Dear A

Dear A
Zoya Aktif Zoya Loading



...Harus di akhiri karena keadaan yang menghakimi, harus di sudahi karena semesta tidak merestui. Kita adalah cerita yang telah selesai, ketika perasaan yang belum usai.....


~Yee-jun


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


...****************...


Da-eun celingak-celinguk, setelah keluar dari toilet ia kebingungan tiba-tiba kantor itu mendadak sepi. Da-eun mendengar pengumuman yang sempat berdengung di seluruh lantai, tetapi Da-eun tidak tau dimana tempat studio podium itu berada?


Zoya yang ternyata tidak ikut masuk keruangan itu, melihat Da-eun yang kebingungan. Dari arah belakang Zoya berupaya untuk bertanya pada nya.


"Adik nya pak Ryung-jae kan? " tanya nya memastikan lagi, Da-eun memutar tubuh nya menatap seseorang yang berada di belakang nya.


"Eo.. Eonnie!!! " girang nya tersenyum lebar saat orang yang sebenar nya ia cari tepat di depan mata. Zoya bingung, padahal umur Zoya berada di bawah Da-eun.


"Mbak jangan panggil saya eonnie, mbak lebih tua dari saya. Panggil aja ZOYA, " seru nya mengeja nama nya sendiri, Da-eun sedikit mengerutkan dahi nya karena bagian dari kata yang Zoya ucapkan tidak begitu ia mengerti.


"Wajah You mirip sama eonnie i jadi you milik i, " pupus nya langsung memutuskan tanpa mendengar basa-basi dari Zoya.


"Ha? " cengo nya ternganga lebar. "Milik kamu? " tanya nya lagi bingung, tidak lama ia mengibas-ngibaskan tangan nya ke udara lalu menggeleng. "Enggak, aku bukan milik kamu, aku milik Tuhan aku bukan kamu mbak, " sambung nya lagi dengan polos.


"Astaga.. i temen you sekarang, " ujar Da-eun menjelaskan lebih tepat dan singkat.


"Ohhh.. temen, " beo nya bernafas lega, Da-eun dengan sigap merangkul lengan Zoya dengan bahagia nya. Zoya memandang tangan Da-eun yang memeluk lengan nya, dengan bego nya Zoya masih bertanya.


"Ini apa? "


"Eonnie, kita tu sekarang udah jadi temen. Jadi kita harus menjaga satu sama lain, i jaga you and you jaga i, ok, " tatapan Da-eun menatap mata Zoya dengan sorot sangat tulus dan berharap.


"Mbak..


" Jangan panggil Mbekk, "


"Astaghfirullah.. Mbak bukan Mbek itu mah kambing, " koreksi Zoya, Da-eun menyatukan alis nya.


"You bilang i seperti kambing, " sontak Zoya menggeleng keras.


"Bukan gitu.. duh kan jadi salah faham, " Zoya memutar fikiran nya agar dapat mengalihkan percakapan yang membingungkan itu karena ia sulit untuk menjelaskan apalagi dalam bahasa Korea.


"Nama eonnie siapa? "


"You jangan panggil i eonnie, panggil aja i Da-eun, " Da-eun menolak jika Zoya memanggilnya dengan sebutan kaka.


"Lah? " cengo nya lagi. Dari pada ribet, Zoya akhir nya menuruti permintaan Da-eun.


"Kamu, Da-eun? "Da-eun mengangguk antusias dan girang saat Zoya menyebut nama nya.


" Oooiiii!!! "teriakan itu berhasil mengalihkan dua wanita itu dan mencari pemilik suara.


" Zoyaaaa!! "Zoya melihat Yumi dan Sunjae berada di ujung lorong tengah berlomba lari demi sampai lebih dulu ke tempat Zoya.


" Lu dari mana aja Zoya, "protes Yumi terengah-engah.


" Dari gudang, tadi ada pel yang rusak jadi aku telat masuk keruang podium nya, "jawab nya dengan lempeng.


