
...Jadi siapa pemenang nya?...
...Masa lalu atau Aku?...
~Shanzoya
..._Dear A...
.......
.......
.......
.......
...****************...
Seorang bodyguard menemukan titik tempat Yee-jun dan Zoya berada melalui sinar senter yang masih menyala, hal itu mengundang perhatian pria berpakaian serba hitam.
"Semuanya!!!! cepat lah kemari, “teriak nya memanggil seluruh kawanan untuk berkumpul dan menyelamatkan Yee-jun dan Zoya.
" Cepat bawa Tuan Yee-jun dan Nona Zoya, sekarangg!! "pinta berteriak tegas dan mereka memboyong kedua tubuh insan yang sedang tidak sadarkan diri.
Begitu juga dengan Da-eun, tetapi sayang nya wajah nya sudah sangat pucat bahkan seperti tidak ada darah mengalir.
Seluruh pegawai dan atasan tengah menunggu di luar pondok dengan perasaan cemas, sesekali juga Myung-jee membuang nafas gelisah tetapi air mata nya tetap keluar. Begitu juga Ryung-jae yang menangis di pelukan Hyun-il karena sang adik tidak kunjung kembali.
" O.. maafkan aku yang gagal menjaga mu, padahal aku sudah berjanji, "gumam nya menyeka air mata nya.
" Jee, jangan menyalahkan diri sendiri, kita sudah berusaha menjaga nya, "Yeon-jin menepuk-nepuk punggung nya. Hye-joon yang melihat sebuah cahaya yang tidak hanya satu dari dalam hutan, langsung menyadari bahwa itu para bodyguard yang berhasil membawa mereka bertiga, namun sama saja ketiga nya kembali dalam kondisi genting.
" Hyung, mereka kembali, "seru nya, membuat yang lain nya begitu was-was dan berlari untuk melihat.
" Eoo... Da-eun, Da-eun, "Ryung-jae menggumam sembari terus berlari menjemput kawanan bodyguard itu.
Saat mereka hampir dekat dengan bodyguard yang baru saja keluar dari hutan, begitu sakit nya hati mereka saat melihat Zoya, Yee-jun dan Da-eun dalam kondisi tidak sadarkan diri.
" Eo.. eo.. eo.. Zoya.. Zoya.. "gumam Yumi yang melihat sahabat nya tidak sadarkan diri dan kondisi kaki yang penuh luka dan darah segar pun terus menetes.
" Eeooo!!! Da-eun!!! "teriak Ryung-jae memeluk sang adik dalam dekapan nya.
" Jun.. Yee-jun, ada apa ini? "tanya Yeon-jin dengan sangat panik.
" Maaf Tuan, kami terlambat menemukan ketiga nya dalam kondisi sadar, Tuan Yee-jun seperti ny terkena gigitan ular, sementara Nona Da-eun kami menemukan diri nya tergeletak di tanah dengan kepala membentur batu, Nona Zoya...
"Kenapa? kenapa dengan Zoya? Kenapaaaa!! " teriak Yumi mengabaikan rasa sakit yang menjalar di kaki nya, dan menangis begitu deras nya.
"Seperti nya Nona Zoya menghisap racun ular itu, makanya ia bisa pingsan, "Hyun-il yang ikut menangis, menghapus air mata nya dengan kasar.
" Siap kan mobil, cepat bawa mereka kerumah sakit sekarangg!! "
"Siap Tuan, "
"Tapi di sini tidak ada rumah sakit, bagaimana kita akan membawa nya? " tanya Yeon-jin juga sangat khawatir dengan kondisi ketiga nya.
"Eo.. permisi, kalau tidak salah di desa ada sebuah klinik kecil, " sahut seorang pegawai memberitahu sebuah informasi penting.
"Bisa kau tunjukkan tempat nya, mereka harus segera di selamat kan, " seru Myung-jee memangku kepala Zoya dalam ribuan kekhawatiran.
"Yaa aku akan memberi tahu dimana tempat nya, "
***
Seorang pria berjaz putih keluar dari ruang perawatan nya dengan wajah yang langsung tidak mengenakkan.
"Dokter, bagaimana? "
"Ini cukup rumit sebenar nya, mengenai kelengkapan alat medis yang saya punya hanya terbatas, kalian harus membawa nya ke rumah sakit besar, "
"Apa kondisi ketiga nya sangat mengkhawatirkan? " tanya Yeon-jin, dokter itu menggeleng pelan.
"Maksud saya, seorang pria dan wanita berhijab itu harus di bawa kerumah sakit besar. Kaki nya mengalami keretakan di bagian tulang kering nya, saya tidak bisa menangani keretakan itu, pihak dokter harus melakukan pemindai CT. Dan satu lagi, racun ular yang menyebar di seluruh tubuh nya lumayan cukup banyak, "mereka menahan nafas nya sejenak, mengalih kan semua keadaan agar lebih tenang.
" Eo.. kira-kira perjalanan kami menuju rumah sakit berapa lama? "tanya Dae-ho.
" Sekitar 1 setengah jam, sebaik nya cepat lah berangkat sekarang. Saya sudah memberika penawar racun di tubuh kedua nya, "Hye-joon mengusap wajah nya dengan kasar.
" Ryung-jae, jaga lah Da-eun . Jih Hyung, Hyun-il dan Ryung-jae tetap lah disini, aku, Dae-ho dan Jee Hyung akan menangani semua nya, "sahut Hye-joon yang akan mengambil alih tanggung jawab nya.
" Hyung, tolong pastikan mereka berdua tidak apa-apa, "ujar Hyun-il merasa khawatir.
