
...Betapa susahnya tatkala engkau mencintai seseorang yang engkau sendiri tahu ia tidak akan pernah menjadi milik mu....
..._Dear A...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...****************...
Mansion itu sepi setelah kepergian Myung-jee dan sahabat-sahabat nya, tinggal lah Zoya, Da-eun dan Yee-jun yang berada di mansion. Hanya untuk mengistirahatkan tubuh mereka usai kecelakaan yang menimpa.
"Da-eun, perban kamu udah harus di gantikan? "
"Eo.. iya, abang udah siapin maid untuk ganti perban di kepala i, i mau mandi dulu, "
"Eo, baiklah aku akan berjalan keluar, "
"Eonnie, hati-hati, "
"Iyah baiklah aku akan mendengar nya, " jawab nya sedikit jengah karena Da-eun terlalu mengkhawatirkan nya tetapi tidak dengan diri, begitu juga dengan nya merasakan kehangatan karena masih ada seseorang yang sangat peduli dan memperhatikan nya.
Zoya menutup pintu kamar Da-eun dan mengayuh kursi roda nya menuju lift, saat pintu lift terbuka tatapan nya teralihkan pada pintu yang tidak tertutup rapat. Awal nya ia hanya ingin mengabaikan nya saja, namun melihat semua ruangan tertutup rapat, ia ragu untuk mengabaikan nya.
"Apa aku tutup aja yah? " gumam nya, akhir nya setelah berdebat singkat Zoya memutuskan untuk menutup pintu itu yang ia sendiri tidak tau pemilik ruangan itu siapa?
Karena pintu itu berada di sudut, tepat pada belokan membuat kursi roda nya tersangkut dan tidak bisa mendekat.
"Yah nyangkut, "keluh nya melihat roda nya tidak pas dengan arah belokan lantai dua. Zoya memegang besi pembatas dan sedikit tarikan, ia berhasil berdiri dari kursi nya namun dengan kaki satu dan kaki sebelah nya hanya bisa menyeret di atas lantai.
" Coba jalan pelan mungkin bisa, "niat nya meraba dinding untuk nya berpegangan agar tidak jatuh. Knop pintu telah di genggam nya, namun mata nya tertarik untuk melihat isi ruangan itu dengan rasa penasaran.
" Isi nya foto dan semua nya terpajang di dinding, "Zoya melompat-lomoat kecil memasuki ruangan itu untuk melihat nya lebih jelas.
Dahi nya mengerut, lagi-lagi ia melihat foto wanita itu, " Dia lagi, mungkin sampai kapan pun penghuni rumah ini tidak akan bisa melupakan wanita setengah bidadari ini, "gumam nya mengusap figuran dinding yang berdebu. Gaun Toska, dengan taburan mutiara dan seonggok mahkota serta tujuh pangeran yang bersanding dengan nya menambah kesan yang istimewa untuk di lihat. Bukan hanya satu, di atas figuran yang sedang ia usap masih ada banyak lagi dan itu tersusun rapat.
Sisi kiri ia melihat figuran bingkai kecil yang berisi masa-masa bahagia yang mereka isi dengan sejuta kenangan, potret canda, tawa dan ceria banyak berkumpul di atas meja yang di buat khusus untuk menunjukkan foto lama itu.
Sisi kanan tampak masa sulit nya ketujuh pangeran itu, baik dari pekerjaan kecil hingga potret mereka yang berjalan sukses merintis perusahaan kecil menjadi besar.
" Banyak sekali foto kenangan di sini, "gumam nya, Zoya meraba dinding dan melompat kecil mendekati lemari setengah tubuh dalam puluhan laci kecil.
Zoya berniat untuk membuka salah satu laci itu, namun niat nya itu terhentikan dengan suara yang berhasil mengejutkan nya.
Jdaaarrr
Zoya berdiri kaku saat pintu tertutup sangat keras, apa mungkin mereka marah jika orang asing menyentuh barang mereka?