" Haduuhh.. Zoya, mending kita langsung ke lobi selatan aja deh, "sambung Sunjae seperti anjing yang kelelahan.


" Ngapain? "


"Itu pak Hyun-il barusan ngumumin siapa pegawai paling baik di tahun ini, jadi penilaian nya gak langsung di umumin. Nempel di papan pengumuman lobi Selatan, kita berdua nyempil keluar duluan, "jawab Yumi masih terengah-engah.


" Aku gak mungkin ikut liburan Yumi, aku baru satu tahun kerja di sini itu juga belum genap, "


"Menyangkut acara tour kantor yah? " tanya Da-eun yang kemungkinan ia sudah tau lebih awal.


"Aa.. iya Nona, " jawab mereka berdua canggung.


"Eonnie, lihat aja dulu mungkin eonnie terdaftar jadi anggota pegawai terbaik di perusahaan,bukan dari pegawai kalangan atas aja kok. Penjaga keamanan juga bisa masuk sesuai kriteria pekerjaan nya bagaimana, " Yumi dan Sunjae mengangguk cepat sangat setuju dengan ucapan Da-eun.


"Ohh gitu, "


"Jangan oh gitu oh gitu aja Zoya. Ayo, kamu itu kebiasaan loading terus, " Yumi yang tidak sabaran langsung menggeret Zoya menaiki lift dan pergi ke lantai bawah yaitu lobi.


Setelah nya cukup lama berjalan-jalan, karena para pegawai masih berada di dalam ruang podium dan keadaan masih sangat sepi. Kesempatan untuk mereka bisa melihat lebih dulu, kemungkinan Seeni sudah menempelkan nya sebelum mereka datang.


"Nah itu, udah di tempel duluan, " girang Sunjae segera berlari kearah papan pengumuman itu.


"Mana Yumi, itu anggota pegawai terbaik ada banyak. Kamu gak bakal nemu nama aku, " Zoya tetap tidak berharap ia berada dalam anggota pegawai terbaik tahun ini. Sementara Yumi, Sunjae dan Da-eun fokus mencari nama di lembar kertas putih yang sudah menempel.


"Iihh mana sih, " gerutu Da-eun kesal ia sampai berkeringat membaca nama anggota satu persatu.


"Kamu Yumi kan? " tanya Da-eun kepada Yumi dan ia mengangguk canggung.


"Ini nama kamu ada, " Yumi langsung sumringah mendengar nama nya terdaftar menjadi pegawai terbaik tahun ini.


"Serius? "


"Sunjae, kamu cuma pengen jalan-jalan nya aja bukan nilai pegawai nya, " sahut Zoya seperti memarahi Sunjae yang ingin bepergian.


"Hehh.. gak gitu juga sih Zoya, kalau nilai nya baik gaji nya pun juga naik. Kan lumayan bisa buat berobat ibu gue, " pipi Zoya bersemu merah karena malu dan tidak enak hati jadi nya.


"Astaghfirullah.. aduh Sunjae maaf, kalau gitu aku bantu cari nama kamu deh, " Zoya geragapan membaca nama itu dengan sangat teliti. Da-eun, Yumi dan Sunjae Terpelongo.


"Apaan? " sahut mereka kompak melihat tingkah Zoya yang aneh-aneh.


"Iihh kok malah nemu nya nama aku sih, gak adil jadi nya kan, " Kesal nya lebih aneh, bukan nya senang ia malah kesal karena terdaftar menjadi pegawai terbaik.


"Zoya bego, itu kamu kok gak seneng malah kesel sendiri. Bersyukur Zoya, " balik Sunjae memarahi Zoya.


"Beneran? " Yumi bertanya lagi, Zoya mengangguk lesu.


"Zoyaaaa!! kita bisa bareng-bareng terus kalau begini, " Girang Yumi memeluk Zoya sembari melompat-lompat. Sunjae iri melihat nya, Sunjae mencebikkan bibir nya dan menatap Da-eun.