" Itu semua akan terjadi, "
Hye-joon dan empat mobil hitam sudah menunggu di depan klinik untuk mengantar mereka kerumah sakit yang tempat nya itu berada di kota ilsan. Sementara Yumi hanya mendapat luka memar yang tidak mesti di tindak lanjuti dalam pengawasan dokter, saat melihat Zoya dan Yee-jun keluar dari klinik dan mengangkut nya dalam mobil, Yumi menangis, karena nya lah semua nya terjadi, karena nya lah Zoya belum juga membuka mata dan harus di bawa kerumah sakit.
"Zoya, " gumam nya melihat Zoya di letakkan di kursi belakang dengan Myung-jee yang memangku kepala nya.
Sementara Yee-jun di letakkan di mobil kedua dan Hye-joon yang menjaga nya. Dae-ho yang hanya bisa diam seribu bahasa memilih duduk di dalam mobil yang sama dengan Hye-joon. Dan dua mobil lain nya untuk bodyguard yang akan mengiringi perjalanan mereka.
"Dae, kau baik-baik saja kan? " Dae-ho menoleh kebelakang saat Hye-joon menanyainya.
"Aku harap semua nya baik-baik saja, " jawab nya ringkas namun wajah nya tampak guratan kemurungan.
***
Sudah tiga puluh menit mereka menunggu di luar setelah sampai di rumah sakit, satu-satu nya dokter yang menangani mereka berdua belum juga keluar dan menyampaikan kabar baik.
Seorang perawat keluar dari ruang rawat memanggil mereka untuk bertemu dengan dokter di dalam sana, "Keluarga pasien diharapkan untuk menghadap dokter, " seru nya dan mereka bertiga beranjak membuka pintu.
Mereka melihat Yee-jun dan Zoya berada di atas brankar dengan alat yang terpasang tubuh masing-masing.
"Ada apa, Dokter? "
"Racun yang menyebar di tubuh pak Yee-jun cukup banyak, tapi untung saja kalian cepat memberi nya penawar racun jika tidak, mungkin pak Yee-jun dalam kondisi kritis, " mereka menghela nafas lega dan sedikit tenang.
"Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan, kita hanya menunggu beliau sadar, "Myung-jee terkejut saat menyadari sesuatu di penglihatan nya sangat ganjil.
" Sebentar.. kenapa kau tidak memberi nya hijab? "tanya Myung-jee menunjuk Zoya yang kepala nya sudah polos tanpa sehelai benang. Mereka bertiga sampai menahan nafas nya, saat melihat wujud asli wajah Zoya tanpa hijab.
" Maaf pak, di rumah sakit ini kami tidak menyediakan kain penutup semacam hijab. Hijab yang di kenakan nya sudah koyak dan kotor, "jawab perawat itu menjelaskan nya.
" Lalu bagaimana dengan kondisi nya? "tanya Dae-ho membuka topik yang sebenarnya.
" Nona Zoya harus kami beri gips di bagian kaki kiri nya. Dan... "Dokter itu menoleh ke brankar Zoya.
" Dan? "
"Maaf untuk kesalahan kami yang tidak menjaga aturan nya, " sambung dokter itu menundukkan kepala nya untuk permintaan maaf nya.
"Kami permisi dulu, " Hye-joon mengangguk an kepala nya.
Bagaimana? kota ini bukan tempat nya mayoritas muslim berada. Tiba-tiba saja Dae-ho menangis menutupi wajah nya dengan dua telapak tangan nya.
Tidak heran jika Dae-ho menangis tiba-tiba, karena dari tempat mereka berdiri di sebelah brankar Yee-jun dari samping saja mereka sudah melihat sesuatu yang sangat menggetarkan hati.
"Astaga.. aku rindu sekali dengan nya, " Hye-joon berjongkok menangis dengan sangat deras. Sementara Myung-jee menatap langit-langit kamar untuk menahan air mata nya supaya tidak tumpah.
"Aaiissh.. apa ini kebetulan? berat sekali menahan rindu ini.. hiks.. hiks, " akhir nya Myung-jee menyerah untuk menahan nya,pipi nya sudah basah dengan air mata kerinduan.
"Eo.. sakit sekali saat aku melihat nya tapi aku tidak bisa memeluk apalagi menyentuh nya.. eo sakit, " Dae-ho memukul-mukul dada nya penuh nafsu.
"Alexaa!! " Hye-joon menunduk meraung menyebut nama yang sangat ia istimewa kan.
"Ada apa dengan kalian? " suara serak setelah bangun dari pingsan pun berhasil mengalihkan atensi mereka, meski pun dengan tersengguk-sengguk.
"Hyung, "
"Tidak usah menangisi ku, aku baik-baik saja, "
"Aa.. tolong turun kan kepedean mu itu, " gumam Hye-joon membuat Yee-jun melirik kearah lantai.
"Lantas? " air mata Dae-ho kembali mengalir deras saat melirik ke brankar Zoya, ia terpaksa menunjuk nya dan membuat Yee-jun mengikuti arah tangan nya.
Baru saja aku bertemu dengan mu dan memelukku dengan hangat, kenapa semua itu tidak berlanjut juga di dunia nyata? kenapa kau menyiksa ku dalam serangkai kata rindu yang tidak bisa kau balas. Dan hanya kau titip kan pada seseorang yang sangat ingin ku menjauh dari hidup nya, bukan kah kau bilang hati ini hanya untuk mu?
.......
.......
.......
.......
.......
Selamat menunaikan ibadah puasa untuk semua readers muslim, dan ada sebuah salam toleransi dari tujuh pangeran...