Dear A

Dear A
Salam Yang Terbalas



...Menyelipkan rindu dalam doa dan lagu adalah cara ku untuk mencintai mu dalam semu....


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


...****************...


Yee-jun berjalan membawa berkas yang baru saja di berikan oleh sekretaris nya. Tujuan nya saat ini mendatangi ruang kerja Yeon-jin hanya untuk mengambil tanda tangan nya. Berkas proposal yang ia pegang kemungkinan berisi kepentingan perusahaan sehingga langkah nya begitu lebar.


اَلَا تُقَاتِلُوْنَ قَوْمًا نَّكَثُوْٓا اَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوْا بِاِخْرَاجِ الرَّسُوْلِ وَهُمْ بَدَءُوْكُمْ


اَوَّلَ مَرَّةٍۗ اَتَخْشَوْنَهُمْ ۚفَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشَوْهُ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ


Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman.


قَاتِلُوْهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّٰهُ بِاَيْدِيْكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ


صُدُوْرَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِيْنَۙ


Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,


Tiba-tiba langkah Yee-jun terasa berat ketika telinga mendengar merdu nya suara itu di pendengaran nya, ia bingung. Padahal tempat ia berdiri sekarang dekat dengan are gudang, tetapi kenapa ada suara semerdu ini yang ia dengar.


"Apa telinga ku rusak? siapa yang bernyanyi di area ini? " bathin nya bertanya-tanya, hanya satu pintu yang ia lihat, Yee-jun menajam kan pendengaran nya. Apa mungkin suara merdu itu berasal dari ruangan kecil itu?


"Apa ada hantu di siang bolong? aku rasa tidak, " gumam nya lagi, kaki dan isi kepala Yee-jun kali ini tidak bekerja sama. Saat ia berusaha memutuskan untuk tidak memperdulikan suara itu, namun kaki nya tanpa sadar semakin mendekati pintu itu.


"Haiiisshh ...ada apa ini? " keluh nya heran dengan diri nya sendiri.


وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْۗ وَيَتُوْبُ اللّٰهُ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ


dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana


(Surah At-taubah ayat 13-15)


Merdu nya suara itu sampai membuat Yee-jun yakin suara itu berasal dari dalam bilik tersebut. Untuk mengobati rasa penasaran nya, Yee-jun pelan-pelan memutar knop pintu dengan sangat perlahan.


klak


Sedikit itu mendorong pintu itu dan mengintip siapa seseorang bersuara merdu itu. Yang Yee-jun lihat seorang wanita berjubah biru muda, wajah menyamping dari tempat ia berdiri dan ia sedang memandang sebuah buku tebal tetapi kecil.


"Zoya? " gumam nya lalu terdiam membuang wajah nya, sontak Yee-jun langsung menutup pintu itu dalam fikiran yang berkecamuk.


Entah kenapa sorot wajah nya tampak ingin marah, Yee-jun memukul-mukul dada nya penuh dengan nafsu.


Dag dag dag dag


"Menjengkelkan, " gerutu nya sangat kesal dan marah, lain hal dengan pipi nya yang begitu merona. Apa yang sedang terjadi dengan Yee-jun?


Ia menekan tombol lift bersamaan dengan Yumi yang baru saja keluar dari lift itu lalu segera merundukkan tubuh nya saat berpapasan dengan atasan nya.


Tidak menghiraukan nya apalagi melirik nya, dengan satu langkah memasuki lift Yee-jun langsung menekan tombol angka 11.


Sementara itu, Yumi membuka bilik tempat Zoya menunaikan ibadah nya. "Zoya, udah selesai? " tanya nya menyempilkan kepala nya di balik pintu, dan melihat Zoya sedang melipat sajadah biru nya.


"Udah, kenapa? "


"Gak papa, mau jemput kamu aja, "


"Yuk, " ajak nya kembali menutup pintu ruangan itu.


"Yumi, pulang dari kantor temenin aku belanja makanan yah, "


"Emmm.. belanja makanan halal? "


"Iya, bibi selalu khawatir kalau aku pergi keluar gak boleh makan di luar. Jadi bawa bekal sendiri deh, "


"Iya sih, soal nya di Seoul itu jarang ada makanan halal. Tapi...


" Tapi? "


"Aku udah nemu restoran halal, terjamin banget gak ada unsur haram nya mulai dari alat masak.. pengo---


" Ssssttt.. langsung ke inti nya aja, "


"Sun-jae sama Nona Da-eun juga ikut kok, tenang aja, "


"Setuju!!! "


"Yesss!! "


***


"Da-eun, ayo pulang, " ajak Ryung-jae setelah melihat Da-eun di pintu lobi bersama Zoya dan teman-temannya.