"Nona mau peluk saya gak? "


"No.. you peluk aja pilar yang berdiri di sebelah you. Nanti abang i marah kalau i peluk laki-laki lain, "tolak nya dengan tegas, Sunjae semakin merana.


" Yaudahlah, "Sunjae memeluk pilar dan meratapi nasip nya dan tidak bisa ikut dalam perjalanan liburan.


" Aduhhh Yumi, Sunjae jadi sedih itu, "Zoya melepas pelukan nya dan berempati kepada Sunjae.


" Sunjae sendirian, "Zoya menunjuk Sunjae dengan mata berkaca-kaca.


" Eonnie jangan nangis, "Da-eun bergantian memeluk Zoya.


" Enggak nangis, kelilipan aja tadi, "celetuk nya membuat mereka tertawa renyah.


"Sunjae, You jangan sedih kalau you ikut tour kantor nanti siapa yang jaga ibu you. Ayah you pasti pergi kerja juga, " Sunjae tersenyum cerah ia tadi hanya mendramatis saja, sebenar nya ia tidak apa-apa jika tidak terdaftar menjadi pegawai terbaik dan belum mendapat rating sempurna.


"Tahun besok lu lebih giat kerja nya biar gaji lu naik terus lu bisa ikut deh tour kantor, " seru Yumi menghibur sahabat beda pendapat yang selalu berakhir pertengkaran.


"Iihh kaleng soda perhatian sama gue, " goda Sunjae langsung membuat Yumi mendecih.


"Jangan mimpi botol Soju, "


"Eh eh.. coba denger, "


"Lu denger apaan Zoya? "


"Udah pada keluar... kabur!!! " pekik Zoya sontak langsung menarik tangan Da-eun dan Yumi menarik tangan Sunjae agar mereka bisa bersembunyi karena para pegawai itu pasti sudah berbodong-bondong berlari menuju lobi Selatan.


***


"Da-eun mana kok gue gak lihat? " tanya Yeon-jin setelah sampai di ruangan Hye-joon.


"Tadi dia ijin sama gue mau pergi ke toilet, entah kok belum balik, " Ryung-jae juga terheran kenapa Da-eun belum kembali juga.


"Nanti Da-eun kesasar lagi, dia kan gak tau area kantor, " seru Yee-jun membuka Jaz hitam nya.


"Gak mungkin, dia kan tau ruangan ini, " sambung Myung-jee juga membuka Jaz nya, tampak ny mereka sedang kepanasan.


"Gerah.. gue naikin suhu AC nya yah, " seru Hye-joon mengipasi leher nya dengan tangan.


"Kok tumben ger----


Ggdubbraakkk


Pintu ruangan Hye-joon sampai bergetar mendengar suara gubrakan kuat itu sampai mereka pun ikut terkejut.


" Suara apa itu? "tanya Yeon-jin dan yang lain juga bingung, mereka beranjak dan berniat mengecek nya.


" Aaaaaaa!!! Sunjae kamu.. kamu ngapain? "


"Bego banget temen lu Yumi, Gue jatuh pakai nanya lagi. Apa kamu lihat aku main masak-masakan... adooohhhh!! "


Suara itu sampai terdengar di telinga mereka yang masih belum membuka pintu nya, Yee-jun membuka pintu ruangan itu dengan sekali hentakan.


Jelas di pandangan, Yumi, Sunjae, Zoya dan Da-eun tengah tergeletak di lantai marmer itu merasakan sakit yang menjalar di area tubuh setelah menabrak pintu ruangan Hye-joon.


"Eonnie you kan juga jatuh, ngapain tanya Sunjae ngapain..hhhsss"


"Hhhsss.. Zoya plis dong jangan loading terus, " mereka merintih kesakitan sementara mereka tidak menyadari tengah di tatap oleh pemilik ruangan.


"Kalian kenapa? " pertanyaan Hye-joon sukses membuat mereka tersentak dan terburu-buru bangkit.


"Nabrak pintu pak, "


"Iya saya juga tau kalian nabrak pintu bukan nabrak hantu, "


"Terus kenapa bapak nanya? "


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...