Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 42



Lee membalikkan badan seketika tersontak kaget melihat seseorang berdiri tepat dibelakang nya.


"Yoora. Sedang apa kau disini?"


"Ayo! masuk. Udara diluar sangat dingin, tidak baik untuk kesehatanmu." lanjutnya terlebih dahulu memasuki pintu balkon.


Namun Yoora tetap berdiri disana kedua matanya tak berkedip sama sekali.


Lee menoleh kebelakang berjalan menghampiri keponakannya dan menarik tangan nya untuk masuk bersamanya.


"Apa harus dengan cara seperti ini kamu baru mau masuk." awalnya Yoora menolak, akan tetapi Lee mengangkat tubuh gadisnya ke dalam kemudian mengunci nya rapat rapat.


"Kau kenapa? mereka berdua kemana?" tanya Lee celingukan, yang ia maksud Hyun dan So Ju.


Sedangkan Yoora ia mengangkat bahunya acuh, dirinya seakan tak punya semangat, entah apa yang ada didalam pikirannya.


"Hei! My Girl. Kamu baik baik saja." Lee kembali bertanya, tetapi reaksinya masih sama.


'Astaga. Ini anak kenapa? dari tadi diam saja.' batinnya.


"Apa kamu lapar? ooh iya! dari tadi kan kamu belum makan apapun. Kamu mau pesan makanan apa biar paman." tanya Lee menunjukkan menu pilihan di layar ponsel nya.


Yoora menggeleng menolak tawaran yang diberikan oleh pamannya, bahkan meliriknya saja tidak.


"Lalu kamu maunya apa?" Lee mulai frustasi.


'Yoora cuma mau uncle selalu ada disisiku.' jawabnya dalam hati, kemudian ia membisikkan sesuatu di telinga pamannya.


"Baiklah. Kamu tunggu disini, paman mau." ucap Lee langkahnya terhenti saat membuka pintu ia dikejutkan oleh dua orang yang berdiri di hadapannya.


"Mommy." gumam Yoora terkejut.


"Sayang. Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kamu bisa sampai terluka?" tanya Hana menghampiri putrinya mengusap rambutnya pelan.


"Aah! ceritanya panjang. Lain waktu aja, Yoora ngantuk mau tidur." jawab nya menutupi lukanya didalam selimut.


"Mommy datang kesini sendiri." tatapan Yoora tertuju ke pintu.


"Jangan jangan dia cari masalah lagi di tempat orang. Kamu tunggu sebentar, Mommy mau keluar dulu." gumam Hana meminta putrinya agar tetap disana.


"Mom. Mommy, aaah!" Yoora berjalan pelan mengikuti kemana langkah ibunya pergi.


*****


"Aah! itu dia mereka." gumam Yoora berdiri dibalik pintu yang sedikit terbuka.


Terlihat tiga orang sedang berbicara serius membelakangi nya.


"Aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Kenapa lama sekali? katanya cuma sebentar, ini sudah lebih dari sepuluh menit, bisa mati berdiri kalo begini caranya." gerutu Yoora duduk bersandar di depan pintu.


Seseorang mendorongnya dari dalam, tubuh Yoora terpental, hampir saja wajahnya mencium lantai jika tidak ada yang menahannya.


Dari belakang Lee menarik jaket hoodie yang dipakai keponakannya, dan langsung membangunkannya sekali tarik dengan entengnya.


"Dari kapan kau berdiri disini?" tanya Lee dingin.


"Aku duduk bukan berdiri." ujar Yoora.


"Pappy." gumamnya nyengir kuda kemudian ia bersembunyi di belakang memeluk Kevin.


"Uncle jahat dia memarahiku. Lihat saja wajahnya, menyeramkan bukan." Yoora mengadu pada Kevin.


"Pamanmu emang tak jauh beda dengan hantu. Lihat saja gayanya, bahkan dia sama sekali tidak mandi." ucap Kevin tersenyum menoleh ke putrinya.


Rambut Lee yang acak acakan, baju terlihat kusut tanpa lengan, dan celana pendek diatas lutut.


"Hei! berhenti bergosip. Lagi pula ini kan rumahku, jadi bebas dong!" ujar Lee tak terima menatap nya tajam.


"Hmm. Kalian itu dari dulu tidak pernah berubah, kalo setiap ketemu selalu saja bertengkar, ayo sayang! Mommy antar kamu istirahat didalam." Hana tersenyum menggandeng putrinya untuk ikut dengannya.


"Jangan lupa suruh putrimu makan. Dari tadi siang dia puasa." seru Lee membuat langkah keduanya terhenti.


BERSAMBUNG