
...Mencintai didalam keterdiaman memang selalu memiliki batas, tapi mengungkapkan nya juga rasa tidak pantas. ...
..._Dear A...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...****************...
"Jangan pendam cinta mu, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : " Siapa yang mencintai seseorang, sampai kan lah kepada nya bahwa aku cinta pada mu, "
Gumam Zoya membaca buku hadist Rasulullah SAW, Zoya tersenyum getir. "Manusia mana yang bisa ku cintai, bahkan hati ku sudah lama membeku, " gumam nya lirih, ia menutup buku itu dan meletakkan nya di susunan rak buku.
Zoya beranjak dari kursi nya dan membuka jendela kamar nya, "Mahsya Allah, salju sudah turun lagi, indah nya, " ucap nya memandang langit hitam dengan sudut bibir melengkung keatas.
Di tengah tenang nya hati dan fikiran menatap kapas-kapas putih berjatuhan dari atas langit, tiba nya ada sebuah suara yang mengejutkan nya.
"Zoya!! jangan lupa tutup jendela kamar mu, salju sedang turun. Matikan AC nya, bibi akan ambilkan penghangat ruangan untuk mu, " Zoya menghela nafas, setelah mendengar teriakan yang sangat familiar di telinga.
"Aku baru saja membuka nya, udah di suruh nutup lagi, " ucap nya dengan sedikit kesal menutup kaca jendela dengan bibir cemberut.
Tessa membuka pintu kamar Zoya membawa sebuah box kecil yaitu penghangat ruangan. "Sudah sholat isya' belum? "
"Udah kok, Zoya baru selesai baca buku hadits, "
"Baiklah, tidur lah cuaca dingin sekali malam ini, " pinta nya sembari memasukkan colokan ke stok kontak yang ada di dinding kamar Zoya.
"Oh ya bi, Zoya mau ijin pergi, "
"Ha? pergi kemana?jauh gak? sama siapa? kalau sendirian bibi gak kasih ijin, " pupus nya langsung, padahal belum mendengar penjelasan Zoya.
"Bibi selalu seperti itu, Zoya itu terpilih sebagai pegawai terbaik di kantor, jadi hadiah nya pak Hye-joon ngajak kita semua pergi liburan, Yumi juga ada kok, " Tessa menghela nafas dan sedikit berfikir.
"Makanan nya gimana? di sini jarang ada loh makanan halal, " khawatir nya.
"Zoya bisa bawa bekal dari rumah, "
"Bener? berapa lama liburan nya? "
"Kata Yumi sih tiga hari, besok pulang dari kantor, Zoya langsung mau beres-beres pakaian yang mau dibawa, "
"Liburan nya kemana dulu nih, "Zoya menaikkan bola mata nya mencoba mengingat.
" Ilsan? "
"Ohh, yaudah deh gak papa. Tapi bibi juga mau bilang nih, " Zoya mengerutkan dahi nya menunggu Tessa mengatakan kalimat selanjutnya.
"Kaya nya dua hari setelah kamu pergi liburan, bibi juga harus pergi, "
"Hm? kemana? "
"Setahun sekali kan bibi harus pergi liat Rayyan di kota Tarim, "Zoya menepuk dahi nya
"Yaa Allah Zoya lupa,yaudah gak papa Zoya bisa kok di apaterment sendirian. Bibi satu minggu kan di sana? "
"He em.. beneran gak papa, kalau gak kamu ikut bibi aja deh ke kota Tarim. Liburan nya lain kali kan juga bisa, "usul Tessa memohon, Zoya sedikit terkejut.
"Iihh gak bisa gitu atu bi, Zoya harus ikut kan sayang pak Hye-joon udah keluar biaya banyak tapi Zoya gak ikut, "Tessa menghela nafas tidak semangat.
" Zoya titip salam banyak-banyak aja untuk Rayyan,"
"Yaudah deh nanti bibi sampai kan, "
***
"Pamit yaa bi, Assalamu'alaikummmmm!!! "
"Wa'alaikumussalam, Hati-hati Zoya!! "
"Hokee, "
Zoya berlari kecil bersenandung ria di tengah turun nya salju yang msih belum berhenti, jaket tebal dan panjang bewarna pink mendekap tubuh kecil Zoya dan ikut bergerak kesana kemari mengiringi langkah kecil nya. Sesampai nya di pelataran kantor Zoya asik bernyanyi tanpa menghiraukan orang lain. Dengan ria nya ia menggelengkan kepala nya ke kanan dan kekiri, menikmati lagu yang ia nyanyikan dengan senang nya.
Begitu riang gembira nya ia bernyanyi sampai di lobi kantor, Zoya tidak menyadari jika seluruh pegawai dan staff tengah memperhatikan nya. Yumi yang sudah terbiasa menunggu Zoya pun juga ikut ternganga.
"Assalamu'alaikum Yumi.. hem.. hem.. hem, "ucap nya terus bersenandung tanpa menunggu balasan.
"Hem.. Hem.. hemm, "ada sebuah sahutan tetapi suara nya begitu serentak. Yumi menggelengkan kepala nya dengan cepat ia mengejar Zoya yang selalu seperti itu, dunia seperti milik ny sendiri.
