
"kian ,benar kata mu teruskan pencarian nya jangan lengah sesaat pun."perintah brian yang dengan berdiri menatap mereka semua.
perintah brian
"william,tetap awasi gerak gerik kediaman giswen semua yang bersangkutan dengan mereka ikuti pun kemana mereka pergi."
"sean,lanjutkan mencari kerahkan lebih banyak klan kita untuk mencari seluruh kota semua rumah,bila perlu geledah rumah warga semua."
"kian,teruskan pengawasan bandara,pelabuhan dan jalan keluar kota,periksa semua mobil keluar masuk kota."
"siap ketua"jawab serentak kian,william dan sean.
sesaat kemudian mereka pun meninggalkan kediaman downson..
saat itu brian pun menuju ke meja makan..dengan menatap masakan yang sudah di siapkan tunangannya itu...dengan berlinang air mata brian mengingat jika gadis itu ingin memaksa sarapan untuknya..
"ruby,gadis kecilku bagaimana kondisi mu sekarang?aku harap apa yang di katakan kian benar jika pria itu akan merawat mu,walau dia musuhku asal dia membiarkan mu hidup aku tetap tidak akan membunuh dia.".kata brian dengan sambil memakan paksa sarapan yang di siapin oleh tunangan nya.
sesuap dan sesuap dia memaksakan untuk menelannya karena sarapan ini di siapin oleh tunangan nya sebelum kejadian, sambil makan berlinang air mata dengan wajah nya yang sudah basah dan pucat..
brian yang duduk semalaman di tempat tidur ruby sama sekali tidak bisa lelap..perasaan khawatir dan takut yang di rasakan oleh diri nya..
"ruby ,kau harus pulang!panggillah nama ku saat kau sudah sadar aku yakin aku bisa mendengar mu,setidak nya biar aku tahu kau sudah tidak apa apa!aku yakin cincin itu akan memberitahu ku kondisi mu."gumam brian.
kediaman giswen
"apa?di bunuh?siapa pelaku nya?"tanya holdie dengan orang yang di seberang sana
"tidak tahu siapa nona.yang jelas wanita itu sudah terluka parah dan bisa saja dia sudah mati."jawab orang yang di seberang sana
"baiklah kalau begitu,aku harap begitu juga."jawab holdie yang kemudian menutup panggilan nya
"kenapa apa kau senang?"tanya pria yang tiba tiba muncul di belakangnya.
"kakak,buat ku kaget saja."ujar holdie yang menoleh ke arah samuel...
"apa kau sudah berhasil?"tanya samuel yang duduk di kursi
"seharus nya sudah,dia sudah parah dan tergeletak di jalan,akan tetapi dia di bawa pergi oleh seorang pria.kakak!apa orang itu brian downson?"
"tidak mungkin,kalau dia kenapa harus diam diam.dan pasti kau juga tidak bisa duduk di depan ku lagi!?"jawab samuel dengan bolak balik buku meja nya..
"iya benar jugabiarkan saja,kondisi nya sudah begitu pasti peluang hidup juga tidak ada lagi.aku yakin saat ini brian pasti gila mencari nya."
"jadi kau kapan ingin menampakan dirimu?"
"untuk saat ini belum,jika saat ini aku muncul bukankah akan di usir oleh nya,aku ingin dia benar benar putus asa mencari wanita itu baru aku akan muncul dan di saat itu dia pasti menerima ku."jawab holdie dengan senyum sinis
"apa kau yakin dia akan berpaling pada mu?"
"kakak, kau juga pria kan?tidak peduli cinta nya pada wanita itu sedalam apa pun jika sudah lama tidak mendapat jejak wanita itu, brian sebagai pria normal pasti akan bosan dan akan mencari wanita lain untuk kebutuhan nya.di saat dia sudah bosan mencari wanita itu dia pasti akan menerima wanita lain yang muncul di hadapan nya,bukankah begitu?"
".brian downson,ini awal permulaan kita. di saat kau putus asa aku akan muncul di hadapan mu untuk mengisi hari hari mu.aku yakin kau akan tergila gila padaku dan segera melupakan wanita itu."gumam holdie dengan senyum sinis
2 bulan kemudian
"ketua*sapa kian ,william sean
"ini sudah dua bulan apa belum ada petunjuk sama sekali?"tanya brian dengan kesal..
"belum ketua"jawab serentak mereka bertiga
"sepertinya nona tidak ada di kota A.semua rumah ke rumah sudah geledah,semua klan sudah periksa semua nya."jawab sean...
"selama dua bulan tidak ada yang melihat nona keluar dari negri ini,aku curiga di saat pria itu bawa nona pergi bisa jadi di saat itu langsung di bawa keluar negri."jawab kian
"semua rumah sakit di kota A tidak ada pasien yang bernama ruby,dan untuk memastikan aku menyuruh semua anggota untuk periksa semua pasien di seluruh rumah sakit kota A."jawab william
braakkkkk...
suara hentakan semua barang ke lantai yang di singkirkan oleh brian..
"sudah dua bulan dia masih hidup atau tidak?kalau pun dia sudah mati aku juga ingin jasad nya."kata brian dengan emosi..
"ketua,aku akan kerahkan anggota luar negri untuk mencari nona."kata kian
"aku juga akan kerah klan kita untuk melacak keberadaan nona di luar negri."kata william
"aku yakin,dengan dua kumpulan kita pasti akan segera mendapatkan nona."sambung sean
"siapa pria itu sebenarnya?kenapa selama dua bulan dia tidak menghubungi ku?"ujar brian dengan mengepal tangan.
"kalian keluarlah,kalau dia sudah mati dapatkan jasad nya,dia adalah istri ku. semasa hidup dia adalah wanita ku,kalau sudah mati tetap juga wanita ku."perintah brian dengan mata berkaca kaca
"baik ketua*jawab serentak mereka bertiga
"ruby ,aku tahu kau masih hidup,kembali lah pada ku gadis kecilku,kau membuat ku takut setiap saat.jangan menyiksa ku seperti ini,apa kau tahu hidup ku di ambang kehancuran tanpa mu ."batin brian...
"kian,apa kau yakin jika nona di luar negeri?"tanya william dengan menoleh ke arah kian..
"aku yakin,selama ini tidak ada yang melihat nona tinggalkan kota ini,jadi aku yakin saat itu pria itu pasti membawa dia keluar negeri."jawab kian dengan yakin
"kalau nona masih hidup ini berita baik,kalau saja nona tidak ada aku tidak bisa bayangkan bagaimana ketua kita ,selama dua bulan ini kita sudah mencari ke semua tempat dan ketua juga sering mencari nya sendiri,selama dua bulan ini ketua tidak pernah lagi menginjak ke perusahaan."ujar kian...
"tanpa nona ,ketua seperti tidak punya nyawa walau dia masih bernafas,aku sangat khawatir dengan nya,,untung saja saat ini musuh kita tidak bertindak jika tidak aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan."lanjut william dengan muram
"samuel sudah ke amerika,semenjak kekalahan itu dia tidak bertindak lagi,hanya adik nya yang masih di sini,holdie giswen wanita iblis ini juga harus di awasi."kata kian
"apa dia berbahaya?bukankah aneh jika samuel tiba menyerah?dengan sikap nya itu dia tidak akan tinggal diam atau saja dia kembali ke amerika menyusun ulang rencana?"ujar sean