Dear A

Dear A
Aku Dan Kita Sangatlah Berbeda



...I choose you. And I'll choose you over and over and over. Without pause, without a doubt, in a heartbeat, I'll keep choosing you.....


...Sampai kapan pun aku akan tetapemilih mu....


..._Dear A...


.......


.......


.......


.......


...****************...


Kita di hidup kan dalam sajak, takdir dan skenario perjalanan yang sangat berbeda. Maka cintailah diri mu sendiri, jangan mengharap kan cinta dari manusia lain karena itu adalah luka di hidup mu..


Begitu lah katanya, Hye-joon menutup buku catatan harian nya dalam bait yang ringkas dan bermakna.Sore itu, suasana di luar pondok sudah ramai, banyak aktifitas yang mereka lakukan di waktu kosong.


Tim pria memilih bermain bola atau yang hobi berfoto akan memfoto berbagai tempat untuk di jadikan koleksi aesthetic, sebagaian ada yang menunggu giliran mendapat kamar mandi. Begitu juga dengan tim wanita, sebagian ada yang masih membereskan barang-barang nya, menunggu giliran kamar mandi, berjalan-jalan santai, atau hanya sekedar men scroll handphone.


Tudung hitam dan gamis Orange, tampak serasi dengan senja yang akan berpamitan dengan keindahan yang ia tinggalkan. Dari pukul empat sore, Zoya sudah memakai toilet terlebih dahulu. Sementara teman sekamar nya mungkin mereka sangat kelelahan sehingga bangun terlambat.


Zoya berjalan seorang diri, menikmati hembusan angin. Beberapa pengembala desa membawa hasil ternak nya untuk di masuk kan kedalam kandang.


Seorang pria berjalan menyusul nya, dengan kaki jenjang nya, pria itu dengan mudah menyeimbangkan kan langkah nya dengan langkah Zoya yang mungil.


"Selamat Soree!! " sambut nya dengan pancaran senyuman yang bersinar.


"Astaghfirullah.. pak Myung-jee? " Zoya terkejut, ternyata itu atasan nya yang berjalan beriringan dengan nya.


"Kenapa kok kaget, saya gak makan manusia kok, " sahut nya penuh semangat dan segar kembali.


"Bapak kok bisa di sini, perasaan.. " Zoya kebingungan


"Apa.. apa.. apa hayo, " goda Myung-jee, Zoya semakin kewalahan dan akhir nya mereka tertawa bersama. Zoya melanjutkan perjalanan nya begitu juga dengan Myung-jee.


"Biasa nya kamu sama temen kamu, siapa itu.. Yumi yah? " Zoya mendengus geli.


"Yumi, kerepotan menunggu giliran dapet kamar mandi, barang-barang nya juga berserakan. Jadi dia sibuk, " Myung-jee ikut terkekeh.


"Terus kamu tinggal? "Zoya mengangguk senang lagi.


" Bapak sendiri, biasa nya sama yang lain. Kok ini jalan-jalan sendiri ? "Myung-jee berpura-pura berfikir dan menyipitkan kedua mata nya.


" Emmmm.. nanti kamu kalau jalan sama banyak laki-laki gak nyaman, "ujar nya, Zoya semakin tidak enak, ia menggaruk tengkuk belakang nya.


" Justru kalau berdua di tempat sepi, orang ketiga nya adalah hantu, "Myung-jee tertawa renyah.


" Yaudah deh, kita bawa kambing aja, biar gak berdua an, "Zoya tergelak dengan lelucon yang di buat Myung-jee.


" Entar bapak pengembala nya marah, "


"Kalau marah saya beli deh, "


"Hahaha, "


Kedua nya terdiam kembali, dan menikmati pemandangan senja yang akan menghilang.


"Kamu kalau saya liat-liat kaya nya lebih suka sendiri, kenapa? "


"Iiihhh bapak sok tau, gak gitu juga kali, "


"Enggak kok pak, saya gak suka sendirian.. hehe, " elak nya tertawa memaksa.


