Dear A

Dear A
Hari Ini Tanpa Esok



...Jangan sakiti dirimu dengan mencintai seseorang yang tidak memperdulikanmu....


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


.......


...****************...


Pagi itu pukul enam kurang lima belas menit, beberapa maid sudah berperang dengan tugas nya masing-masing sebelum para atasan mereka bangun. Da-eun sedikit mengulat di atas kasur nya, terasa ada beban yang yang menimpa perut nya hingga membuat nya kesulitan bergerak.


"Eugghh.. kenapa lengan eonnie berat sekali, " racau nya mencoba menyingkirkan lengan itu. Dan berusaha menyingkirkan kaki yang menimpa kaki nya juga.


Da-eun meraba-raba lengan itu, dan merasakan ada sesuatu yang aneh, sedikit bingung tangan Zoya lebih besar dari yang ia fikirkan.Dalam mata yang masih tertutup rapat, Da-eun meracau lagi.


"Eo... kenapa aku baru sadar ternyata tubuh eonnie sangat lah besar, " gumam nya membuka mata perlahan-lahan. Mungkin menurut nya Zoya menutup seluruh tubuh nya di dalam selimut karena cuaca yang sangat dingin. Da-eun tersenyum geli, dan mengelus-elus lengan Zoya, tapi satu hal yang baru ia sadari. Dan berhasil membuat nya diam seribu bahasa.


"Urat di tangan you kok besar banget yah, terus.. kaki you kan masih sakit, kok bisa naik? " Gumam nya bertanya-tanya, dan memandang gundukan selimut itu dengan rasa gelisah.


"Jangan-jangan... " terka nya, langsung menyingkirkan kan selimut nya.


"AAAAAAAA!!!! "


"Kenapa? kenapa? ha? ada apa? " dalam kesadaran yang belum terkumpul Ryung-jae terduduk masih dengan mata tertutup dan rambut yang berantakan.


"Abang!!! "


"Haa? apa? "


"You ngapain di sini? terus eonnie Zoya mana? you buang kemana diaaaa!!! " Ryung-jae mencongkel-congkel lubang telinga nya yang pengang akibat teriakan Da-eun.


"Zoya ga ada di sini tadi malam, you cuma tidur sendiri makanya i tidur di sini. You tau lah i gak bisa tidur kalau ga ada yang di peluk, dan i kira juga Zoya tidur di kamar tamu, " dengan wajah yang ngenes, Da-eun mengobrak-abrik rambut nya.


"Gila kali you, eonnie Zoya tidur sama i.. terus dia kemana? " Ryung-jae membuka matanya lebar-lebar.


"Hm? serius? i ga ada lihat dia waktu masuk kamar you, "


"Haiisshh.." Da-eun mendesis dan langsung melompat dari tempat tidur nya dan membuka pintu.


"EONNIE!! "Da-eun berteriak di atas tangga memanggil Zoya dan mengaget seluruh penghuni mansion.


Zoya yang terkejutendengar teriakan itu, langsung mendongak kan kepala nya menatap Da-eun yang tidak melihat diri nya ada di bawah.


" Oy!! "jawab nya dengan formal, ia yang sudah rapi dan telah mengganti pakaian nya. Seketika Da-eun menundukkan kepala nya.


" Eonnie, "gumam nya dengan cepat ia ingin langsung melompat dari atas tangga langsung ke lantai bawah, untung saja tindakan bodoh nya langsung di hentikan oleh Ryung-jae.


" Ga sekalian aja you lompat dari loteng ke bawah, enak aja main lompat-lompat. Emang you kira nyawa bisa di beli? "


"Biar langsung sampai, " begitu balasan konyol nya.


"Engga-engga, turun dari tangga, " Myung-jee berkacak pinggang melihat kelakuan abang beradik yang setiap hari nya ada saja yang di perdebatkan.


Tanpa menunggu lama, Da-eun berlari secepat kilat menghampiri Zoya. "You tidur di mana tadi malam, beneran ga di buang Ryung-jae kan? " Ryung-jae langsung menatap Da-eun dengan sengit.


"Yaaaa!!! "


"Hyung, mau adik ga, lu boleh pungut dia. I udah ga mau punya adik lagi... pusing, " Ryung-jae menawarkan Da-eun kepada Myung-jee untuk di buang, namun Myung-jee tak pantas menjawab nya dan hanya terkekeh geli.


"You jawab dulu, you tidur dimana tadi malam? "


"Di culik sama itu, " Zoya menunjuk seorang pria yang sudah mengenakan setelan kantor yaitu Myung-jee.


"Ha? beneran? "


"Engga.. kaka tadi malam mau bantu dia masuk kedalam kamar kamu, tapi kamu udah tidur duluan bareng Ryung-jae. Jadi yah apa boleh buat, Zoya tidur di kamar kaka, "


"HAAA!! "


"Jee!! lu jangan macem-macem, lu tidur bareng Zoya? udah gila lu, " sambar Yeon-jin yang mendengar percakapan itu langsung berteriak dan berlari menuruni anak tangga. Myung-jee terkejut karena Yeon-jin datang tiba-tiba dengan kebenaran yang salah.


"Engga.. " Zoya pun kalang kabut karena Yeon-jin seperti nya sudah marah karena kesalahan fahaman ini.


"Hyung, lu kenapa teriak-teriak? " panggil Hye-joon dari lantai atas bersama Hyun-il dan juga Dae-ho yang sudah mengenakan stelan Jaz kantor.