" Apa keperluan mu di sini? "tanya seorang pria berparas tampan nan dingin menatap punggung Zoya dengan sangat tajam.
Dengan jantung yang berdebar kencang, Zoya membalikkan tubuh nya dengan perlahan. Dia adalah Yee-jun, seorang pria yang sangat terang-terangan membenci sosok Zoya yang menurut nya adalah wanita licik yang ingin menyerupai wujud wanita kesayangan nya.
" Ta.. ta.. tadi.. ak.. aku cuma.. mau.. nu---
"Cuma mau nutup pintu? tapi kau juga ikut masuk? iya? " Zoya kesulitan menelan salivah nya, Yee-jun ternyata sangat menyeramkan dari yang ia bayangkan.
"Engga pak, "
"Lalu ini apa? kau ingin merusak foto wanita kesayangan ku karena cinta mu tidak terbalas? iya? " Zoya berusaha menahan nafas saat contact mata nya beradu pada mata Yee-jun.
"Astaghfirullah.. engga pak demi Allah, saya ga ada niat buruk, "
Yee-jun mendekati kearah Zoya dengan tatapan yang sulit di artikan. Zoya sedikit gemetar, dan takut apa hal yang akan Yee-jun lakukan padanya di tempat sunyi ini?
"Pak.. bapak mau ngapain? " seru nya panik, dan meraba-raba dinding untuk segera menjauhi Yee-jun yang semakin dekat. Kaki nya terseret hingga ia merakasan linu dan rasa nyeri.
Yee-jun menghentikan langkah nya tidak jauh dari tempat Zoya berdiri membuang nafas dengan cepat. Yee-jun menegakkan tubuh nya dan mengembalikan tatapan nya lebih ringan.
"Zoya, " panggil nya.
"Apa kau sungguh mencintai ku? " pertanyaan itu lantas membuat Zoya semakin goyah apalagi dengan tatapan Yee-jun yang sangat membuat keimanan nya hampir runtuh.
Zoya berusaha sekeras mungkin agar tidak berhenti pada pusat bola mata Yee-jun yang selalu membuat jantung nya berdetak lebih kencang. Jawaban apa yang akan ia berikan, sementara ia kesulitan mengontrol perasaan nya.
"Untuk apa bapak tau? " balas Zoya bersikap tenang, Yee-jun menghela nafas lalu menegakkan kembali tubuh nya. Alis nya naik sebelah dan ia menganggukkan kepala nya.
"Saya rasa kau tidak perlu mencintai saya, apalagi dalam ukuran yang sangat dalam. Sebab, posisi mu tidak akan tergantikan oleh wanita itu, " tunjuk nya pada bingkai foto berukuran cukup besar yang berada di belakang tubuh Zoya. Yah, Zoya tau siapa wanita itu, wajah nya mengeruh dan cukup perih untuk di rasakan, ini adalah cinta sebelah pihak dan cinta jarak yang sangat jauh, tembok pemisah antara perbedaan itu.
Yee-jun menyunggingkan sudut bibir nya, lalu berjalan meninggalkan Zoya di dalam ruangan itu. Bathin nya berteriak akibat kalimat menusuk yang tidak pantas ia dengar.
Yah, aku tau. Aku tidak layak menggantikan posisi nya, derajat kita sangat lah berbeda. Sebaik nya aku tekan kan dari sekarang, kau tidak akan pernah membalas perasaan ini apalagi membayang kan bahwa aku bisa memiliki mu, bahkan alam mimpi kesulitan mengatur itu. Berkaca lah Zoya, kau bukan wanita impian nya. Hentikan sampai di sini, Yee-jun tidak akan membawa mu ke surga nya Allah, kau harus menjauhkan hati mu dari nya. Lupakan.. lupakan perasaan brengsek ini...
Zoya memukuk-mukul dada nya penuh nafsu, hanya sesak dan rasa sakit yang menggelora membuat nya kesulitan bernafas.
