
Di sekolah
"Hei. Cantiknya pacarku." sapa lelaki itu merangkul bahu perempuan yang baru saja keluar dari mobil sport merah.
"Nggak usah sok akrab." ucap Yoora acuh menepis nya lalu melenggang pergi.
Dari belakang jaket Yoora di tarik ke belakang hal itu membuatnya terkejut mendengus kesal.
"Sudah ku bilang jangan. Uncle, aku kira siapa?" berbalik ke belakang.
"Kamu melupakan sesuatu." ujar Lee memberikan black card untuk keponakan tersayang.
Seketika mata Yoora membelalak senang tak menyangka jika pamannya begitu baik padanya.
Cupp...
"Thanks. Uncle baik sekali." ucap Yoora kegirangan.
"Eits. Jangan senang dulu, semua yang ku berikan padamu itu tidak gratis, kamu harus mengganti setiap penggunaan saldo nya." tuturnya.
Yoora menghela nafas panjang, menghembuskan kasar.
Hufff... "Aku tidak memerlukan card semacam ini, silahkan paman ambil." memberikan kembali ke pemiliknya.
Padahal Lee bermaksud menggoda tapi malah di anggap serius olehnya.
Haa...Haa...Haa... "Bercanda." memasang muka lucu.
"Im happy, Uncle tidak pernah kan melihatku menangis atau mengeluh, bagiku itu hanyalah sifat keputusasaan." celetuk nya berjinjit mensejajarkan lelaki di hadapannya.
"Ini baru gadisku yang paling cantik." ucap Lee mengusap rambut Yoora gemas.
Wee?
Bingungnya ketika sang keponakan menodongkan tangan kearahnya.
"Uncle jadi kan memberikanku black card itu." memasang muka manis meminta kembali barang yang sudah di berikan.
Yeah...! much.
"Aku sayang paman." seru Yoora berlari merebut black card itu dari tangan Lee berjalan mundur memberikan kiss bye untuknya.
"Anak itu. Ada aja kelakuannya." gumam Lee tersenyum simpul berjalan memasuki mobilnya.
Di dalam kelas
"Don't touch me. Urus aja itu pacarmu." acuhnya mengibaskan tangan yang merangkul bahunya.
"Pacarku cuma satu. Hanya kamu seorang." ucap Seo Jun menadahkan kedua tangannya ke dagu, menatap perempuan di sampingnya dalam.
"Semua lelaki itu sama aja. Mulai sekarang kita putus, aku tidak membutuhkan pria macam dirimu." cetusnya.
Sebelumnya Yoora pernah melihat pacarnya masuk ke sebuah club bersama wanita wanita cantik.
"Pasti kamu salah paham." ucap Seo Jun berusaha menjelaskan.
Stop!
"Simpan semua ocehanmu, yang penting Itu kita putus." ujar Yoora melengos menutupi kedua telinganya rapat rapat.
Seo Jun ingin menjelaskan semuanya tetapi guru kelas datang untuk memulai pembelajaran.
Semua siswa bersorak ketika seorang lelaki tampan memasuki kelas mereka, termasuk Yoora.
"Good Morning all." lelaki berparas tampan itu membungkukkan setengah badannya.
"Morning." jawab nya serentak.
"Saya. Ken Sin, guru bahasa inggris baru di sekolah ini." ucap nya memperkenalkan diri.
"Nama orang jepang. Kenapa dia jadi guru bahasa inggris." ucap Yoora berbisik ke teman di sebelahnya.
"Mau guru bahasa inggris mau bahasa jepang. Yang penting dia tampan, calon suami masa depan." ucap Ga Eun terkagum kagum.
Yoora menggeleng pelan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang terbilang aneh.
"Tampan darimana? orang biasa saja, masih tampan Uncle ku." gerutu Yoora memutar bola matanya malas sekilas melihat teman teman sekelasnya sangat antusias.
"Hey! buka matamu lebar lebar,Eoh! senyumannya itu lho manis sekali, bikin meleleh seperti gulali." seru Song Hwa bertepuk tangan.
"Masih mending aku kan dari pada dia." timpal Seo Jun berbisik di telinganya Yoora.
Brukkk....
Seo Jun terjatuh karena bahunya di dorong oleh Yoora, padahal cuma pelan.
Upss!!!
BERSAMBUNG