"Katanya Myung-jee tidur bareng Zoya, "Zoya pun tersentak tidak membenarkan perihal tuduhan itu.


" Astaghfirullah hal'adzim, yaa Allah.. engga pak demi Allah engga, dengerin dulu penjelasan saya dan pak Myung-jee, "tekan Zoya sedikit tersinggung dengan tuduhan keji itu.


" Astaga, "keluh Myung-jee memijat pangkal hidung nya.


" Tadi malam itu saya mau ambil gelang saya ketinggalan di meja makan, tapi saya berkeinginan untuk berjalan ke taman belakang, "Zoya menjelaskan dengan perasaan menggebu-gebu.


" Ohh, jadi gitu pantasan gue lihat lampu ruang tamu hidup, "sahut Dae-ho.


" Tau Ryung-jae biasa nya tidur sama gue lari nya ke kamar Da-eun, "seru Hyun-il melirik kearah Ryung-jae yang habis menenggak sebotol air mineral.


"Kan gue ga tau kalau Zoya tidur bareng Da-eun, gimana sih lu, "balas nya.


" Haa, lega nya, "gumam Da-eun.


" Yaudah.. semua nya udah jelas, gak ada yang nyentuh Zoya sama sekali. Kalian berdua akan berangkat pagi ini kan? "tanya Hye-joon pada Myung-jee dan Hyun-il.


" Eo... ya, kami tidak bisa memastikan kapan akan kembali, aku juga harus menunggu urusan Jee Hyung selesai di Los Angeles, "jawab Hyun-il.


" Ga masalah, jika semua nya sudah kalian bereskan cepat lah kembali, karena kami akan pergi juga, "balas Yeon-jin memasukkan kedua tanga nya di saku celana.


" Hyung mau kemana? "Yeon-jin mengulum bibir nya kedalam.


" Kami ada perjalanan dinas ke Jerman, dan Jun hyung akan segera terbang juga ke Italia untuk menyelesaikan urusan pribadi nya setelah diri nya sehat, "jawab Hye-joon, Dae-ho dan Ryung-jae saling pandang.


" Jangan berharap untuk pergi berlibur kalian berdua tetap di rumah, selesaikan tugas kantor, "sembur Yeon-jin yang melihat tatapan kedua nya berniat untuk pergi juga.


" Nah, you ketauan mau bolos kerja kan, "


"I memang ga masuk kerja hari ini, i malas uang i banyak, "


"Terserah you lah, " Da-eun memilih mengalah dengan kearoganan abang nya tersebut.


"Palingan juga papa yang marah you, "


"Cihh.. ga akan marah kalau you ga ganti profesi jadi pengadu, " decih nya sinis, Da-eun mengejek nya dengan bibir yang ia bentuk sedemikian rupa.


"Hyung, kita langsung pergi aja yah, belum check-in di bandara, "


"Eo.. secepat itu? " ujar Dae-ho seperti enggan berjauhan dengan Hyun-il.


"Hyun-il, jangan lupa berkas penjualan nya harus sampai ke tangan ku, " peringat Ryung-jae pada Hyun-il.


"Aman, asal kan uang jalan gue 20%, " sontak Ryung-jae langsung menendang bokong Hyun-il dengan kuat hingga membuat nya terpental.


"HYUUNGGG!! " pekik Hyun-il tampak marah dan mengadu pada seluruh Hyung nya.


"Jae, "


"Eonnie, kita pergi saja dari sini yuk, mereka sibuk dengan urusan nya, " bisik Da-eun pada Zoya yang sedari tadi hanya diam memperhatikan percakapan mereka.


"Eo, jangan pergi dulu, " Myung-jee langsung menghentikan niat mereka yang ingin kabur.


Plakk


"Aa!! Hyung, "


Yeon-jin memukul bokong Ryung-jae dengan kesal nya, "Pergi ke bathroom, " pinta nya.


"Aku cuty, "


"Siapa yang memberi mu ijin cuty, hm? " sambung Hye-joon membuat Ryung-jae kikuk.


"Baiklah, aku akan berangkat kerja, " dengan wajah masam Ryung-jae menatap Hyun-il yang sedang menjulurkan lidah nya.


"Kau... urusan kita belum selesai, "


"Cepat lah bergegas, "


"Jun Hyung.. keluar lah kami akan pergi!! " pekik Myung-jee.


"Baiklah.. baiklah, aku sudah melihat kalian dari sini, " jawab Yee-jun dari lantai atas. Hyun-il melambaikan tangan nya, mereka berdua menarik koper nya dan berjalan menuju pintu utama.


Myung-jee menghentikan langkah nya saat Da-eun dan Zoya tidak ikut mengantarkan mereka dan hanya berdiam di tempat. Melihat yang lain sudah berjalan lebih dulu, ia berjalan berbalik arah mendekati Zoya yang menatap nya dengan penuh harap agar tidak pergi.


Myung-jee berjongkok di depan kursi roda yang Zoya duduki. "Zoya, jaga diri mu baik-baik yah, abang pergi dulu. Jika urusan nya sudah selesai abang akan segera kembali, " seru Myung-jee pelan.


"Janji, "


"Iyah... janji, "Zoya melambaikan tangan nya dengan wajah keruh.Myung-jee beranjak dan berjalan setelah membalas lambaian tangan Zoya.


" Dadahhh, "seru Myung-jee tersenyum meninggalkan Zoya.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...