Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Keceplosan



Setelah dilihat di layar ponselnya Yoora membulatkan matanya kaget.


"Ga Eun." gumamnya menyerngitkan dahinya.


Tapi anehnya dari suaranya terdengar seperti laki laki bukan perempuan.


Yoora: Sejak kapan suaramu berubah


~>> Ini aku So- Ju, kau tidak mengenaliku


Yoora: Kamu pasti mencuri ponsel sahabatku yah! cepat kembalikan padanya


So Ju: Kalau iya kenapa? dia sendiri yang mengemberikan nya padaku


Yoora: Hei! kau serius. Dasar pencuri, luar dalam sangatlah berbeda


So Ju: Jelas berbeda, aku pria sejati kamu mau melihat isi dalamku


Yoora: Woy! hapus semua pikiran kotormu


So Ju: Haa...haa...haa. Aku ini cuma mengetes isi otakmu, ternyata kamu cukup tau soal itu


"What?" gumam Yoora merasa malu mengetuk jidatnya sendiri ke kursi yang ia duduki.


So Ju: Hei! Noona kamu masih disana


Yoora: Sebenarnya apa tujuanmu menghubungiku


So Ju: Santai, aku cuma mau mengajak kamu ikut denganku ke pantai, teman temanmu juga ada disini bersamaku


Yoora: Tidak, kamu sendiri aja sana, aku malas, lagipula aku


Tok tok tok...


So Ju: Aku mendengar sesuatu, seperti ketukan pintu


Yoora: Iya bawel, telingaku tidak tuli


Yoora bergegas melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu kamarnya, ternyata itu Kevin ayahnya datang.


"Ada temanmu itu di depan rumah sedang menunggumu." jawab Kevin langsung merangkul bahu putrinya untuk mengikuti nya.


Dalam hatinya bertanya tanya siapa orang yang mencarinya malam malam.


Saat Kevin melepaskan rangkulan nya tiba tiba dari belakang seseorang memeluk tubuhnya, sehingga Yoora langsung terkejut ia berusaha untuk segera melepaskan diri darinya.


"Kena kamu." ujarnya berbisik di telinganya.


"Jung Hwa, apa yang kau lakukan, cepat lepasin aku." pinta Yoora masih berusaha melepaskan tangan yang melingkar di perutnya.


"Kalo tidak mau bagaimana?" ujarnya malah menantang semakin mempererat pelukannya.


"Kau ada disini juga, untuk apa?" seru Yoora melihat lelaki yang tak asing baginya datang menghampirinya.


"Pappy yang menyuruh mereka semua datang ke rumah." sahut ayahnya.


Yoora menatapnya tak percaya ia begitu sinis terhadap So Ju, akan tetapi bukan untuk Seo Jun, Ga Eun dan Song Hwa sahabatnya.


"Malam ini mereka akan menginap di disini." timpal Hana ibunya semakin membuat putrinya tak percaya.


Hah!


"Hei! kau pasti hantu, tadi pagi kau pergi kemana tiba tiba menghilang, disaat sedang dibutuhkan malah tidak ada." omel Yoora menunjuk So Ju sembari menginjak kaki saudara kembarnya keras.


"Aduh! sakit tau, kamu bisa kan bersikap lemah lembut sebagai perempuan, aku ini saudaramu." pekik Jung Hwa lalu berteriak menunjuk ke Yoora yang malah menertawakan nya.


Haa...haa...haa. "Makanya jadi orang jangan seenaknya peluk orang. Cari pacar sana daripada suka." ucap Yoora di sela sela tawanya ia sampai berlutut saking nggak kuatnya menahan tawa melihat ekpresi wajah saudara kembarnya.


"Kamu sendiri apa, di peluk sama saudara kembarnya saja tidak mau, giliran paman Lee langsung menawarkan diri untuk memeluknya." ceplos nya


Pada dasarnya Jung Hwa sering melihat interaksi antara saudara kembarnya dengan Lee begitu mesra layaknya sepasang kekasih, akan tetapi dirinya tak pernah membicarakan itu ke semua orang termasuk kedua orang tuanya.


"Yoora. Kamu mau kemana, apa benar yang dikatakan Jung Hwa, kalian berdua tidak berpacaran kan, atau semacamnya, ingat dia itu pamanmu sendiri, umurnya saja sepantaran dengan Pappy." panggil Kevin menghentikan langkah kaki Yoora yang berlari kabur.


BERSAMBUNG