Chasing My Uncle'S

Chasing My Uncle'S
Bab 4



Jung Hwa...


Eoh...Pappy, Mommy


Langkah kakinya terhenti melihat kedatangan orang tuanya.


Kalian kenapa?


Kevin menatap tajam putra putrinya bergantian.


"Mommy, lihatlah! dia terus melototiku." tunjuknya mengadu ke Hana lalu bersembunyi di belakang nya.


Lee tiba tiba hadir di tengah tengah mereka, hal itu sangat mengejutkan pasangan suami istri itu.


Kak Tae Yeong...


Sejak kapan kamu ada disini?


tanya Hana terkejut sekaligus senang.


"Dari tadi pagi. Kebetulan aku ada pekerjaan di sekitar sini, sekalian mampir menyapa kalian." jawab Lee tersenyum manis.


"Ooh... kamu seperti hantu, tiba tiba muncul tanpa aba aba." seru Kevin.


"Mana ada hantu setampan aku." ujar Lee percaya diri.


Kevin memutar bola matanya malas


"Pappy. Mereka berdua tadi sedang." ucap Jung Hwa berniat mengadukan kejadian yang baru saja dilihat tetapi mengurungkan niatnya.


"Kenapa?" tanya Hana berbalik badan mengusap kedua pipi putrinya.


"Dasar tukang ngadu. Awas saja nanti akan ku balas." batin Yoora khawatir takut jika saudara kembarnya berbicara soal kejadian tadi.


"Makan. Tadi putrimu memintaku untuk menyuapinya." jawab Lee menepuk pundak Jung Hwa agar mau menutup mulutnya.


"Kamu mau kan playstation model terbaru, modelnya sangat keren, kau bisa mendapatkannya sebelum di rilis." ucap Lee berbisik di telinganya Jung Hwa.


"Okey, Mommy. Tadi bilangnya kalian mau mengambil sesuatu yang tertinggal." Jung Hwa mengalihkan pembicaraan.


*****


Orang tua Yoora kembali pergi menitipkan anak anaknya bersama pamannya.


Awalnya Jung Hwa mau ikut tapi ia memilih di rumah saja bersama Lee.


"Paman. Kalian berdua tidak ada hubungan apa apa kan." ucap Jung Hwa memastikan mengatupkan kedua jari telunjuk nya.


"No. Itu tidak mungkin terjadi, kamu jangan berpikir aneh aneh." ucap Lee ia melihat raut wajah Yoora yang masih di tekuk.


"*A*pa itu ciuman pertamaku? Wah! apa yang kamu pikirkan, sadarlah Yoora sadar, tadi itu cuma kecelakaan, tidak lebih." batin nya risau terus menerus terbayang bayang di ingatannya.


"Aku ngantuk. Mau tidur, kalian nggak apa apa kan ku tinggal berdua." ucap Yoora berlalu pergi.


"Tentu. Hati hati, jangan sampai terjatuh lagi, kali ini kamu tidak menciumku tapi lantai kamarmu." bisik Lee ia mendapatkan tatapan tajam darinya.


"Urusan kita belum selesai. Uncle harus bertanggung jawab atas kejadian tadi." bisik Yoora terdengar marah tatapan nya semakin menyorot tajam.


Sedangkan Jung Hwa bingung melihat tingkah aneh kedua orang di depannya itu.


"Paman. Dia kenapa? marah." tanya Jung Hwa setelah kepergian kembarannya.


Mengibaskan tangannya. "Ya biasalah saudaramu, mungkin dia sedang datang bulan, kau tau sendiri kan perempuan memang suka marah tanpa sebab." jawab Lee di anggukinya.


Bagi Lee Tae Yeong itu hal biasa, karena dulunya dia dikenal sebagai playboy tetapi hanya cuma ada satu wanita yang di dalam hati, tapi sebaliknya untuk Yoora ia di buat stres karenanya.


"Sweet." gumam Yoora bercermin terus memegangi bibir mungilnya.


Aaaah... "Aku tidak bisa menerima semua ini, dia sendiri yang mengatakan tidak boleh melakukan itu, tapi kenapa malah." teriak Yoora begitu keras, untung saja kamarnya kedap suara jadi tak ada yang mendengar selain dirinya.


Yoora melompat berguling guling di atas kasur king size empuknya hingga ia tertidur pulas tak mendengar jika ponselnya terus berbunyi.


Drettt...Drettt...Drettt


"Aduh! Yoora. Cepat angkat, keadaan lagi gawat dia nggak ada kabar." ucap seseorang di seberang sana mondar mandir berharap jika yang di hubungi segera mengangkat panggilannya.


*** BERSAMBUNG ***