"Abang, i mau pergi keluar sama eonnie Zoya. You pulang aja duluan, " seru nya tidak memperdulikan Ryung-jae, ia begitu sangat senang saat ingin pergi keluar bersama Zoya.


"Mau kemana? " tanya Yeon-jin, tiba-tiba Yee-jun berjalan lebih dulu dan meninggalkan kerumunan itu. Yee-jun lebih memilih menunggu di mobil, Zoya memperhatikan pria dingin itu dengan tatapan sendu. Kenapa Yee-jun sangat dingin kepada nya, padahal waktu pertama bertemu dengan Yee-jun lah orang yang sangat senang dan bahagia.


"Mau makan di restoran.. Eonnie, yuk taksi nya udah dateng, "


"Da-eun, you jangan pulang telat, i marah, "


"Iya.. i tau, "


Sebelum memasuki taksi, mereka merunduk pamit lalu berlalu pergi dari hadapan atasan nya.


"Assalamu'alaikum, " gumam Zoya berjalan menundukkan pandangan nya dan meninggalkan mereka semua.


"Wa'alaikumussalam, " celoteh Myung-jee meski pun tidak fasih namun ia berusaha menjawab. Zoya tersenyum senang akhir nya salam yang selalu ia ucapkan di hadapan mereka kini terbalas juga.


"Hati-hati, " ujar Myung-jee dengan pelan, namun Zoya masih bisa mendengar nya.


Selama di perjalanan hari itu sungguh mengasyikkan, Da-eun dan Yumi ternyata dia wanita yang cocok untuk di satukan. Sementara Sun-jae berada di depan bersama pengemudi taksi.


Zoya di ajak bernyanyi namun ia tidak tau dan tidak menghapal nya, jadi ia hanya ikut bertepuk tangan saja dengan senyum lebar nya.


"Eonnie Zoya kalau senyum cantik deh, bahkan kalah cantik nya dengan mendiang eonnie Alexa, x girang Da-eun mencubit kedua pipi Zoya dengan gemas.


" Sakit.. sakit.. sakit, "


"Hiii.. imut nya, "


"Hoy.. gue bukan Tunggul di sini, ajak gue ngomong, " tegur Sun-jae dengan raut wajah datar nya.


"Kapan terakhir kali kamu buang air besar? " seketika pertanyaan random lantas keluar dari mulut Yumi .


"Apaan lu kaleng soda, yang bermanfaat dikit kenapa? "


"Itu juga manfaat botol soju, kalau gak bermanfaat lu mau hidup tanpa anus? " sontak Sun-jae langsung memegang bokong nya dan menggeleng keras.


"Eh kaleng soda, lu nyumpahin gue, "Yumi mengedikkan bahu nya.


" Seperti nya begitu, "Da-eun dan Yumi langsung tertawa renyah.


Zoya membuka pintu mobil, karena mereka sudah sampai di tempat tujuan. " Makan.. makan.. makan.. makan, "girang nya Sun-jae bersenandung ria persis seperti balita yang sedang kelaparan.


Asik bersenandung, Sun-jae mengira pintu restoran itu terbuka, dan ia terus mengatakan 'makan.. makan'sambil berlari-lari kecil. Sun-jae langsung menerobos masuk dan...


Klangggg


Zoya, Da-eun dan Yumi bersusah membuang wajah mereka sembari menahan tawa. Pipi dan telinga mereka merona karena Sun-jae jatuh tersungkur kebatako menerobos pintu restoran yang sangat transparan tanpa mengecek nya lebih dulu.


" Hoooo... sakit banget dahi gue, "keluh nya masih tergeletak di atas batako tanpa berniat untuk bangkit, padahal kondisi nya tempat itu lumayan banyak pengunjung.


" Pppffff, "


"Bukan kok.. bukan, saya gak kenal dia, " seru Yumi saat melihat beberapa pengunjung melihat kearah mereka, Yumi terus mengulum bibir nya agar tidak tertawa keras.


"Tega banget lu sama gue, kaleng soda, "


"Sun-jae, ayo masuk jangan tidur di situ, di rumah sakit jiwa aja sekalian, " celetuk Zoya semakin mengobrak-abrik mood Sun-jae.


"Semangat!! " sambung Da-eun tertawa geli dan mereka segera membuka pintu restoran itu tanpa menunggu Sun-jae.


"Oiiiii.. tungguin gueeee!! " teriak nya tanpa tau malu.


.......


.......


.......


.......