
Yoora menatap lelaki di sampingnya mengintimidasi.
"Perlu bukti." ujar So Ju.
"Tidak perlu, aku tidak ada waktu untuk itu, cepat tunjukkan mobilmu yang mana, warna apa?" seru Yoora berjalan keluar parkiran mencari sesuatu.
"Mobil sport kuning, langsung masuk aja pintunya tidak di kunci." teriak So Ju berjalan berlainan arah ia terlebih dahulu pergi ke toilet.
"Ini bukan. Kamu membohongiku." ujar Yoora membuka pintu mobilnya tapi tak bisa, yang ada malah suara alarm berbunyi keras mengagetkan nya.
"Hei. Kau mau mencuri mobilku hah!" seru seseorang membuat Yoora dua kali senam jantung.
Menoleh kaget. "Anda jangan sembarangan menuduh, ini mobil temanku." ujar Yoora di kala masih menahan kesal.
"Mana ada pencuri ngaku, penjara bisa penuh, atau perlu saya panggilkan security butik ini." teriak wanita yang seumuran dengannya.
"Silahkan saja saya tidak takut." ucap Yoora menantang.
So Ju celingukan mendengar suara keributan ia segera menghampirinya. "Astaga ini anak. Kerjaan nya buat masalah, pantas tuan Lee kewalahan mendidiknya." gumamnya.
*****
Di dalam mobil
Yoora terus menerus ngedumel melihat penampilannya jadi berantakan rambut acak acakan, gaun yang awalnya bagus berubah robek karena ia sempat jambak jambakan di parkiran dan ada sedikit lecet bagian lehernya hingga memerah.
"Sekarang kamu mau kemana? dari tadi cuma berputar putar." tanya So Ju tak ada tanggapan.
"Pulang." jawab Yoora singkat.
So Ju menyerngitkan dahinya. "Oke. Tapi kamu yakin tidak mau mengganti bajumu, gelandangan di luar sana aja berpakaian lebih baik darimu." ejeknya tersenyum remeh.
Menatap lelaki di sampingnya seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsa nya."What? Kau bilang apa tadi, gembel, awas aja nanti akan ku adukan ke Uncle." teriak Yoora.
"Hei.... aku ini berbicara berdasarkan fakta, lihatlah dirimu." ujar So Ju melemparkan sebuah cermin ke Yoora.
"Maksudmu apa? hah! menantangku." teriak Yoora semakin kencang.
Chittttttttt......
Dug.....
"Aduh! kalau nyetir yang benar. Aaah! dahi ku, gara gara kamu, dasar tidak becus." pekik Yoora mengumpat.
"Keluar sekarang, keluar!" ucap So Ju menggertak.
"Oke. Kamu pikir aku takut, lagi pula siapa juga yang mau naik mobil bututmu ini." ucap Yoora keluar membanting pintu mobil begitu keras.
Smirk. "Hati hati Noona manis, sampai jumpa di rumah, itupun kalau kamu tau jalan." ucap So Ju melambaikan tangannya senyum menyeringai.
"Hah! dia benar benar meninggalkanku sendiri disini, dasar pria aneh, aku tidak akan memaafkanku." umpat Yoora teramat kesal melemparkan sepatunya sembarang arah.
Berjalan tertatih tatih celingukan ingin meminta bantuan tetapi jangankan orang, mahluk hidup lain pun tak ada disana.
Jebal...."Ya ampun ponselku ada di bersama Uncle, agrh! kakiku sakit sekali." gumamnya Yoora meringis kesakitan duduk bertumpu di tengah jalan.
Hiks....Hiks....Hiks
"Astaga Yoora, anak itu benar benar meninggalkan di jalan, jika terjadi sesuatu dengan nya bagaimana? bisa bisa aku diamuk sama kedua orang tuanya ." menghentikan laju kendaraannya.
"Uncle." panggil Yoora melihat lelaki berjalan kearahnya lalu pandangan
Di rumah sakit
"Bagaimana keadaan dia?" tanya Kim Jung Hwa berlari menghampiri lelaki yang duduk di kursi tunggu.
"Masih di ruang UGD." jawabnya tertunduk lesu.
Terlihat dari wajahnya yang nampak gelisah serta khawatir takut terjadi apa apa pada keponakannya.
Huft....
Menghela nafas nya kasar.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Siapa yang melakukannya?
tanya Jung Hwa ikut merasa khawatir.
Tak lama kemudian dokter keluar menjelaskan jika pasien mengalami dehidrasi berlebih juga alergi karena makanan.
Cukup lama Yoora tak sadar sadar hal itu membuat Lee khawatir begitupun juga Jung Hwa.
"Jung Hwa, kamu bisa diam tidak, kepalaku pusing melihatmu terus menerus mondar mandir." ujar Lee menghentikan langkahnya.
"Setelah dia sadar aku akan memberikan satu permintaan untuknya, apapun itu." gumam Jung Hwa duduk di samping saudara kembarnya menggengam satu tangan nya.
BERSAMBUNG