Dear A

Dear A
I And You



...Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada siapapun, karena yang menyukai mu tidak membutuhkan itu. Dan yang membenci mu tidak akan percaya itu....


..._Dear A...


.......


.......


.......


...****************...


KIM DA-EUN



SHANZOYA ALMEERA



BAE A-YUMI



"Da-eun!! " Ryung-jae menggebrak pintu kamar Da-eun dengan kuat membuat mereka yang sedang bersantai tersentak.


"Apa? " jawab Da-eun membuka selimut yang menutupi tubuh nya. Pagi itu Ryung-jae tampak begitu marah dengan adik perempuan nya yang melanggar aturan. Yeon-jin dan yang lain nya datang berbondong-bondong datang ke kamar Da-eun.


"Mama titipin you ke i, tapi you kok kaya gitu sih ke i? " bentak Ryung-jae menyesuaikan diri saat berbicara dengan Da-eun. Ia beranjak dari kasur nya menatap sang abang.


"Jae, lu kenapa tiba-tiba marah? " tanya Hye-joon yang masih mengenakan piyama, Ryung-jae tidak menghiraukan pertanyaan Hye-joon.


"Emang i salah apa? "


"You punya pacar di Amerika, i sekolahin you di sana buat belajar bukan pacaran. Mama juga tau kelakuan you di sana, "


"Enggak, i gak pacaran di sana, i belajar di sana. Banyak laki-laki yang deketin i tapi semua i tolak, " jawab Da-eun dengan tenang.


"Jae, masih pagi loh. Jangan marah-marah kaya gitu lah, " Yeon-jin berusaha mendinginkan suasana, Ryung-jae menghela nafas panjang lalu berkacak pinggang menatap adik nya.


"You kok manja banget sih, dikit-dikit you selalu buat i marah, you mau apa biar i belik in, "


"Enggak i gak kaya gitu kok, i ikut abang cuma mau cari teman di Seoul. I bosen di Amerika, i bosen di rumah.I gak punya temen jadi I kesini buat liburan, "


"I di sini kerja gak liburan, "


"Iya i tau, kan i yang mau liburan, "


"Terserah you lah. Asal you jangan macem-macem selama di Seoul, i bakal datengin cowok yang deketin you, do you understand?, " sentak Ryung-jae tegas, Da-eun menatap Ryung-jae tidak ada takut-takut nya.


"Yes, i faham kok, " Ryung-jae pergi meninggalkan kamar Da-eun dengan langkah lebar, mereka semua membubar kan diri. Myung-jee bertanya pada Ryung-jae yang berjalan menuruni tangga.


"Lu memang gitu cara ngomong nya sama Da-eun?" Ryung-jae menoleh ke arah Myung-jee dan yang lain menyimak.


"Faktor dari Amerika, di sana dia pakai bahasa Inggris, logat kami jika bertemu memang begitu bahkan satu keluarga, "


"Rada aneh denger nya gue, " gumam Yee-jun menguap.


Mereka yang sampai di meja dapur mengambil air minum dari lemari pendingin."Pertama kali denger memang aneh, tapi gue udah biasa ngomong gitu sama dia. Panggilan kita beda, dia panggil Mama gue panggil Ibu, "ujar Ryung-jae setelah menenggak air mineralnya.


" Adik gue juga lulusan dari Amerika sering juga bicara begitu tapi cuma sama temen nya doang, sama gue gak pernah kita lebih sering pakai bahasa inggris, "sambung Hye-joon.


" Ribet punya adek cewek, "gumam Yee-jun.


" Lu juga abang nya mendiang Alexa kali, "mereka terkekeh geli bersama.


Tidak lama mereka membubarkan diri, untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke kantor. Da-eun yang sudah duduk di meja makan menunggu abang nya datang duduk di samping nya.


" Abang, i mau ikut ke kantor, "ujar nya saat Ryung-jae datang sembari mengancingkan Jaz hitam nya.


" You mau ngapain di kantor, "tanya Ryung-jae balik bersamaan dengan datang nya Yeon-jin dan yang lain.


"I cuma mau mampir, nanti I pergi jalan-jalan sendiri. You panik banget, "


"Punya adek kerjaan nya berantem terus, " sahut Da-eun menyantap makanan nya.


"Akrab sebentar kenapa, " sambung Hyun-il, Ryung-jae dan Da-eun saling melempar pandangan.


"Gak mau, " jawab kedua nya kompak. Mereka yang mendengar hanya terkekeh menggeleng-geleng kepala.


"You pergi ke kamar i di lemari ada kunci mobil, you pilih aja mana yang mau you pakai, i gak pakai mobil pribadi, " Da-eun menganggukkan kepala nya sembari mengunyah.


"Iya, i tau, "


***


"Zoya kamu beneran mau pergi kerja? kamu kan masih sakit, " Tessa tampak khawatir dengan Zoya yang meminta ijin berangkat kerja.


"Bibi jangan khawatir, Zoya udah gak papa kok, " Zoya menggenggam tangan Tessa dan meyakinkan nya.


"Nanti kalau Anxiety nya kambuh langsung di minum obat nya, "


"Iya, Zoya inget kok, Zoya pergi dulu Bi. Assalamu'alaikum, "


"Waalaikumussalam, hati-hati Zoya!! " Zoya melambaikan tangan nya kepada Tessa dan ia segera menekan tombol lifh.



Tepat di lobi kantor, Zoya bertemu dengan Yumi yang selalu menunggu nya, Yumi melambaikan tangan dengan penuh semangat bertemu dengan sahabat dekat nya.


