Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 24



Tok tok tok


Lee mengetuk pintu kamar Yoora untuk membujuk nya.


"Aku tidak mau mendengar apapun darimu." teriak Yoora di belakang pintu yang tertutup.


"Yoora, kamu tidak benar benar melakukan itu ke paman kan." seru Lee sembari mengetuk pintu semakin keras.


"Tapi sayangnya mereka sudah tau." ucap Yoora.


Apa maksudmu? teriak Lee.


Tiba tiba ada yang bergetar di dalam saku.


"Duh! siapa sih, ganggu aja, nggak tau orang lagi ribet ribetnya." gerutu Lee mematikan ponselnya tanpa tau panggilan dari siapa.


Drettt Drettt Drettt


ponselnya bergetar berkali kali, terpaksa Lee mengangkatnya.


Lee: Hallo?


~>> Santai Boss.


Lee: James?


~>> Iya ini aku boss.


Lee: Ada apa kau menghubungiku, cepat katakan aku tidak ada waktu untuk saat ini


James: Bisa kita bertemu, nanti akan ku jelaskan semuanya.


Lee : Kau tidak dengar tadi saya bilang apa?


James: Maaf Boss, tapi ini darurat masalahnya harus segera di selesaikan


Lee: Oke, saya kesana sekarang, kau tentukan dimana tempatnya


Uncle...


Kau mau kemana?


Pintu kamar Yoora terbuka mengagetkan pria yang kini masih berdiri di depan pintu.


Tangan Yoora di tarik begitu saja olah Lee untuk ikut dengannya, ia tak mungkin meninggalkan keponakannya sendiri di rumah.


Di Cafe xxx...


Setibanya disana mereka langsung memasuki tempat yang sebelumnya James berikan padanya, dengan mengajak Yoora bersamanya.


"Uncle, aku tidak mau ikut, kau sendiri aja." ucap Yoora setengah berbisik.


"Kenapa, kamu malu, percaya diri aja." tanya Lee.


"Baiklah, kajja!" ajak Lee setelah melampirkan jaket berukuran besar ke Yoora.


Di dalam Cafe di sana sudah ada James yang menunggu melambaikan tangan ke arahnya.


Boss....


"Wow! seleramu bagus juga, masih muda cantik, sexy lagi." sapa James mengamati tubuh Yoora yang molek.


Memukul kecil kepala James. "Dia keponakanku, buka kekasih atau semacamnya, jagalah bicaramu." ucap Lee segera meretsleting jaket Yoora.


Walaupun begitu kaki jenjangnya masih terlihat, karena ukuran jaketnya tidak sampai ke bawah, hanya sebatas paha yang memperlihatkan tubuh mulusnya.


"Boss, kenapa kau menghalangi pandangan indah itu." ucap James ia mendapat tatapan tajam dari Yoora.


"Uncle, aku mau duduk." ucap Yoora terus menerus di halangi oleh Lee kemanapun langkahnya.


"Kamu berdiri aja di belakangku, lihatlah dirimu, orang orang melihatmu." tegas Lee menatapnya tajam.


"Stop! lakukan saja apa perintahku, jangan berani membantah, atau kamu mau ku tinggal disini sendirian." tegasnya lagi tak membiarkan Yoora berucap.


"*U*ncle itu menyebalkan sekali, berapa lama lagi aku berdiri seperti ini, dia enak enakan duduk santai , sok serius, udah gitu aku tidak boleh mendengarkan apapun yang mereka bicarakan." batin Yoora kesal ia di suruh mendengarkan musik olehnya.


Satu jam berlalu pembicaraan keduanya baru selesai.


"Saya permisi dulu Boss." ucap James nyalinya menciut ketika ia mendapatkan tatapan tajam menusuk dari gadis di belakang Lee.


"*S*emuanya gara gara dia, kakiku pegal sekali." kesalnya dalam hati Yoora.


Apa kau yang kau lihat? ha!


Tak segan melemparkan heatsed padanya hingga terjatuh, seketika rusak tak berbentuk.


"Astaga, kekasihmu sadis sekali." bisik James sedikit menjauh darimu tak berani menatap matanya.


"My Girl, ayo kita pulang." ajak Lee menggandeng tangan keponakannya keluar cafe.


Brukkk...


Entah sengaja atau tidak seseorang menyenggol bahunya hingga terjatuh, sedangkan Lee tak sempat menangkapnya, genggaman tangannya terlepas.


"Yoora, lututmu berdarah, dimana orang itu." celingukan mencari pelaku tak ada siapa siapa disana selain mereka berdua.


BERSAMBUNG