
Yoora segera di bawa ke UKS untuk di obati, dengan bantuan dari Seo Jun, walaupun awalnya di tolak.
"Kamu mau apa? udah sana pergi, sahabat macam apa yang pergi meninggalkan temannya saat membutuhkan bantuan." usir Yoora kesal.
"T tapi sayang, tadi aku kan benar benar tidak tau kejadian sebenarnya seperti apa, karena." ucap Seo Jun terputus.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu, atau kau mau kedua kakimu ku patahkan, hmm." tegas Yoora semakin dibuat kesal.
Dari luar ruang UKS dua orang berlari menghampiri sahabat nya ingin menghampiri.
"Stop! kalian juga pergi, jangan lupa bawa anak ini keluar." tunjuknya menunjuk ke wajah Seo Jun.
"Mianhae, kita datang terlambat." ucap Ga Eun merasa bersalah ia melirik ke Song Hwa.
"Tak ada yang perlu di sesali, udah sana pergi, aku ingin sendiri." usir Yoora sebenarnya ia cuma kesal ke lelaki tadi, tapi di lampiaskan ke sahabat sahabatnya.
Yoora merogoh saku bajunya untuk menghubungi seseorang.
Yoora: Uncle, jemput aku sekarang juga!
Lee: Jemput, ini masih jam berapa?
Yoora: Nanti Yoora jelaskan semuanya saat paman sampai disini.
Lee: Hallo? My Girl. ( panggilan dimatikan )
"Astaga anak ini, pasti dia cari masalah lagi di sekolah." ucap Lee Tae Yeong meraih mantel dan kunci mobilnya.
"Paman, buru buru buru sekali, mau kemana?" tanya Kim Jung Hwa tak membuat langkah kaki Lee berhenti.
"Ditanya juga. Jawab atau apa gitu, hello? disini masih ada orang." gerutu Jung Hwa kesal ia merasa di acuhkan.
*****
"Uncle, kenapa lama sekali." panggil Yoora ketika seseorang yang di tunggu datang memasuki ruang UKS.
"Sorry, tadi di jalan sedikit macet." ucap Lee memegang kaki keponakan nya yang di perban.
Agrh....
"Jangan di sentuh, Uncle " pekik Yoora kesakitan.
"Sorry, paman tidak tau." ucap Lee lagi lagi meminta maaf.
"Singkirkan benda itu, aku mau gendong aja." tolaknya.
"Baiklah jika itu maumu, tapi jangan salahkan paman." ucap Lee malah membopong tubuh Yoora dengan entengnya.
"Uncle, aku mau di gendong bukan di bopong begini." keluh Yoora ia membenamkan kepalanya ke dada bidang Lee.
"Keduanya itu sama saja." ujar Lee tersenyum ke guru yang menemani keponakan nya.
Di dalam mobil Yoora memukul bahu pamannya kesal.
"Untung sekolahan masih sepi." gumam Yoora tiba tiba Lee mendekatkan wajahnya.
"Uncle. Apa yang kamu lakukan?" Yoora melirik Lee was was.
"Sabuk pengaman kamu belum di kenakan." bergerak membantu sengaja memperlambat.
"Ooh... aku kira." gantung nya.
"Kamu kira apa? jangan berpikir macam macam." seru Lee segera melajukan mobilnya.
Yoora menggaruk tengkuk lehernya salah tingkah ia mengalihkan pandangan ke jendela.
Lee memberhentikan mobilnya ke sebuah butik, sedangkan Yoora bingung.
"Sejak kapan rumahku jualan baju." gumam Yoora membuat Lee tersenyum geli.
Lee mengarahkan leher keponakannya. "Kamu tidak tulisan besar di atas itu." tunjuknya.
"Untuk apa kita kesini." ucap Yoora enggan keluar saat Lee berupaya mengajaknya.
"Mengganti bajumu." ujar Lee membukakan pintu mobil untuk keponakan nya.
Karena terlalu lama Lee kembali mengangkat tubuh keponakan nya ia bawa masuk ke dalam butik.
"Eoh... trunkan aku." pinta Yoora menepuk nepuk dada Lee.
"Tunggu disitu, jangan pergi kemana mana." tegas Lee mewanti wanti.
Para pelayan disana memberi hormat kepada mereka berdua terutama Lee Tae Yeong
BERSAMBUNG