" Zoya.. Zoya!! astaga anak ini, "Yumi menarik tangan Zoya dengan tatapan canggung.
" Kenapa Mi, aku mau ke loker bentar lagi pak Hye-joon dateng, "
"Telat, lu telat Zoya.. tuh orang nya udah di belakang kamu, " geram Yumi dengan kesal memutar tubuh Zoya menghadap seseorang yang sudah berbaris di belakang nya. Kecuali Yee-jun yang pergi begitu saja tanpa menghiraukan apapun.
"Selamat pagi Eonnie, " girang Da-eun memiringkan kepala nya kesamping dan melambaikan tangan nya.
Zoya tertegun sampai tidak bisa mengatakan apapun, Yumi memegang tengkuk Zoya yang di lapisi hijab hijau tua nya dan mendorong ny kedepan. Memaksakan untuk segera merunduk di hadapan pimpinan mereka.
Hye-joon dan yang lain nya mendengus geli, lalu pergi meninggalkan kedua nya selain Da-eun yang langsung menghampiri Zoya dan Yumi.
"Yaa Allah, Yumi ini jam berapa? apa aku terlambat masuk kantor? " tanya nya terserang panik secara tiba-tiba.
"Eonnie, pagi ini abang aku sama temen nya memang sengaja datang cepat. Kata nya mau umumin jam keberangkatan liburan besok, " ujar Da-eun memberi tahu, Zoya akhir nya bernafas lega.
"Aku kira aku yang terlambat, " Zoya menggandeng tangan Da-eun dengan gembira nya.
"Yuk, "
"Hmmmm!!! Zoya aku di tinggalin, " cemberut Yumi karena tidak mendapat rangkulan dari Zoya.
"Eh iya ketinggalan, Yumi cantik hayuk, " mereka bertiga tertawa bersama berjalan menuju lorong dan menaiki lifh bersama.
Sementara itu, Hye-joon dan beberapa rekan nya tengah mempersiapkan tema liburan kali ini. Kalau tahun kemarin mereka memberi tema kerja sama dalam berbagi. Mungkin tahun ini aku berbeda.
Hye-joon, Seeni, Jerry, Kwang-ho, Yoona dan Yeon-jin tengah memikirkan apa saja tugas yang akan mereka kerja kan selama liburan.
"Pak, tema liburan tahun ini saya memilih tentang pemandangan, hutan dan juga hewan. Tugas dan misi dalam liburan ini kemungkinan bersosialisasi dengan hewan, mencari harta karun atau menjelajah hutan, " seru Seeni yang selalu tepat mencari tema dan misi yang akan di kerjakan.
"Lalu dimana lokasi kita nanti? " tanya Yeon-jin dengan serius.
"Saya dan Jerry sudah menentukan tempat nya, dekat dengan pedesaan Gangbong-do,tempat itu lumayan indah,"
"Aku tidak tau jika di sana ada sebuah desa. Tapi ok lah, saya setuju dan persiapkan semua yang kami butuhkan dan semua pegawai,jangan ada yang kurang, "pinta Hye-joon langsung di patuhi oleh kedua nya.
" Baik Pak, hari ini juga kami akan berangkat langsung ke desa Gangbong-do, "Hye-joon dan Yeon-jin mengangguk dan mereka pamit undur diri dari ruangan itu.
" Kwang-ho, berapa jumlah anggota yang ikut? "tanya Yeon-jin.
" Ada 55 pegawai Pak, 23 orang wanita dan 27 orang pria. 5 lain nya itu adalah pegawai yang berada di luar tanggung jawab biaya kantor, "ucap Kwang-ho menyampaikan informasi baru nya.
Yeon-jin dan Hye-joon menegakkan bahu nya dan kembali memasang kancing Jaz mereka yang sempat terlepas. " Umum kan waktu keberangkatan besok pagi, beri nomor urutan untuk mereka agar tidak berpencar jauh. Kamu dan Yoona saya beri tugas untuk membimbing mereka, "tukas Yeon-jin, mereka berdua beranjak meninggalkan Kwang-ho dan Yoona yang masih bergelut dengan buku jurnal dan mencatat apa saja yang akan menjadi tugas mereka.
" Sudah selesai? "sahut Myung-jee yang kebetulan saat itu berpapasan dengan Hye-joon dan Yeon-jin yang harus saja keluar dari ruang rapat.
" Kau dari mana? "tanya Yeon-jin.
" Dari rooftop gue sama Ryung-jae tadi. Tapi dia udah ngilang duluan, "
"Oh iya, keberangkatan kalian ke New York di tunda? " tanya Hye-joon lagi.
"Tadi nya gue mau langsung pergi ke New York bareng Hyun-il, tapi jadwal nya deket banget dengan tour kantor, jadi gue dan Hyun-il sepakat untuk tunda dulu. Selesai liburan kita langsung berangkat, "
"Begitu juga ok, "
"Mana tiga adik bungsu mu? "
"Terakhir gue lihat mereka ada di ruang kerja nya Jun hyung, "
"Gak yakin gue kalau mereka bakal tenang, "
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...