"Kamu bohong ya? " Zoya kembali terdiam saat Myung-jee menatap nya lamat-lamat.


"Ha Ha Ha.. bisa aja bapak ini, "ia berusaha menutupi kegugupan nya agar tidak di curigai.


"Saya bisa lihat loh dari gambaran bola mata kamu, kamu itu penuh ketakutan kan? kamu banyak merasakan kesepian kan? " Zoya kembali tersentak dan menatap Myung-jee dalam satu kontak mata.


"Kenapa? saya tau kok kamu punya beban masalah, gak usah di tutupin. Sepintar-pintar nya kamu menyimpan bangkai bau nya akan tercium juga, " sorot mata Zoya mengeruh dan pandangan nya tampak berkabut. Apa itu? air mata nya akan meluap sebelum itu terjadi Zoya harus menahan nya.


"Bapak gak tau apa-apa tentang saya, saya harap bapak tidak asal menyimpulkan. Saya wanita normal kok, " balas nya dengan ketus, Myung-jee mendengus nafas.


"Kamu memang wanita normal, tetapi mental mu tidak normal lagi, kamu lebih banyak hancur nya. Jadi, sekuat-kuatnya kamu bertahan,ada waktu nya kamu akan menjadi rapuh. Zoya, dulu saya pernah bilang kan bahwa saya memiliki seorang adik yang sama seperti diri mu. Saya sangat menyayangi dan menjaga nya dengan sangat ketat, apa yang dia mau saya kabul kan. Asal diri nya jangan pernah menjauh dari saya walau hanya satu jengkal pun. Saya juga takut melihat air mata nya keluar, saya sering memarahi adik atau abang saya jika mereka kadang sering berbuat usil dan membuat nya menangis. No, saya tidak ingin seperti itu..


" Dan kamu, saya pernah berjanji untuk menjaga mu meski pun kita tidak pernah bertatap mata tapi saya selalu ada di sekitar mu. Saya tau kamu membutuhkan seseorang untuk kamu jadikan rumah sandaran mu, ingat Zoya menjadi dewasa itu tidak lah sangat menyenangkan, tujuh puluh persen kita akan mengalami penderitaan dan tiga puluh persen nya adalah toping kebahagiaan di kala waktu senggang dan di kala penderitaan sedang bosan menganggu mu. Hidup itu pilihan, kamu masih terlalu muda jangan siksa diri mu. Jika kamu butuh ,saya bisa mendengarkan mu meski kita berjarak satu hingga sepuluh meter, saya akan berusaha menajam kan telinga saya untuk mendengar jeritan mu, "ucap nya sangat bersungguh-sungguh dan membuat sudut hati Zoya tersentuh.


Zoya terjongkok sembari menutup kedua wajah nya dengan telapak tangan, ia terisak sangat keras. Kalimat yang Myung-jee ucapkan berhasil membuat luka Zoya sedikit perih namun itu adalah obat untuk nya.


"Hiks.. hiks.. kenapa sesakit ini sih, aku gak tau kesalahan ku apa.. dulu aku berusaha untuk menjadi wanita serba bisa agar aku dapat di lihat orang lain, tapi aku gagal. Aku terluka oleh ulah sendiri... hiks.. hiks.. aku kehilangan segala nya, aku sengaja di kurung di tempat gelap dan sepi... hiks.. hiks, " air mata nya semakin deras, Myung-jee menatap ke sembarang arah, bahkan ia menengadahkan kepala nya agar air mata nya jangan ikut jatuh.


"Bukan kah kamu itu berharga, kenapa menjatuhkan diri mu seperti itu? "Zoya mengangkat kepala nya, Myung-jee ikut berjongkok di sebelah nya. Padahal wajah nya tadi sangat ceria tetapi hanya beberapa menit saya semua berubah, wajah nya habis terguyur air mata yang mengalir tiada henti.


