan Dae-ho hanya menunduk pasrah jika mendapat amukan.


" Saya dan adik saya meminta maaf atas kecerobohan ini, "gumam Yeon-jin benar-benar penuh penyesalan.


" Yah, memang ini salah kalian, dan kalian harus bertanggung jawab atas kejadian ini, "ucap Anh dengan menggebu-gebu.


" Kami akan berusaha mengembalikan Zoya dengan utuh dan selamat, "


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Bersambung.. ...