"Eonnie! " Da-eun tiba-tiba muncul dari balik pintu, ia melihat Zoya sedang kesulitan menyeimbangkan tubuh nya.
"Eo.. Da.. Da-eun, kau sudah selesai? " tanya nya sambil tersenyum getir memperbaiki keadaan seperti semula, walaupun hati nya sedang menahan sesuatu.
"Eo.. maid baru selesai mengganti perban i, i lihat kursi roda you ada di sana, jadi i kaget you kemana tanpa kursi roda. Ternyata you di sini, " Da-eun berjalan menyusul Zoya dan memapah bahu nya.
"Kursi roda nya tersangkut, jadi aku berusaha untuk jalan dengan satu kaki, "
"You masih sakit, ga boleh di paksa in, " Da-eun memapah Zoya untuk duduk di sofa ruangan itu.
"You kok bisa sampai sini? kan jarak nya jauh dari kamar kita, " tanya Da-eun menerka-nerka kenapa Zoya bisa mengetahui ruangan ini.
"Aku tidak sengaja melihat ruangan ini pintu nya tidak tertutup rapat, jadi aku berniat untuk menutup nya dan berjalan kemari. Tetapi aku malah lancang dan masuk keruangan ini tanpa ijin pemilik nya dulu, " Da-eun menatap Zoya cukup lama.
"Kak Yee-jun menyakiti mu lagi? " sontak Zoya langsung menatap Da-eun secepat kilat.
"Aaa.. engga, dia cuma bilang jangan masuk sembarangan, kamu lihat? " Da-eun menganggukkan kepala nya.
"I lihat kak Yee-jun keluar dari ruangan ini waktu i cari you, "tawa nya sungguh hambar dan penuh kebohongan. Da-eun melihat sekeliling ruangan itu, sebagian nya penuh dengan kenangan bersama ratu nya mereka semua.
" You pasti risih lihat setengah rumah ini seluruh nya penuh dengan foto eonnie Alexa, "
"Ha? engga.. aku ga risih sama sekali, aku hanya tidak percaya diri melihat kecantikan nya, " Da-eun tersenyum getir.
"You tau ga, kenapa abang i sama sahabat nya sulit bila ingin menggantikan posisi eonnie Alexa? " Zoya menunduk dengan senyum canggung nya.
"Karena dia istimewa, "
"Tidak hanya itu, "Zoya menatap Da-eun dengan raut penuh tanda tanya.
"Apa setelah nya? " tanya Zoya dengan rasa penasaran.
"Aura nya, "
"Aura? "
"Selain cantik dan berparas layak nya bidadari, Eonnie Alexa memiliki aura yang sangat positif, nyaman, hangat,kebahagiaan dan penuh cinta kasih,i bisa rasain itu. Dan menurut i cuma dia satu-satu nya wanita yang memiliki aura itu, jadi....
" Itu adalah alasan kedua kenapa abang i dengan sahabat nya tidak akan bisa melepas eonnie Alexa secepat itu. Tapi i yakin mereka akan memilih jalan nya masing-masing meskipun dalam waktu yang cukup lama, "Da-eun tersenyum lembut menatap Zoya.
" Dari cerita i tadi, you ga perlu merasa ga percaya diri. You adalah you, hidup you adalah milik you sendiri, jadi lah diri you sendiri karena setiap orang memiliki penilaian yang berbeda. Meskipun kak Yee-jun ga suka sama you, you ga perlu merasa kesepian. Yang you lihat hanya Yee-jun yang membenci yo secara terang-terangan tapi di luar sana you ga tau kalau lebih banyak lagi orang yang sayang sama you. Dunia ini luas, bukan hanya seluas mata kaki saja, "Zoya menatap Da-eun penuh haru.
"Hidup ku hanya di hantui ketakutan, "
"Noo!! tidak ada yang perlu di takutkan, manusia yang menganggu you adalah sampah dan you adalah pemulung nya. Jadi...
" Bersihkan..
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...