Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 8



Semua mata tertuju ke Seo Jun ia tersenyum menunjukkan gigi melirik ke Yoora yang pura pura tak melihat apa apa, padahal mulanya ialah dia.


"Yoora. Kenapa kamu diam saja? bantuin aku." panggil Seo Jun mengarahkan kedua tangannya ke atas berharap mendapat pertolongan dari kekasih yang baru saja putus.


"Kamu masih bisa bangun sendiri kan." ujar Yoora terdengar acuh.


Penolakan Yoora membuat teman satu kelas menertawakan Seo Jun.


*****


Waktu menunjukkan sudah waktunya jam istirahat Yoora mengajak sahabatnya untuk pergi ke kantin sekolah, kebetulan perutnya sangat lapar.


"Guys! aku mau ke kantin, ada yang mau ikut." ajak Yoora terlebih dahulu berdiri berjalan ke luar kelas.


Mau apa?


seru Song Hwa.


"Tidur, ya makanlah." ketusnya.


Ga Eun berlari mengejar sahabat nya. "Aku ikut dong."


"Hei. Tunggu, kalian mau kemana? aku juga ikut." Seo Jun berjalan di tengah tengah ketiganya.


"Itu jalan masih luas. Nggak usah mepet mepet juga kali, status kita bukan berpacaran lagi, harus tetap jaga jarak." ujar Yoora menghindari rangkulan Seo Jun.


"Bagiku. Kamu masih jadi pacarku, selama aku belum memutuskanmu." celetuk Seo Jun tetap saja merangkul bahu perempuan di sampingnya lebih erat.


Aaaah...


"Sweet, aku jadi pengen punya pacar." ucap Ga Eun menggigit kuku jarinya.


"Bukan nya kau kan udah punya pasangan." seru Song Hwa.


Siapa?


Yoora dan Seo Jun menoleh bersamaan.


"Hmm. Kompak sekali pasangan yang satu ini, buru buru sana kalian menikah." ujar Song Hwa tersenyum menunjuk kedua jarinya ke mereka.


"Menikah. Tidak mungkin, eeh... sorry ya, dia bukan tipe aku lagi." ketus Yoora.


"Tenang sayang. Setelah lulus sekolah aku segera menikahimu." ucap Seo Jun ia mendapat tatapan tajam sekaligus kakinya di injak keras olehnya.


"Tungguin kita. Kau jalan atau berlari." teriak Song Hwa kewalahan menyeimbangkan langkah kaki mu.


Di Kantin


"Wow. Makanan sebanyak ini siapa yang pesan." ucap Seo Jun duduk bersebelahan dengan Yoora.


"Siapa lagi kalau bukan Yoora." seru Ga Eun kedua tangannya memegang jus ia berikan pada sahabatnya.


"Thanks. Hari ini aku traktir, kau boleh ikut gabung." ucap Yoora menatap sahabatnya ia sedikit melirik ke Seo Jun.


Waaah....


"Aku jadi nggak enak." ucap Seo Jun mulutnya penuh makanan.


"Dasar rakus, udah berapa tahun kamu tidak makan?" tanya Song Hwa menggeleng pelan.


"Iya. Nggak enak, tapi semua makanan kamu makan, kita cuma kebagian sisamu" Ga Eun menendang kursi yang di duduki Seo Jun.


Yoora menunjukkan sebuah kartu yang membuat sahabatnya melongo.


"Eitss! Cuma aku doang yang boleh pegang." ucap Yoora tersenyum memamerkan pada teman teman nya.


"Eoh, sombong, dapat dari mana kamu, perasaan semua aset sudah di sita sama orang tuamu." ujar Song Hwa penasaran.


"Coba kalian tebak." ucap Yoora tersenyum menggoda.


"Pasti pamanmu yang memberikannya." ujar Seo Jun di benarkan olehnya.


"Ooh iya. Katamu mau memperkenalkan pamanmu ke kita kita, memangnya dia setampan apa? sampai sampai kamu begitu mengaguminya." seru Ga Eun.


"Intinya dia itu tampan sekali." ucap Yoora memperlambat ucapannya.


Seo Jun mengingat ingat wajah lelaki yang ada di parkiran sekolah saat Yoora mengecup pipinya.


"Laki laki yang tadi pagi mengantarkan mu sekolah." ucap Seo Jun keras mengejutkan ketiganya.


"Biasa aja. Kaget tau, kau mau membuat jantung kita semua lepas." ujar Ga Eun memukul kesal bahu sahabat lelakinya.


BERSAMBUNG