
{{ Yoora: Uncle, i'm back }}
{{ Lee: Cepat sekali udah ganti baju. Kamu tidak mandi }}
{{ Yoora: Tidak. Aku malas mau tiduran aja }}
{{ Lee: Apa tubuhmu tidak lengket seharian di luar }}
{{ Yoora: Mau aku nggak mandi satu minggu pun. Tubuhku akan tetap wangi, jadi jangan permasalahan itu }}
{{ Lee: Kamu itu perempuan tapi jorok sekali}}
{{ Yoora: Berhenti bahas itu. Yoora mau tanya, apa maksud dari perkataan uncle di jembatan tadi }}
{{ Lee: Perkataan yang mana?}}
{{ Yoora: Uncle tinggal jawab aja. Bukannya malah balik nanya }}
tok tok tok
Yoora segera turun membukakan pintu kamarnya
"Mommy." gumam Yoora.
Hana mengamati putrinya dari atas sampai bawah, Yoora seakan tau.
"Tadi Yoora ketiduran. Jadi belum sempat mandi." ucapnya tersenyum memperlihatkan giginya.
Hana melirik ranjang milik putrinya di ujung ranjang ada layar ponsel yang masih menyala.
"Aaaah i itu. Ada apa mom, kau datang kemari." tanya Yoora sedikit basa basi mengalihkan pembicaraan.
"Pappy kamu." jawab Hana menggantung.
"Ada apa dengan Pappy." tanya Yoora bergegas berlari menuruni tangga.
Haisss.... "Anak itu. Belum juga selesai bicara main pergi aja." gumam Hana menggeleng kan kepalanya pelan berjalan mengikutinya.
Yoora berlari mencari keberadaan Kevin kamarnya tapi tak ada, lalu ia berjalan ke halaman belakang dan ternyata orang yang dicari nya berada disana.
"Pappy." panggil Yoora begitu keras menghambur memeluknya erat.
"Sayang kamu kenapa, datang datang langsung memeluk Pappy." tanya Kevin tidak begitu terkejut karena ia sudah melihat kedatangan putrinya lewat jendela kaca yang berada dekat dengan kolam renang.
"Aku minta maaf soal kejadian tadi. Yoora pergi tanpa bilang dulu sama kalian, sorry. " ucap nya penuh penyesalan.
"Yoora akan apapun kemauan Pappy. Asalkan kesalahanku bisa di maafkan." lanjutnya.
"Kamu yakin apapun itu." ucap Kevin tak percaya.
Mengangguk "Yakin, terkecuali menjauhkan aku dari, Uncle." ucap Yoora sedikit ragu.
"Itu namanya bukan apapun, tapi pengecualian." ujar Kevin mencubit gemas hidung putrinya.
"Ngomong ngomong. Berapa usiamu sekarang." tanya Kevin membuat Yoora bingung.
"Tujuh belas tahun. Masa Pappy tidak tau usia anaknya sendiri, apa jangan jangan tanggal lahirku juga lupa." jawab Yoora terheran heran.
"Nah, itu tau. Tapi kenapa kamu masih suka bertingkah seperti anak kecil." ucap Kevin ingin menurunkan tubuh Yoora tapi tak mau.
Apa ini yang kau lakukan ke pamanmu itu?
"Nee, emang kenapa." tanya Yoora dengan polos nya.
"Tidak. Tapi alangkah baiknya jika kamu jangan lakukan hal ini lagi ke pamanmu, jangan terlalu dekat dengannya." tuturnya Kevin mendudukan putrinya ke kursi yang ada di dekatnya.
"Pappy ini aneh. Tiba tiba berbicara begitu, dari dulu juga aku sudah dekat sama Uncle, kenapa sekarang di permasalahkan." protes Yoora.
"Dia itu lelaki normal. Kalo suatu saat berbuat macam macam denganmu bagaimana." ucap Kevin semakin membuat Yoora tak mengerti.
Mengerutkan kening bingung. "Paman tidak akan melakukan itu." polosnya.
"Benar apa kata Hana. Yoora memang masih belum tau tentang itu." batin Kevin.
Pappy....
panggil Yoora menepuk pundak Kevin.
"Ya. Intinya kamu jangan bertindak melebihi batas apalagi melakukan itu dengannya." tegas Kevin berlalu pergi.
"Pappy. Mau kemana." tanya Yoora disela kebingungan nya.
"Tidur. Sebaiknya kamu istirahat, ini sudah malam jangan lupa bersih bersihkan tubuhmu sebelum tidur." titah Kevin meninggalkan putrinya sendiri disana.
BERSAMBUNG