
"Yoora. Bangunlah, hei! kau jangan bercanda, ini bukan lelucon." panggil Lee menepuk kedua pipinya.
"Paman. Dia kenapa?" tanya So Ju.
"Sepertinya pingsan. Kamu cepat panggil Hyun datang kemari." ucap Lee dianggukinya.
Lee kembali membaringkan tubuh Yoora ke kasur dengan pelan sembari mengusap usap telapak tangannya yang dingin.
Drettt Drettt Drettt
Tertera di layar ponsel yang menyala, sebuah panggilan masuk.
"Hana. Kebetulan dia menelphone." gumam Lee menerima panggilan nya.
Lee: Hallo?
Hana: Hallo? ini siapa? kenapa ponsel bisa ada padamu
Tak ada jawaban Lee hanya terdiam
Hana: Siapapun kamu tolong berikan ponselnya ke putriku
Lee: Hana?
Hana: Kak Tae Yeong? apa ini benar kakak, atau mungkin aku salah dengar
Lee: Iya ini aku
Hana: Bukankah kak Tae Yeong sudah
Lee: Ceritanya panjang, nanti akan ku ceritakan semuanya padamu, ooh iya! Yoora ada bersamaku
Hana: Dimana dia?
Lee: Sedang istirahat, sepertinya dia sangat kelelahan
Terpaksa Lee berbohong, takutnya Hana khawatir dan nekat untuk datang kesana.
Hana: Anak itu, apa dia merepotkanmu?
Lee: Ya, biasalah kau tau sendiri, kamu kalau mau kemari besok saja, ini sudah malam, di apartemen, nanti akan ku kirim alamatnya
Hana: Kakak tau sendiri bagiku larangan adalah sebuah perintah
Lee: Kau dari dulu tidak pernah berubah
Lee: Itu karena dia suamimu, kau tak akan bisa membantah atau menolaknya, lagipula kalian itu kan sama sama keras kepala
"Baby. Kamu dimana?"
Terdengar suara dari panggilan Lee ia segera mengakhiri nya, karena tau itu pasti suami Hana.
Hana: Kak? udah dulu ya aku mau, kak? kak Tae Yeong
"Yah! dimatikan. Belum juga selesai bicara." gumam nya Hana buru buru keluar menghampiri suaminya.
"My Prince. Maaf tadi aku habis, kamu mau tau siapa yang menghubungiku?" ucap Hana membawakan tas suaminya.
Kevin menyerngitkan dahinya. "Siapa? Apa Yoora ada didalam?" ujarnya sembari berjalan ke kamar putrinya.
Akan tetapi kamarnya kosong, ponselnya juga masih berada di atas kasur.
"Putri kita kemana? apa dia belum pulang? ponselnya juga tidak dibawa, kan sebelumnya aku sudah bilang sama dia, sepulang kuliah dia harus ada dirumah." tanya Kevin khawatir.
"Kenapa kamu diam saja? suamimu sedang mengajakmu berbicara. Kamu jawab apa gitu, ini sudah lebih dari jam tujuh malam, tidak baik anak perempuan keluyuran diluar." lanjutnya.
"My Prince. Kamu tenang dulu, putri kita ada di apartemen." ucap Hana menggantung.
"Apartemen siapa? biar kutanyakan ke temannya agar dia segera pulang." tanya Kevin lagi.
"Kak Tae Yeong." jawabnya hal itu membuat suaminya terkejut.
Setelah mendengar jawaban dari istrinya lalu ia melenggang pergi.
"My Prince. Tunggu, aku ikut, apa? nggak boleh, kamu tega meninggalkan istrimu sendirian dirumah ." panggil Hana buru buru memasuki mobil bersama suaminya.
Sedangkan Kevin tak bisa berkata apa apa, ia menghela nafasnya kasar.
"Kamu tidak senang aku ikut denganmu. Hmm!" ujar Hana.
"Tentu saja. Senang, tapi alangkah baiknya jika kamu tetap dirumah saja, udara malam tidak baik untukmu." ucap Kevin meraih tangan istrinya yang mencimingkan muka tak mau melihatnya.
"Kalau tidak ikhlas biar aku turun disini. Kamu lanjutkan saja perjalananmu." ucap Hana membuka jendela mobilnya.
"Hei! kamu mau apa?" tanya Kevin.
BERSAMBUNG