Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Mengesankan



Haisss.... "Anak itu pasti membual lagi." gerutu Yoora menduga duga.


"Tau aah! aku ngantuk. Rasanya hari ini sangat melelahkan." gumam Yoora membaringkan tubuhnya ke kasur.


πŸ€πŸ€πŸ€


Esok harinya..


Semua orang bersiap siap untuk pergi ke pantai bersama sama, tapi tidak untuk gadis yang masih terlelap di dalam kamarnya.


Beberapa kali pintu di ketuk akan tetapi tak ada sahutan sama sekali dari pemilik kamar.


Tok tok tok...


"Sayang, teman temanmu sudah bersiap." panggil Hana beberapa kali mengetuk pintu kamar putrinya.


"Yoora sayang." panggil nya sekali lagi.


"Tumben. Biasanya jam segini dia sudah bangun." gumam Hana.


"BABY. Bagaimana?" tanya Kevin suaminya menghampiri sang istri.


Hana menggeleng pelan. "Belum. Mungkin dia sedang di dalam kamar mandi." jawabnya.


"Coba kamu yang panggil Siapa tau Yoora langsung keluar." pinta Hana di angguki suaminya.


"Baiklah." ucap Kevin.


Yoora keluar sebelum Kevin memanggilnya dengan penampilan yang berantakan, ia menggunakan setelan piyama ungu motif flower favoritnya membuka mata berat sembari rambut acak acakan menatap dua orang di depannya polos secara bergantian.


"Mommy. Ada apa pagi pagi begini sudah membangunkan ku." ucap nya nyawanya belum sepenuhnya kumpul.


"Kami tunggu di bawah sarapan bareng, setelah itu kita langsung berangkat." titah Kevin berlalu pergi merangkul pinggang istrinya.


Baru juga pintunya akan ditutup, Kevin datang lagi.


Apalagi?


"Ooh iya. Pappy lupa, kamu langsung bersiap siap. jangan tidur lagi, awas aja nanti." tegas Kevin, Yoora hanya bisa menganga ingin mengiyakan, tapi di tinggal pergi.


"Matahari aja belum bangun. Mataku masih mengantuk, semalaman aku tidak bisa tidur." ucap Yoora berjalan ke kamar mandi dengan mata terpejam.


Yoora telah bersiap ia memakai gaun putih seatas lutut sepuluh centi menerawang ke atas, tanpa lengan, ia berani mengenakan itu karena cuaca panas.


Tak lupa jaket kulit putih ia dilampirkan ke kedua bahunya sembari memakan permen lilipop kesukaannya.


Saat di depan lift Yoora berpapasan dengan So Ju entah kenapa ada di sana.


"Dia lagi. Apa lelaki di dunia ini cuma ada satu." gumamnya Yoora berjalan melewatinya tanpa menyapa.


"Hei! Nn. Kim. Yoora." panggil So Ju ikut ke dalam lift.


"Itu disana ada tangga, kenapa harus satu lift denganku." sinisnya baru angkat bicara menatap pria di sebelahnya.


Akan tetapi tak ada jawaban sama sekali, Yoora segera menekan tombol nya bersamaan dengan So Ju, sehingga kedua tangan mereka saling menempel.


"Singkirkan tanganmu. Kamu pasti sengaja melakukannya untuk mencari perhatianku, iya kan." ujar Yoora segera menarik tangannya.


"Benar benar ini anak. Telingamu tuli ya!" ketusnya kali ini Yoora sedikit mendorong bahu So Ju, akan tetapi tak mengenainya hingga akan terjatuh.


Aaaaaaa.....


Teriaknya keras sampai terdengar ke penjuru arah rumah itu.


Semua orang berlari menaiki tangga sampai ke lantai lima dimana kamar Yoora berada.


Sebelumnya So Ju menarik pinggang ramping Yoora agar tidak terjatuh, tapi ujung ujungnya mereka berdua malah jatuh bersamaan.


Kedua orang tuanya terkejut melihat adegan drama di pagi hari begitu mengesankan.


Dimana dimana sang perempuan menindih tubuh lelaki dengan posisi berpelukan satu sama lain.


"Mommy. Pappy, hei! lepaskan tanganmu, kau sengaja ya agar aku tidak bisa bangun." pinta Yoora padahal dirinya lah yang sebaliknya memeluk tubuh So Ju.


Apa ucapan itu tidak terbalik?


Tak terima So Ju membantah keras atas tuduhan itu.


Yoora tersenyum ke sahabat sahabatnya terutama tatapannya berhenti ke Seo Jun yang terlebih dulu pergi, ia cuma ingin memastikan bahwa wanitanya baik baik saja.


BERSAMBUNG