
Tiga tahun kemudian...
Gadis berparas cantik, tinggi, berambut pirang bergelombang kini telah berada di sebuah salah satu pusat perhatian semua orang yang di lewati nya.
Ditambah senyum manisnya semakin membuat dirinya berbinar.
"Yoora?" panggil seseorang di belakangnya melambaikan tangannya.
Si pemilik nama menoleh ke sumber suara ia tersenyum membalas lambaian tangan nya.
"Ga Eun. Kamu sekarang tambah cantik aja." pujinya memeluk erat sahabatnya.
"Kamu bercanda ya! ini pertama kalinya ada orang yang memujiku seperti ini, kau tau kan dari dulu aku sudah cantik." ucap Ga Eun tersenyum melepaskan pelukannya, ekpresi nya seketika berubah datar.
"Hmm. Masa kamu nggak suka dipuji sahabatmu sendiri." celetuk Yoora mengerutkan dahinya melirik sahabatnya.
"Sorry. Aku cuma bercanda, kau ini serius sekali, ayo!" ajak Ga Eun merangkulnya.
"Kemana?" tanya Yoora bingung enggan menurutinya.
"Ya masuk. Sebentar lagi kelas kita mulai, kau sekelas denganku bukan." jawab Ga Eun.
Langkah Yoora terhenti melihat seseorang yang sangat ia kenal memasuki pintu masuk kampus nya.
"Hmm. Diajak masuk malam pergi." gumam Ga Eun segera masuk sembari menarik lengan sahabatnya karena kelas sudah dimulai.
"Sedang apa kalian di depan pintu?" tanya seseorang mengejutkan keduanya.
Hee...Hee."Maaf Pak? tadi ada barang kita yang jatuh." jawab Ga Eun menyenggol baju sahabatnya tatapannya entah kemana.
"Ooh! apa yang kalian cari sudah ketemu? kalau belum biar ku bantu carikan." tanya Kim lelaki yang berprofesi sebagai Dosen.
"Terimakasih sebelumya. Tapi barang yang kita cari udah ketemu, permisi Pak?"
Pegangan tangan Ga Eun terlepas dari Yoora tanpa sadar ia mau pergi akan tetapi segera di tarik nya kembali.
Didalam kelas Yoora terlihat termenung tanpa memperhatikan penjelasan dari dosen, seperti tidak ada orang lain disana selain dirinya.
"Hmm." jawabnya singkat.
"What? Kau ini apa tidak ada jawaban lain selain itu, bosen tau dengarnya." ucap Ga Eun sedikit kesal.
"Jujur sama aku. Kamu pasti lagi ada masalah." lanjutnya tak menyadari jika orang yang ia ajak bicara hilang entah kemana.
"Yoora. Kim Yoora?" Ga Eun celingukan memanggil nya, namun tak ada sahutan.
"Maaf. Boleh saya bertanya? kalian lihat sahabatku tidak." Ga Eun menghampiri beberapa mahasiswi yang masih didalam kelas.
Mereka menggelengkan kepalanya secara bersamaan.
"Oke. Thanks." ucap Ga Eun tetap mengucapkan terima kasih walaupun jawabannya tidak sesuai keinginannya.
Diluar kelas Ga Eun ngedumel ia berkeliling mencari sahabatnya sembari menghubungi nomor ponselnya.
"Astaga. Dia pergi kemana? kakiku sudah hampir mati rasa karenanya." gumamnya duduk di kantin dan memesan beberapa minuman untuknya.
"Aaah! rasanya lega sekali. Kegunaan ponsel itu apa sih! buatnya."
*****
"Uncle. Ternyata kau ada disini, pasti mau menjemputku bukan." ucap Yoora menyelonong masuk mobil sport hitam bersama seorang pria seusia ayahnya.
"Siapa kau? sembarangan masuk mobil orang. Cepat keluar." usir nya.
"Kau pasti sedang bercanda. Ini aku gadismu." ujar Yoora tersenyum memeluknya.
Lelaki itu membawa Yoora ke sebuah Cafe yang ada di dekat sana.
"Uncle memang paling perhatian." ucap Yoora kesenangan diajak kesana bersamanya.
'Akhirnya setelah tiga tahun lamanya kita bisa bertemu lagi. Tapi seperti ada yang aneh, biasanya dia paling cerewet saat bertemu denganku.' batin Yoora sedari tadi mengajak bicara tidak ada respon balik padanya.
BERSAMBUNG...