
"brian,hentikan"kata ruby dengan menangis kesakitan akibat perlakuan kasar dari brian
"jangan coba untuk menolak ku ruby jika kau tidak ingin ada yang korban di flower garden"ancam brian dengan melanjutkan aksi nya tanpa henti
sementara ruby hanya bisa menahan sakit yang luar biasa dengan memejam kan mata nya sambil menangis..
tangisan nya di abaikan oleh brian yang sedang di landa emosi tinggi.selama 20 tahun brian mengharapkan kepulangan gadis ini.akan tetapi dia telah melihat ada pria lain yang ada di sisi ruby sehingga membuatnya tambah membenci gadis ini sehingga memaksakan ruby untuk melayani nya secara paksa..
"william, ini sudah dua jam apa menurut mu mereka sudah baikkan?"tanya sean dengan khawatir
*aku tidak tahu,walau bagaimana pun ketua tidak akan membunuh nona,sebenci bencinya ketua pada nona dalam hati ketua sangat mencintai nona"jawab william.
setelah dua jam brian masih belum menghentikan aksinya..
"brian, tolong hentikan,jangan di teruskan lagi"kata ruby dengan terisak dan lemas karena harus menahan sakit selama dua jam
"aku tidak akan menghentikannya sehingga aku puas,kau tahu tubuh mu ini hanya milik brian downson"kata brian dengan mencium bibir ruby dan memeluk erat tubuh gadis itu
ruby,hanya bisa pasrah tidak bisa melawan,karena dia tahu jika dia melawan maka seluruh warga flower bisa jadi korban.
"brian ,kau bukan brian yang dulu,jika dulu kau tidak akan tega melakukan ini pada ku,aku sangat merindukan mu yang dulu.penuh tatapan lembut dan senyuman mu pada ku serta pelukan mu yang hangat"batin ruby
"sudah cukup brian,ini sudah lama,jangan teruskan lagi"kata ruby yang sudah lemas dengan memejamkan mata
"apa kau lupa jika aku bukan pria biasa,aku adalah vampir aku bisa melakukan selama yang ku inginkan.dan kau jangan lupa dalam tubuh mu ini ada darah ku,dan juga dari rambut mu sampai ujung kaki mu ini hanya milik ku"kata pria dengan menahan wajah ruby untuk menatap nya
sesaat kemudian ruby pingsan tidak sadarkan diri lagi..
tidak lama kemudian brian menghentikan aksinya.dia menatap wajah ruby yang masih berada di bawahnyarasa rindu yang selama ini dia pendamkan selama ini .
"gadis kecilku,apa kau tahu saat kau pergi hidup ku sudah hancur,kau menghancurkan hati ku hingga berkeping keping,aku sangat membenci mu bahkan aku mengatakan pada diri ku sendiri jika suatu saat aku bertemu dengan mu lagi aku ingin membunuh mu dengan tangan ku sendiri,akan tetapi di saat aku melihat mu tadi aku merasa sangat senang walau aku masih benci pada mu..akan tetapi kau sudah bersama pria lain bahkan kau rela mati di tangan ku demi dia.apa kau tahu aku sangat cemburu dan marah melihat mu sangat perhatian pada pria lain"gumam brian dengan menetes air mata...
"andai saja tadi saat di flower garden kau mengatakan kalau kau masih mencintai ku maka aku tidak akan marah lagi padamu,aku akan melupakan rasa sakit ku selama 20 tahun ini.tapi kau bukan saja tidak mengatakannya,malah kau bermati-matian membela pria itu
ruby aku tidak peduli siapa pria itu.hanya aku yang boleh bersama mu,kau hanya milik ku"kata brian dengan mencium kening gadis itu
keesokan hari nya
"william,pesan hotel yang paling mahal"perintah brian dengan dingin
"hotel maksud ketua?"tanya william dengan heran yang sedang di berada di luar kamar brian
"mulai hari ni ruby akan bersama ku,markas tidak cocok untuknya,cari hotel yang nyaman ada lagi ini menu makanan kesukaan ruby atur bagian dapur agar bisa siapkan makanan kesukaan nya"perintah brian dengan memberikan catatan isi menu makanan
"sean,atur 100 anggota ikut kita tinggal di hotel"perintah brian dengan serius
"ha?100?ketua apa kah akan ada musuh yang akan datang menyerang kita?"
"bukan,100 anggota ini untuk mengawasi gadis nakal itu.aku tidak ingin dia kabur secara tiba tiba lagi"jawab brian dengan tatapan dingin
setelah memberi perintah pada william dan seanbrian kembali ke kamar nya dan mendekati ruby yang masih ketiduran dengan menatap dengan jarak yang dekat
"gadis penyuka tidur,memang tidak berubah,selama ini aku tidur tanpa dirimu bahkan sering tidak lelap ,bagaimana dengan mu apakah kau bisa lelap saat bersama pria lain?ruby aku akan merebut mu kembali.mulai hari ini kau hanya akan bersama ku"gumam brian dengan mengelus wajah mulus gadis itu
sesaat kemudian ruby membuka mata nya dan melihat brian yang sedang menatap dingin terhadap nya .membuat dia terkejut dengan langsung mengeser dari tempat tidur nya.
"ke-kenapa kau menatap ku begitu"teriak ruby yang kaget dengan tatapan brian pada nya
"kau takut?"tanya brian dengan mendekat ke ruby yang di tutupi selimut
"apa yang kau inginkan?"tanya ruby dengan ketakutan karena mengingat kejadian semalam.
"apa kau takut jika menyentuh mu lagi?jika aku mahu melakukan nya lagi apa kau kira kau layak menolak ku"brisik brian di telinga ruby
"ja-jangan aku masih terluka"jawab ruby dengan mata yang berkaca kaca
"apa luka mu bisa di bandingkan dengan luka ku?ruby kau harus membayar semua perlakuan mu pada ku dan ini hanya tidak seberapa"ujar brian dengan menatap dekat yang jarak nya hanya 1 inch
"brian,biarkan aku pulang,bibi akan khawatir pada ku jika tidak melihat ku"pinta ruby dengan menangis terisak.
"pulang?apa kau masih ingin bertemu dengan pria itu?hebat sekali, semalam kau baru dapat hukuman dari ku dan sekarang kau sudah lupa dan ingin segera pulang pangkuan pria itu?"bentak brian dengan mata berubah merah api dengan menekan kuat lengan ruby
"ti-tidak bukan itu,bibi menganggap ku sebagai anak nya..aku tiba tiba hilang dia akan khawatir,tolong lah biar aku pulang melihat nya biar dia merasa lega"jawab ruby dengan gemetaran
"aku akan menyuruh anggota ku kesana sampaikan pesan mu.jadi kau tidak usah ke sana lagi.bersiap
siap lah ikut ke kota kita akan tinggal di hotel selama beberapa hari sebelum kembali ke kota A
"kata brian yang kemudian melepaskan tangan nya dari lengan ruby..
"ke kota?kenapa aku harus ke sana?"tanya ruby dengan heran....
"kenapa?ruby kau masih bertanya aku kenapa,mulai hari ini kau akan tinggal dan tidur bersama ku,apa kau mengerti?"bentak brian dengan nada tinggi
sebenarnya brian hanya cemburu di saat ruby mengatakan ingin ke flower garden.akan tetapi dia tetap tidak tega karena melihat tangisan gadis itu,cemburu kuat melanda brian membuat dia berubah menjadi sangat menakutkan,dia hanya tidak ingin gadis ini menjauh dari sisi nya