Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 32



Didalam kamar Yoora gelisah tak bisa tidur ia membolak balikkan badannya, namun masih tetap sama, padahal kedua matanya sudah terpejamkan, ia memilih menghubungi seseorang.


"Ini orang orang pada kemana coba, tidak ada satupun yang mau mengangkatnya. Aaah, sekarang kan udah tengah malam, biasanya jam segini dia belum tidur, apa aku telepon aja kali ya!" gumamnya Yoora beranjak turun berjalan menuju balkon kamarnya.


"Tidak di angkat. Apa Uncle udah tidur, tumben sekali, biasanya juga dia suka gangguin aku setiap malam." gumam nya menggaruk kepala tak gatal.


Tiba tiba terlintas dalam benaknya. "Apa maksud perkataan Uncle tadi, dia bilang tidak bisa hidup tanpa aku, buktinya dia masih hidup sampai sekarang." Yoora menyangga dagu dengan satu tangannya ke meja memikirkan sesuatu.


"Untuk apa Uncle memberiku kalung ini, padahal sebelumnya dia udah kasih aku kalung, apa maknanya, yang kunci ada bersamanya, sedangkan kalung berbentuk hati ada di aku." gumamnya bertanya tanya.


#FLASHBACK


"My Girl. Siapa lelaki yang paling kamu cinta selain Pappy kamu." tanya Lee.


Berpikir sejenak lalu menjawab "Hmm, mungkin Jung Hwa."


Uncle serius saat ini yang ada di hati kamu siapa? tanya Lee lagi menekan.


Cukup lama Yoora berpikir. "Uncle." singkatnya.


"Kalau cinta pertama kamu." Lee kembali bertanya.


"Cinta, apa itu cinta pertama." gumam Yoora menggeleng pelan.


"Setiap orang pasti pernah merasakan apa itu cinta pertama. Dan semua orang bisa memiliki tapi belum tentu mendapatkannya." jelas Lee.


Yoora menatap pria di hadapannya bingung hanya bisa manggut manggut tanpa mengerti akan maksud perkataannya.


"Sungguh tidak tau itu. Teman temanmu tidak pernah bercerita, zaman sekarang anak anak seusia kamu seharusnya sudah tau bahkan lebih dari itu, karena biasanya mereka dewasa sebelum waktunya." jelas Lee.


Haa...Haa...Haa...


"Kok kamu malah tertawa. Emangnya ada yang lucu dari ucapanku." ucap Lee malah di tertawakan oleh Yoora.


"Bukan begitu maksudku. My Uncle." ucap Yoora di sela sela tawanya.


"Ooh! rupanya kamu tau tapi pura pura polos untuk mengerjai paman, hmm!" ujar Lee menggelitikki keponakan nya.


#FLASHBACK


"Kira kira siapa perempuan yang ada di hatimu saat ini. Apa dia masih mencintai mendiang istrinya." gumam Yoora kembali termenung di sudut balkon tanpa menyadari ada sepasang mata mengamatinya.


Percikan air mengenai wajah Yoora ia mengira kalau itu hujan.


"Lho, kok tiba tiba hujan. Perasaan suasana malam ini cerah, bahkan tidak mendung sama sekali." gumam Yoora mengusap wajahnya yang sedikit basah.


Beberapa kali Yoora menadahkan kedua tangannya ke udara akan tetapi tak menemukan tanda tanda akan hujan ataupun gerimis.


Melihat sekeliling. Apa jangan² di sekitar sini ada hantu. Tapi hantu semacam apa malam malam begini bermain air, dipikir aku takut apa." ucap Yoora sedikit was was.


Tiba tiba saja pot tanaman yang ada di sekitarnya bergerak tanpa ada siapapun.


Aaaaaa....


"Hei, ini aku." seru seseorang segera membungkam mulut Yoora yang akan berteriak.


"Jung Hwa. Apa yang kau lakukan disini." ujar Yoora dengan mulut tertutup memukul punggung tangannya.


"Apa, kalau bicara yang jelas. Aku tidak bisa mendengarnya." tanya Jung Hwa belum melepaskan nya.


Yoora mendorong mundur kuat tubuh nya kebelakang.


"Aduh, kasar sekali kamu jadi perempuan." pekik Jung Hwa ketika telapak tangannya mengenai tembok pembatas balkon.


Kebetulan kamar keduanya berdekatan, jadi jarak diantara mereka begitu dekat, hanya di batasi oleh pagar besi yang bisa di buka tutup.


BERSAMBUNG...