Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Tak Sengaja



"Kelihatannya kamu sangat menginginkan susu ini. Kamu mau, biar paman buatkan untukmu." ucap Lee menawarkan.


Yoora otomatis menggeleng pelan hanya tersenyum melihat wajah paman yang nampak begitu dekat.


"Yakin kamu nggak mau." ujar Lee memastikan kembali mengamati kedua manik mata Yoora yang tak bergerak sama sekali.


Hello? apakah keponakanku bernama Kim Yoora masih disini? seru Lee mendekatkan wajahnya menatapnya lekat.


Kamjagiya.....


Uncle kau membuatku kaget saja!


Yoora baru sadar jika jaraknya dengan Lee sangatlah dekat, manik mata mereka seakan berbicara.


"Hmm. Melamun aja, ini masih siang bolong, apa yang kamu pikirkan?" ujar Lee melihat Yoora yang terlihat gelagapan bergerak mundur sedikit menggeser posisi nya.


Aniaaa...


"P perutku lapar sekali." gugupnya.


"My Girl. Kamu duduk dulu di sebelah sana, paman mau buatkan makanan untuk keponakanku tercinta." pinta Lee menuntun Yoora mendudukan nya di kursi di taman belakang.


Disana terdapat kolam berisi ikan koi berbagai jenis dan juga ada kebun stroberi yang luas.


"Stroberi. Asam sekali, kenapa Mommy begitu menyukainya." ucap Yoora memetik lalu memakannya menyipitkan matanya keasaman.


"Kebun seluas ini apa tidak ada jenis buah lain, semangka atau gitu." gumam Yoora terheran heran.


Dari kejauhan Yoora melihat kedatangan Lee yang celingukan mencarinya ia berniat untuk menjahili nya.


"Sebaiknya aku bersembunyi. Uncle pasti pusing mencariku." terkekeh berjalan mindik mindik menghindari Lee yang terus mencarinya di sekitar kebun stroberi.


Karena ukuran perkebunan itu begitu luas Lee sampai bingung, memikirkan cara agar kau keluar tanpa harus bersusah payah mencari kesana kemari.


Aduh! kakiku! Kenapa bisa ada duri disini?


pekik Lee pura pura kesakitan.


Terbukti cara itu berhasil, Yoora langsung keluar dari persembunyiannya.


Uncle kenapa? mana yang sakit? "Biar ku bantu mengeluarkannya." sibuk mencari cari bergantian mengangkat kedua telapak kaki Lee.


Lho! "Katanya tadi, Waaah... ternyata paman mengerjaiku." kesalnya.


Haa...Haa...Haa....


"Rencanamu gagal. Lee Tae Yeong di lawan." ucapnya di sela sela tawanya.


"Nggak lucu, nyesel aku mengkhawatirkan mu." gerutu Yoora cemberut berlalu pergi.


Yoora...


Yoora...


"Wajahmu jelek kalau lagi ngambek." panggil Lee tak kunjung mendapat respon.


Yoora....


panggil nya lagi masih tak ada sahutan.


"My Girl. Itu bajumu, tunggu sebentar." panggil Lee kali ini Yoora menoleh melihat ke diri sendiri.


Wee? "Tidak ada apa apa di bajuku, kau jangan coba coba mengerjaiku." ujar Yoora melotot berjalan mundur.


"Itu. Ada sesuatu yang bergerak, seperti." seru Lee.


Aaaaaaaa.........


Yoora terlanjur panik ia melompat lompat sehingga tak menyadari ada kolam di depannya, hampir saja tubuhnya mau tercebur.


Tangan kekar itu menarik tangan mu lalu jatuh dalam dekapannya.


Deg...Deg... Deg...


Detak berdebar tidak beraturan, di tambah lagi saat dirinya ada di dalam dekapan Lee tak sengaja mengecup bibirnya yang sebelumnya menganga karna khawatir.


Paman...


Yoora...


Apa yang kalian lakukan?


Dari arah pintu belakang taman seseorang tiba tiba muncul mengejutkan keduanya.


*Jung Hwa?


batin Yoora segera melepaskan diri dari pamannya*.


"I ini bukan yang seperti kamu pikirkan, t tadi a ku mau terjatuh d dan" ucap Yoora mencoba menjelaskan nya akan tetapi Jung Hwa saudara kembarnya malah pergi.


"Semua ini gara gara Uncle." ucap Yoora sedikit menekan greget ingin sekali ia memarahi pamannya sendiri.


Yoora...


"Sungguh paman tidak sengaja, kamu jangan marah marah gitu dong!" teriak Lee mengejarnya.


*** BERSAMBUNG ***