Myung-jee merogoh saku celana nya, dan mengambil sehelai sapu tangan. Myung-jee dapat merasakan betapa terluka nya gadis kecil itu, tangan nya dengan lihai mengelap pipi dan sudut mata nya yang basah.


" Sudah saya katakan, saya tidak bisa melihat adik---


"Tapi saya bukan adik bapak, Nona Alexa lah adik bapak yang sesungguhnya. Betapa beruntung nya dia setelah terluka, langsung mendapat sosok pria seperti bapak dan teman-teman bapak. Memberi nya mahkota dan menjujung nya seperti ratu, merawat dan menyayangi nya seperti seorang ibu, mengawal dan memberi nya kebahagian seperti seorang ayah. Nona Alexa sangat kaya materi dan kaya kasih sayang... saya orang gak punya pak, saya miskin, " ujar nya terus menerus, hingga Myung-jee terdiam cukup lama,tidak bisa membalas perkataan nya.


"Heii.. jangan katakan diri mu miskin, kamu tidak sendirian di dunia ini.. kamu adalah wanita terhebat yang Tuhan pilih khusus untuk membahagiakan mu di masa depan. Jangan isi masa muda mu dengan ribuan air mata, tapi isi masa muda mu dengan kebahagiaan yang positif, hidup hanya sekali. Kamu boleh bersedih, kamu boleh menangis, kamu boleh berteriak tentang luka mu. It's okay to not be okay, tapi tidak untuk sepanjang hari. Saya boleh kamu jadikan rumah, bahkan kamu boleh membuat sertifikat nya. Nooo!! jangan keluarkan air mata mu lagi, wanita itu sangat mulia di mata pria bahkan tanpa diri nya manusia tidak akan melanjutkan kehidupan nya...


Myung-jee menatap Zoya dengan intens, " Kamu wanita istimewa Zoya, kamu pantas bahagia. Dan jangan pernah menyiksa tubuh mu lagi yang sudah kurus karena depresi, "air mata Zoya berhenti, ia masih termenung menatap dan mendengar perkataan nya.


" Mbeeekkkk!!! Mooooo!!! kiuk kiuk kiuk, "hewan yang berada di dalam kandang nya saling bersahutan, dan itu berhasil membuat mereka tertawa geli.


" Astaghfirullah.. maaf Pak saya tadi terbawa suasana, "ucap nya masih terkekeh sembari mengelap air mata nya.


" Gak papa, bukan kamu aja adik-adik saya juga sering seperti itu. Kamu jaga rahasia yah, Hye-joon pun juga pernah menangis seperti bayi. Apalagi Yee-jun, di luar nya saja yang sangar dan bos mafia, tapi kamu kalau udah kenal, imut nya sama seperti kucing. Manis dan menggemaskan, "Zoya hanya terkekeh kering apalagi saat mendengar seorang pria yang dia cintai diam-diam .


" Pak Yee-jun masih cinta dengan Nona Alexa? "tanya nya hati-hati. Myung-jee tersenyum getir.


" Alexa cahaya kebahagiaan bagi kami semua. Bukan hanya Yee-jun, saya dan yang lain nya juga masih mencintai Alexa bahkan kami merindukan bayangan-bayangan semua tentang diri nya, "kali ini Zoya tersenyum getir, tidak ada harapan bagi nya untuk mendapatkan ruang. Zoya harus sadar bahwa mencintai beda keyakinan itu sangat tidak mungkin.


" Jangan sedih, kamu juga akan menjadi cahaya kebahagiaan bagi pasangan masa depan mu kelak. Kamu adalah Alexa dalam jiwa yang berbeda, bahkan saya hapal seperti apa sorot bola mata nya, "tanpa sadar Zoya langsung memegang sebelah mata nya.


" Maksud bapak? "


"Tidak ada, ayo kembali ke pondok sebentar lagi matahari tenggelam sempurna. Bukan kah kamu harus menunaikan ibadah mu? " Zoya langsung mengangguk dan hampir melupakan waktu nya.


Aku ingin sekali menjadi seperti diri mu..


Alexa..


.......


.......


.......


.......