Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 36



"Uncle. Aku seneng banget bisa bertemu denganmu disini, kau itu jahat sekali, kenapa tiba tiba menghilang, tiga tahun lho! itu waktu yang lama, apa jangan jangan karena Daddy, dia pasti." oceh Yoora.


"Untuk apa kau mencariku. Daerah ini sangat berbahaya untuk gadis sepertimu." ujar Lee datar.


"Tenaga aja. Tadi tidak ada siapa siapa yang mengikutiku, don't worry." Yoora menggeser posisi duduknya mendekati seseorang yang dirindukan tiga tahun terakhir.


Lee berdiri menghindarinya. "Kau siapa?"


Yoora tersenyum manis mengikuti setiap langkah pamannya itu.


Haa...Haa...Haa.


"Uncle pasti sedang bercanda. Aku ini Yoora, keponakanmu." ucapnya terkekeh.


"Ooh! kau Kim Yoora. Hana Seo Yeon, sahabatku." ujar Lee.


"Iya. Sekarang kau sudah mengingat ku bukan, gadis kesayanganmu yang cantik, keren, imut." ucap Yoora memasang wajah menggemaskan.


Namun reaksi pria di hadapannya terlihat biasa saja , seperti tidak pernah bertemu sama sekali.


Terbesit di pikiran gadis ia mencoba membicarakan saat saat dirinya masih kecil hingga sekarang.


"Aku itu kangen tau. Selama ini uncle kemana saja, Mommy sama Pappy sama sekali tidak pernah memberitahu dimana keberadaanmu, tapi tak apa, sekarang kita bisa bertemu lagi, dan aku akan menagih janji yang kau ucapkan waktu itu, sebelum kepergianmu." ucap Yoora bergelanyut manja melingkarkan kedua tangannya ke leher pamannya.


"Janji apa?" tanya Lee.


Yoora mengerutkan dahinya tersenyum pasi menatap lekat wajah pamannya.


"Jangan bilang uncle tidak mengingatnya. Kau sendiri yang mengatakan itu, aku ingat betul semua kata katamu." ujar Yoora ada rasa sedikit kesal di dalam hatinya.


"Kita saja baru pertama kali bertemu. Bagaimana bisa aku mengucapkan janji padamu." ucap Lee membuat Yoora melepaskan pelukannya.


Dari arah lain terdengar seseorang sedang memanggil manggil nama pamannya, serentak mereka langsung menoleh ke sumber suara.


"Honey. Ternyata kau ada disini juga, kebetulan aku tadi kemari bersama teman temanku." ucap perempuan itu sembari melihat ke arah gadis yang tak jauh darinya.


"Oh iya. Kenalin ini Yoora keponakanku, kebetulan kita bertemu disini." ucap Lee meraih tangan perempuan itu dan tangan Yoora agar keduanya saling mengenal.


"Kim Yoora. Celine Park." ucap keduanya bersamaan.


"Kalian terlihat tidak akur. Kalo boleh tau ada masalah apa?" tanya Celine.


Yoora mengamati cincin di pakai jari manis Lee dan Celine, ada perasaan aneh di hatinya.


"*Semenjak kepergiannya. Uncle terlihat berbeda, dia seperti tidak mengenalku, padahal dahulu kita begitu dekat, sebenarnya ada hubungan apa mereka?" batin Yoora.


Ketiganya duduk di meja yang sama, Celine berada di samping Lee, sedangkan Yoora terhalang oleh meja di depannya*.


"Hmm. Uncle, kak Celine? aku pergi dulu yah!" pamit Yoora.


"Lho! Cepat sekali. Makananmu aja belum habis, bahkan masih utuh, apa kamu tidak lapar." ucap Celine kembali mengamatinya.


"Thanks sebelumnya. Tapi perutku masih kenyang." ucap Yoora tersenyum meraih tasnya bersiap siap untuk pergi.


"Buru buru sekali. Kamu pulang naik apa?" tanya Celine.


"Jalan kaki. Aaah! maksudku, taxi." jawab Yoora asal.


"Bukankah terlalu berbahaya. Di daerah ini cukup rawan untuk gadis seusai kamu, biar pacarku yang mengantarkan kamu pulang." ucap Celine menahan tangan Yoora menatap pria di sampingnya.


"P-pacar. Kalian pancaran." ucap Yoora kaget.


BERSAMBUNG