Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 28



Cukup lama mereka berada di sana, jalan jalan hingga makan di restoran dan semua keinginan Yoora terpenuhi.


"Jung Hwa. Dari raut wajahmu terlihat sedang bahagia, bagi bagi dong! ke aku." panggil Yoora merangkul lengan kembarnya.


"Matamu rabun kali ya, tidak bisa bedakan antara galau juga bahagia, huh!" ucap Jung Hwa menekankan kata katanya.


"Wow? takut. Kalo caramu memperlakukan seorang wanita seperti ini, kapan kau punya pacar, mereka bisa langsung kabur saat melihatmu." celetuk Yoora.


"Bawel. Berhenti membuat masalah, seharusnya aku beri tahu kau sejak kemarin." ucap Jung Hwa berlalu pergi.


Yoora ingin mengejarnya tetapi dari belakang ada seseorang memanggil namanya.


"Kim Yoora." panggilannya dengan suara lantang.


"Siapa lelaki itu. Apakah dia mengenalku." batin Yoora bertanya tanya ia tak berani mendekatinya.


Lelaki tampan semakin mendekat ke arahnya, Yoora seakan terpesona akan aura ketampanan nya.


"Kau ada disini juga. Kebetulan kita ketemu, ada yang ingin ku bicarakan." ucap lelaki berpakaian serba hitam dari atas sampai bawah, dari baju, jaket kulit.


Wajahnya cuma terlihat sedikit karena memakai masker, kaca mata hingga topi koboy hitamnya.


Karena penasaran Yoora mendekat untuk melihatnya dari dekat.


"Apa sebelumnya kita pernah bertemu." tanya Yoora polos.


Bukannya jawab malah menariknya keluar berjalan mengikuti langkahnya.


Anehnya Yoora tak memberontak sama sekali ia masih penasaran siapakah lelaki yang membawanya itu.


Tersadar ternyata kini Yoora sudah berada di dalam sebuah mobil orang itu.


"Hei! kau siapa, kenapa membawaku." tanya Yoora tiba tiba mobilnya berjalan.


Tak butuh beberapa lama mereka sampai di sebuah taman hiburan disney land paris.


Disney land Paris πŸ—Ό


"Kamu tidak akan bisa pergi kesana tanpa aku." seru lelaki itu membuka masker dan kaca matanya tersenyum ke arah gadis yang cantik di hadapannya.


"Uncle." Yoora menoleh berlari menghambur memeluknya erat.


"Kenapa tidak bilang kalau itu. Uncle, pantas saja wajahnya tidak asing." ujar Yoora melonggarkan pelukannya.


"Surprise. Kamu bahkan tidak bisa mengenali pamanmu sendiri." ucap Lee mencolek hidung Yoora.


"Ya abis. Uncle selalu menghindar saat aku mencoba mendekatimu." ucap Yoora cemberut.


"Tapi kamu terkejut kan." ucap Lee di anggukinya.


"Sangat, tapi aku juga senang kita bisa bertemu lagi." ucap Yoora menyembunyikan ekpresi wajahnya berjalan mendahului.⁰


Mereka berdua berjalan jalan mengelilingi tempat tempat wisata yang ada di sekitar sana mulai dari Disney land, Lovre Museum, Seine River, Arc de triomphe, hingga Pont Alexandre III untuk melihat matahari terbenam.


"Waaah! baru kali ini aku melihat jembatan indah mewah lagi, thanks." ucap Yoora berjalan mundur pandangannya terus ke Lee yang menatapnya.


Aaah... "Batreku habis lagi, jadi nggak bisa mengambil foto." gerutu Yoora raut wajahnya berubah kesal.


"Kamu bisa pakai paman." seru Lee menyodorkan ponselnya.


Hmm.... "Tumben baik, biasanya Uncle paling pelit kalo soal barang pribadi." ujar Yoora tersenyum menerimanya.


"Maksusudmu pamanmu itu tidak baik begitu." sahut Lee mengunyel unyel gemas kedua pipi keponakannya.


Yoora mengibaskan tangan menggeleng pelan menepuk nepuk mulutnya sendiri.


Haa...Haa...Haa. "Bercanda, katanya kamu mau mengabadikan momen, ini waktu yang sangat tepat." ujar Lee terkekeh menunjuk ke arah matahari terbenam.


Tak lupa mereka berfoto berdua layaknya sepasang kekasih.


BERSAMBUNG