
...Aku baik, kamu baik...
...Kita hanya dua orang manusia yang di ciptakan bersama namun tidak di takdir kan untuk bersama.....
~Shanzoya
..._Dear A...
.......
.......
.......
.......
...*****************...
Pov Yee-jun
Meski sejuta senja, ku merindukan bayang mu namun hidup ku harus terus berjalan dengan hati Rela...
Sekuat apapun aku mengatakan bahwa diri mu tetap akan kembali hidup, nyata nya tidak. Harus ku akui hidup di dunia ini begitu sangat kejam, bahkan ia tega menelan jasad mu yang anggun. Sudah ku katakan berulang kali..
Aku Mencintaimu..
Aku mencintaimu..
Aku akan tetap mencintaimu..
Dan aku akan selalu mencintaimu..
Jika aku berteriak sekencang mungkin, bahkan saat pita suara ku putus pun. Kenyataan aka tetap sama, takdir ku mengatakan untuk merelakan mu. Tapi aku tidak bisa, satu tahun kita berpisah tanpa sua,rindu ku tetap membekas dan cinta ku masih bersemi dan tetap hidup, menurut ku.
Oh tidak, air mata sialan ini jatuh membasahi foto mu yang sedang ku genggam erat. Tidak menetes bukan berarti sebuah isyarat aku tidak apa-apa.
Tidak apa, tidak apa aku hidup tanpa cinta asal kan diri mu selalu ada. Tidak apa, tidak apa.. cantik jangan bersedih, aku tidak akan meninggalkan mu meski pun kita berada di alam yang berbeda.
Aku hanya menunggu giliran untuk kembali menghadap Tuhan, lalu kita akan bertemu di alam yang sama.
End..
***
Selesai menunaikan ibadah nya, Zoya berniat pergi keluar pondok hanya untuk mencari udara segar.
*Tempat ini adalah healing terbaikku, melepas semua beban yang ku pendam lalu membuang dan membakar nya seiring masa lalu yang masih terus berputar.
Andai kau tau rasa nya jadi aku yang tidak karu-karuan, aku stres, aku depresi, aku ada tapi tidak di anggap. Status ku hanya anak terbuang yang memiliki kedudukan sebagai korban perceraian. Andai aku tau, seperti apa wujud seorang Ayah dan Ibu, andai aku tau arti sebuah kebahagian, andai aku tau hidup ini sangat menyedihkan jelas saja aku tidak ingin di lahirkan.
Lubang gelap yang di gali kedua orang tua ku lalu memasukkan ku dalam sana, dengan nuansa dan jeritan ketakutan, kesepian, menangis, merintih dan meraung. Andai aku tau... andai aku tau*..
Zoya berjalan melangkah tanpa arah, menikmati semilir angin yang terus menerpa wajah nya. Melepas semua beban yang bergantung-gantung di seluruh tubuh nya...
*Aku harap kau pergi terbawa angin, biar aku tenang sebentar saja tanpa apapun yang harus aku fikir kan. Aku kuat, aku sehat hanya di luar. Nyata nya aku yang merasakan, dan aku yang melihat luka ini sudah bernanah.
Luka ini ku biar kan selama lima belas tahun, dulu aku ingin sekali croat-cepat menjadi wanita dewasa, nyata nya aku sedikit mulai merasakan jika dewasa mampu membuat ku mati terbunuh. Clue nya mati terbunuh oleh takdir atau tetap hidup meski di hantam tombak.
Ini cerita ku, akan ku ceritakan seperti apa kisah kelam yang ku lalui yang tanpa sadar aku hidup memang seorang diri*.
Tanpa sadar Zoya sudah sampai di pagar pembatas jurang, dan diam merenung dalam kenikmatan sendirian.
*Dulu aku pernah hidup di kastil tua, aku di bawa ibu dan ayah ku kedalam tempat menyeramkan itu yang hanya ada satu rumah di antara ratusan pohon. Setelah enam tahun ibu ku menikah baru lah aku terlahir dari rahim nya, saat itu umur ku masih berusia lima tahun. Aku ingat karena itu juga luka.
Ayah ku pemabuk dan pemain judi, ibu ku lah penghibur nya. Hanya itu pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari nya, aku tidak dekat dengan ayah ku saat itu. Dia hanya seorang pria bertubuh gempal dan bila tertawa seluruh tubuh nya bergoyang. Hanya itu yang ku ingat..
Suatu siang, aku tertidur di kastil itu hingga sore menjelang baru kusadari kastil itu sepi tidak berpenghuni. Kala itu aku menangis Sekuat-kuatnya nya, aku takut, aku takut sangat takut. Aku hanya seorang diri, aku berusaha berteriak, menjerit dan menggedor-gedor pintu. Baru ku sadari ternyata pintu itu terkunci dari luar..
"Kasihan nya gadis kecil ku!! "
Aku menyayangi mereka berdua, tetapi terdengar kalimat itu seketika ingin ku patah kan leher kedua nya*.
Zoya mencekram erat pagar itu sampai sedikit menciptakan getaran.
*Hingga suatu hari, ada sebuah pertengkaran hebat yang mereka alami, aku ada barang yang berusaha di perebutkan. Milik ku atau milik mu!!!