"Zoya, "


"Selamat pagi Yumi cantik, " Yumi tersipu malu saat Zoya memuji nya dengan begitu menggoda.


"Bisa aja kamu ini, "Yumi menoel lengan Zoya, tetapi ia menyadari Zoya yang tidak secerah ia lihat.


" Zoya kok pucet? "


"Gak papa, udah yuk ke loker, Pak Hye-joon pasti bentar lagi sampai, " Zoya selalu menerbitkan senyuman nya sembari menggandeng tangan Yumi. Selama di perjalanan menuju loker, Yumi berujar kepada Zoya.


"Zoya, kamu belum pernah tour kantor kan? "Zoya mengerutkan dahi nya tampak bingung.


" Maksud nya? "


"Setiap satu tahun sekali, kantor selalu ngadain tour keluar, selama kerja di sini aku baru sekali ikut tour keluar, " Yumi mencebikkan bibir nya dan tiba-tiba tidak bersemangat.


"Kamu kenapa? "


"Tour keluar itu enak Zoya, tapi gitu gak mudah kalau mau ikut tour kantor, "


"Apa yang buat sulit? "


"Setiap pegawai kantor yang mau ikut tour itu harus punya bintang. Kalau pekerjaan ny selama satu tahun meningkat dan mendapat nilai A itu di kasih hadiah, tour keluar bareng pegawai yang berhasil dapet bintang. Pak Hye-joon sendiri yang nge biayai perjalanan tour nya, aku kemaren bisa ikut karena dapet bintang empat , "Zoya mengangguk-anggukkan kepala nya.


" Kamu mau ikut lagi? "


"Mau banget Zoya, tour bareng atasan itu seru tahun kemarin aku ikut tour itu tempat nya di wisata alam, "


"Zoya pokok nya kali ini kamu harus ikut tour, kamu harus semangat kerja biar dapet bintang lima. Kedengeran nya sih tour kali ini bakal pergi ke ilsan, pasti seru deh. Kamu harus ikut Zoya, " Yumi begitu semangat menyemangati Zoya agar bisa ikut wisata kantor.


"Aku kerja di sini belum genap satu tahun, mana mungkin bisa dapet bintang empat atau lima. Mungkin pegawai kelas atas yang dapet itu, " Yumi merubah ekspresi wajah nya menjadi lesu.


"Yah, Zoya kok gitu sih, "


"Iya Zoya kok gitu, " tiba-tiba Sun-jae datang entah dari mana asal nya.


"Elu ngapain di sini botol soju, "


"Eh kenapa lu heboh kaleng soda, "akhir nya mereka saling menghina.


" Awas loh, nanti ujung-ujung nya jadi cinta, "goda Zoya terkekeh geli. Mereka saling melempar pandangan dengan raut wajah jijik.


" Eomma!!! mimpi apa gue jodoh sama botol soju, "


"Dihhh gue pun gak sudi nikah sama kaleng soda, "


"Eh, buru pakek seragam pak Hye-joon bentar lagi dateng, " peringatan Zoya membuat mereka berjalan ketar-ketir menuju ruang loker.


Ini hari pertama Ryung-jae, Dae-ho dan Hyun-il masuk kantor, setelah empat hari cuty karena sakit dan pulang ke kampung halaman. Kedatangan mereka sangat menggiurkan para pegawai wanita karena ketampanan dan wibawa yang sangat berkelas.


Sesuai jadwal Hye-joon membawa mereka semua ke ruangan sidang, yang di hadiri rapat direksi untuk peluncuran mobil keluaran terbaru dari perusahaan yang mereka kembang kan.


Lima belas menit rapat berlangsung, Da-eun tiba di lobi perusahaan hanya untuk melihat-lihat kantor tempat abang nya bekerja. Resepsionis menghentikan Da-eun karena di anggap orang asing.


"Nona gak boleh masuk, "ujar seorang wanita yang memakai seragam kantor dengan rambut yang di sanggul.


" I cuma mau lihat-lihat doang, "jawab Da-eun dengan tenang.


" Kalau nona gak ada keperluan silahkan pergi dari kantor ini, "


"I cuma mau ke kantor abang I apa salah nya? "


"Nona tidak memiliki ijin masuk, "tegas wanita itu memanggil petugas keamanan.


" You gak bisa seenak nya sama i, abang I ada di dalam, "wanita itu menganggap Da-eun wanita gila yang mengaku abang nya ada di dalam.


" Silahkan bawa dia pergi pak, "


"You jangan pegang-pegang I, " sentak Da-eun tidak suka dengan tindakan petugas itu yang menyentuhnya dengan sembrono.


"You kenal Kim Ryung-jae bukan, dia abang I kalau gak percaya you telepon dia bilang kalau I di sini, " wanita itu menganggap ucapan Da-eun adalah omong kosong. Petugas keamanan menyeret Da-eun secara paksa.


"Mbak anda salah faham, dia nona Da-eun adik nya pak Ryung-jae, " Zoya datang tiba-tiba untuk menolong Da-eun yang di seret paksa.


"Eonnie, "


"Eh kamu, mumi, " celetuk wanita itu membuat seisi lobi menertawakan nya.


"Badan di tutupin kain, badan lo kenapa busuk yaa makanya gak mau di lihat, " semua orang semakin tertawa terbahak-bahak.


"Astaghfirullah hal'adzim, " gumam Zoya tengah terdzolimi.


.... ...


.... ...


.... ...