Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Anak Angkat



Para pelayan wanita itupun menyambut mu ramah segera melakukan tugasnya.


"Nona ikutlah bersama kami." ajaknya.


"Mau kemana?" tanya Yoora.


"Tuan Lee meminta kami mengganti bajumu." jawabnya.


"Saya bisa sendiri, kau tidak lihat tubuhku yang sebesar ini." ujar Yoora.


Pelayan itu tersenyum memberikan beberapa gaun semuanya bewarna putih pada gadis di hadapannya.


"Uncle." suara itu langsung terdengar oleh Lee yang menoleh menatapnya kagum.


"Beautiful." gumam Lee.


"Kenapa paman?" tanya Yoora membuyarkan lamunan pria tampan di depan nya.


"Aah Aniaa... Paman baru sadar ternyata kamu cantik juga." ceplos nya.


"Dari dulu kemana aja, aku kan wanita paling cantik di negara ini." ucap Yoora bertinggi hati.


"Baru juga di puji sedikit, gayanya selangit, para kekasihku lebih cantik darimu." ujar Lee Tae Yeong berlalu pergi.


"What? jadi. Uncle membandingkan aku sama wanita wanita itu." teriak Yoora mau mengejar Lee yang langkah kakinya tidak bisa di gerakan sama sekali.


Yoora mau terjatuh, seketika tubuhnya ada yang menangkapnya.


Bukan Lee akan tetapi orang lain, Yoora begitu terkejut ketika melihat lelaki yang menangkap tubuhnya.


Kau...


Dimana pamanku?


celingukan kesana kemari untuk melihat mobil pamannya sudah tak ada disana.


"Maksudmu pria yang baru saja pergi." seru lelaki itu tak lain adalah kakak kelasnya.


"Hah! Uncle meninggalkanku sendiri disini." gerutu Yoora menahan kesal.


"Kau orang asing bagiku, lebih baik aku pulang naik taxi." tolak Yoora ia baru ingat jika tas nya tertinggal di mobil pamannya.


Lelaki itu mengulurkan tangannya ke Yoora bermaksud untuk memperkenalkan diri.


"Ini apa maksudnya, kau mau macam macam padaku, walaupun sekarang kakiku sakit, aku masih bisa melawan orang sepertimu." ujar Yoora menghindar memasang kuda kuda siap untuk menyerangnya.


"Saya cuma mau minta maaf soal kejadian tadi siang, ternyata kamulah orangnya." ucap lelaki itu tersenyum kaku.


"Aku kira dia tidak bisa bersikap ramah. Tapi senyumannya manis sekali, wajahnya aja yang terlihat jutek." batin Yoora.


"Siapa namamu?" tanya Yoora tanpa melihatnya.


"Kalau ingin tau namaku kamu harus menatap mataku, memangnya disana ada apa? sampai sampai kamu melihatnya terus menerus." mengikuti arah pandangan mu.


Lelaki itu meraih tangan Yoora. "So Ju. Orang biasa memanggilku Seok." ucapnya memperkenalkan diri.


"Nama yang singkat, kau memang pantas di panggil Seok, karena pada dasarnya wajahmu dingin melebihi kutup utara." celetuknya.


"Tuan Lee adalah ayah angkatku, dia yang merawatku selama ini." seru So-Ju, Yoora menatapnya tak percaya.


"Apalagi, mau minta nomor telepon, sorry ya aku tidak bisa memberikannya ke sembarang orang." tolak Yoora memainkan rambutnya.


Haa...Haa...Haa...


So- Ju tertawa melihat reaksi keponakan ayah angkatnya itu. "Bukan, kau terlalu percaya diri, lagipula kontak ku sudah penuh, dan tidak membutuhkan nomor baru lagi" ujarnya terkekeh.


"Haa...Haa. Ketawa aja sepuasnya, dasar nggak jelas." umpat Yoora menirukan cara bicara nya So- Ju.


~>> (( Yoora. Cepat kamu datang ke tempat biasa, ada yang mau coba bermain main denganmu )) Yoora membelalak kan matanya melihat pesan masuk di layar ponsel nya.


~>> (( Oke )) balas nya ia memikirkan agar bisa lolos dari pantauan So- Ju.


"Bagaimana caranya aku kabur, sedangkan kakiku saja masih sakit, tidak bisa di ajak kerjasama." batin Yoora sekilas melirik ke pria di sebelahnya.


BERSAMBUNG