Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Di marahi



Matahari mulai tenggelam sedangkan dua orang itu masih asyik berduaan, tak tau jika ada yang panik mencari putrinya terlepas dari pengawasan


"Jung Hwa. Bagaimana, apa kamu sudah menemukan kakak mu." tanya Kevin ngos ngosan menghampiri nya.


"Belum. Aku juga sudah bertanya ke orang orang di sekitar sini, tapi mereka semua tidak melihatnya." jawab Jung Hwa.


"Terus bagaimana, apa kita libatkan petugas keamanan di sekitar sini. Sekarang Mommy kamu juga hilang, padahal Pappy sudah melarang dia keluar rumah." ujar Kevin.


"Mommy hilang. Serius, terus tugas mereka itu apa, menjaga satu orang aja tidak becus." ucap Jung Hwa frustasi mengacak acak rambutnya.


"Ooh, Iya. No ponsel mereka masih sama kan, kenapa kita tidak melacaknya saja." ucap Jung Hwa menyarankan keduanya mengangguk bergegas pergi.


***


"My Girl. Ayo kita pulang, akan ku antarkan kamu ke orang tuamu." ajak Lee merangkul pinggang nya.


"Nggak mau. Aku masih ingin bersamamu, setelah ini kita akan jarang bertemu, karena perbedaan negara." tolaknya menggeleng geleng kan kepalanya.


"Yoora. Keponakan kesayanganku, sekarang pasti keluargamu sedang mencarimu, apa kamu tidak takut mereka memarahi mu lagi, bukankah kamu benci itu." bujuknya Lee mencoba memberi penjelasan.


"Aku tidak mau berpisah denganmu. Uncle pernah berjanji akan selalu bersamaku, dunia ini rasanya hampa tanpa dirimu." keluhnya Yoora kedua membalas pelukannya menyenderkan kepala di dada bidang nya sesekali mendongak ke atas menatap wajah nya lekat.


"Ada yang ingin ku berikan ke kamu. Menghadaplah kesana dan pejamkan matamu." ucap Lee membalikkan bahu Yoora membelakangi nya.


Lee mengibaskan rambut Yoora ke belakang kemudian ia melingkarkan sebuah kalung berbentuk hati di lehernya.


Cupp...


Lee mengecup tengkuk leher Yoora lembut.


*****


Di rumah Kevin


"Kamu datang dengan siapa, sendiri atau bagaimana, siapa yang mengantarmu, itu mobil kenapa tidak berhenti, dia pasti habis menculikmu, kamu dibawa kemana hah!" berindong Hana berbagai macam pertanyaan.


Yoora bingung harus menjawab pertanyaan itu. "Oke. Mommy tenang dulu, aku itu tadi." baru ingin menjelaskan seseorang datang dengan suara lantang.


Sontak membuat dua orang yang sedang duduk di sofa itupun menoleh ke sumber suara.


"Masih ingat jalan pulang kamu." seru seseorang menggema di seluruh ruangan itu.


"Pappy. My Prince." ucap Yoora dan ibunya bersamaan.


"Hei! kamu ini kenapa, datang tanpa permisi, jangan terlalu emosi tidak baik untuk kesehatanmu." ucap Hana berkata pelan berjalan menghampiri suaminya.


"Tanyakan saja pada putrimu." ujar Kevin menatap tajam Yoora.


"Seharian ini kamu pergi kemana, hmm. Pappy paling tidak suka kebohongan." tanya Kevin menggertak.


Deg...


"Aduh! dari tatapan matanya. Pappy begitu marah padaku, apa jangan jangan ada yang tau pertemuan aku sama uncle, bisa gawat, bagaimana aku menjelaskan semuanya, mereka akan marah besar jika tau yang sebenarnya, kenapa aku menuruti ajakan uncle." batin Yoora kebingungan.


"Ayo jawab. Kamu masih punya mulut kan untuk menjawab." ujar Kevin meninggikan nada bicaranya.


"My Prince. Kalau caramu bertanya seperti ini, kamu malah menakutinya, tenangkan pikiranmu, biar aku saja ya, lebih baik kamu istirahat di kamar." bujuk Hana mengusap punggung tangan suaminya.


"Kamu tidak percaya padaku. Jung Hwa, antarkan Pappy mu ke kamarnya." ucap Hana beralih menatap putranya yang sedari tadi terdiam.


"Baik mom. Pappy, kajja." ajak Jung Hwa merangkul bahu Kevin.


BERSAMBUNG