Ibu membanting lampu yang tertempel didinding hingga bau minyak tanah berserakan di lantai. Ayah mencekram dengan sekuat tenaga mempertahan kan ku di dalam pelukan nya, luka itu adalah penyakit lama yang tidak kunjung sembuh. Dan siapa yang berhasil? ibu ku, dia pemenang dalam perceraian ini karena berhasil merebut hal asuh nya. Tetapi dengan sangat kejam, ibu ku mengambil ku namun juga menelantarkan ku begitu saja.
Oh ibu, aku belum pernah merasakan pelukan hangat mu, tetapi kau sudah berulang kali merasakan pelukan palsu dari pria bajingan yang selalu kau sentuh dan kau hancur kan rumah tangga nya. Namun aku tetap menyayangi mu*..
Tanpa sadar, air mata Zoya jatuh satu per satu mengalir dengan sangat sempurna..
*Luka apalagi yang kau beri? kau memberiku sebatang coklat namun kau menyuntikan bisa ular agar aku mati, nyata nya itu tidak berpengaruh untuk ku, tapi akan menjadi luka yang membengkak.
Suatu waktu aku mencoba melawan mu, meminta belas kasihan mu agar aku bisa merasakan kasih sayang mu, berharap hubungan kita sangat harmonis tetapi yang ku dapat...
"Dasar anak anjing!! kau tidak tau cara aku mengasihi mu dengan mencarikan mu makan dan merawat mu itu perlu biaya. Jika kau tidak sadar, mati saja sana lekas lah, "
Betapa rusak nya mental dan seluruh bathin ku yang membiru membekas kan seluruh kelabu yang entah kapan sembu.
Kau membunuh ku namun kau juga yang menyembuhkan, lain hal nya jika kau bosan akan mengajak ku tertawa, lain hal nya lagi jika kau tertekan, aku yang akan tertikam.
"Kakek, aku mau jajan, "
"Minta saja pada ibu mu yang pelacur, "
Oh.. ingatan apalagi ini, wajah bengis yang selalu kakek tunjukkan untuk ku akibat ketika sukaan nya terhadap ku.
"Nenek, aku tidak bisa berhitung, "
"Kau belajar lah sendiri, hidup ku terlalu merepotkan di tambah lagi dengan kehadiran mu. Sudah ku kasih makan harus nya kau bersyukur jangan meminta lebih, atau tidak akan ku buang kau ke pinggir jalan, "
Dead!!
Hati ku membatu, hati ku mati.. ini tidak adil bahkan saat umur ku belum tepat untuk mendengar makian itu tetapi harus ku telan dengan sangatttt perih*...
Air mata nya kian mengalir semakin deras tanpa jeda sedikit pun, hijab nya juga mulai basah karena air mata yang terus menerus berjatuhan.
Aku tidak punya teman, aku ada tapi tidak di anggap. Sempat aku berfikir, harus kah aku membayar mereka agar mereka tetap menjadi teman ku? ini sangat menyedihkan. Kelurga tidak ku dapat, teman tidak mampu ku raih, pacar?
Suatu waktu, aku mulai bermain. Ini adalah hiburan pertama ku di mulai, aku lelah, letih, kesal, marah, dan benci semua menjadi satu. Sekolah menengah pertama ku tempuh, sosial media ku arungi dengan dalam. Dengan lihai aku bermain, intro dan lima orang pria ku jadi kan pelampiasan sebagai kencan pertama menjadi pacar. Aku bosan, keesokan nya aku memutuskan semua hubungan itu. Aku bermain lebih dalam lagi, enam pria dewasa telah ku dapat tanpa tatap muka hanya modal ketikan jari dan katakan 'I love you' sungguh menjijikkan.
Apa arti dewasa? mereka yang tau segala nya dan mulai memperalat seorang wanita polos seperti ku, meminta keperawanan ku untuk di ikhlaskan. Melebihi bajingan, seluruh kontak aku block permanen. Lelah letih dan kesal ku belum menghilang, ku biarkan itu bersarang. Aku hanya seorang diri, tempat ku adalah malam dan nyaman ku adalah diam. Soal cinta, aku pernah mencintai dua orang pria tidak sekaligus, tetapi di tolak. Ngenes..
Aku terkenal bodoh dan tidak punya otak karena tidak bisa apapun, aku pernah di undur kan kelas mulai sejak kelas empat, karena tidak mengerti apapun. Yah itu lah aku, emosi yang memuncak. Tidak ku biarkan itu semua terjadi. 3..2..1 juara kuraih di setiap tahun nya, teman? toxic. Bersenang-senang adalah cara mu menghilangkan depresi yang mulai tumbuh sejak saat itu. Tatto ku ukir, rambut ku semir dan celana ku gunting menjadi di atas lutut. Perlahan-lahan diri ku mulai berubah, aku terkenal ceria dan mudah di manfaat kan, di hina dan di ejek mati-matian.
Luka kumenambah, dan kepada siapa aku mengadu? saat itu aku tidak mengenal Tuhan. Kehancuran dunia ketiga ku dengar saat Ayah ku meninggal dan aku tidak dapat menemani saat-saat terakhir nya, karena... ibu melarang ku melihat pria itu.
Entah.. aku pun tidak tau seperti apa diri ku, hancur ?yaudah lah, melebur? biar lah.. mau di lawan? mati aja lah..
Akhir tahun aku menemukan pria yang ternyata dia satu daerah dengan ku, selamat.. aku terjatuh kedalam lubang kenikmatan, mahkota ku hancur melebur tanpa tersisa, cipratan darah menjadi bukti nya.
Hah.. rasanya aku ingin mengubur diri ku hidup-hidup..
.......
.......
.......
.......