
Selesai makan Yoora mengajak Lee bersantai di rooftop rumahnya, pemandangan di sana jauh lebih indah, padahal matahari mulai berada di atas kepala.
"Uncle. Kamu tidak ingat ini hari apa?" tanya Yoora begitu antusias.
"Hari senin." singkatnya.
Hufff....
Yoora menghembuskan nafasnya kasar.
"Hari ini adalah hari spesial bagiku, Uncle sungguh tidak mengingat." ujarnya sedikit kesal.
Lee tersenyum di sudut bibirnya ia sebenarnya tau apa maksud perkataan Yoora, tapi dirinya cuma pura pura tak mengerti, sengaja untuk membuatnya kesal.
"Taraaaaa. Ini hadiah ulang tahun untuk keponakanku tercinta." ucap Lee memberikan sebuah kalung.
"Waaah...Uncle, aku kira kau lupa, wow! beautiful, thanks my uncle." seru Yoora mendadak melompat memeluk Lee begitu eratnya, dengan posisi kedua kakinya bergaung di pinggang Lee.
"Astaga. Ternyata kamu berat juga." celetuk Lee tanpa membalas.
"Berat. Itu tidak mungkin, akhir akhir ini aku sering makan, tapi." ujar Yoora membuat Lee tersenyum.
"Pantas saja rasanya seperti dua kali lipat." ujar Lee ia mendapat pukulan kecil dari keponakannya.
What? "Apa timbangan yang biasa aku pakai rusak." gumam Yoora lirih masih bisa terdengar oleh Lee.
Haa...Haa...Haa.... "Kamu ini lucu sekali. Maksudku kamu dua lipat lebih cantik dari sebelumnya, tubuhmu lebih berisi." ujar Lee terkekeh.
"Ooh! uncle bisa aja. Jantungku sudah hampir lepas karenamu." ujar Yoora tersenyum malu.
"Kamu tau kan. Usia paman semakin tua, alangkah baiknya jika kamu turun sekarang." pinta Lee.
Yoora segera turun dengan cara melompat. "Okay. Uncle, kamu mau apa?" ujarnya terkejut ketika kalung yang ia kenakan sebelumnya di lepas begitu saja oleh Lee Tae Yeong.
"Mengganti yang baru. Kalung ini lebih cocok untukmu." ucap Lee mengibaskan rambut keponakannya ke belakang untuk memakaikan kalung pemberian nya.
"T tapi. Uncle, mau apakan kalung itu, cepat berikan padaku." pinta Yoora berlari menghampiri Lee yang akan membuangnya.
Dan akhirnya mereka berdua aksi kejar kejaran tak ada yang mau mengalah, Yoora juga tidak mau menyerah untuk mendapatkan benda miliknya.
Uncle.....
Suara itu terdengar nyaring di telinga Lee, sehingga refleks ia menjatuhkan sesuatu yang ia genggam di tangannya.
Aaaaaaaaa.......
Kemana paman membuangnya? teriak Yoora kembali membuat telinga Lee panas.
Bukannya bertanggung jawab Lee malah kabur di saat ada kesempatan.
"Upss. Sorry." ucap Lee mengatupkan kedua telapak tangannya sebelum meninggalkan keponakannya sendiri di rooftop.
"Tunggu. Tega sekali paman melakukan itu, bagaimana kalau sampai kekasihku marah? bagaimana?" gumam Yoora terpaksa menuruni tangga karena terlalu lama menunggu lift terbuka.
Sesampainya di bawah nafas Yoora terengah engah, tenaganya terkulai lemas duduk di anak tangga.
Tring....
lift terbuka Lee terkejut mendapati Yoora terlebih dahulu sampai ke lantai dasar.
"Uncle harus bertanggung jawab, cari kalung itu sekarang juga." cetusnya menyandarkan kepalanya ke dinding.
"Buat apa mencari barang palsu. Membuang waktuku saja." celetuk Lee melenggang pergi.
"Kekasihku nanti dia marah lalu kembali memutuskan ku lagi." seru Yoora kesal menghentakaan kedua kakinya.
Lee menghampiri Yoora ia duduk disampingnya memegang segelas susu.
"Wow, dia begitu tampan, umurnya sama sekali tidak berpengaruh di wajahnya, bersinar sampai sampai aku silau saat melihatnya." batin Yoora terpesona melihat cara Lee meminum susu seakan ia ikut merasakan di dalam tenggorokannya.
**** BERSAMBUNG* ****