
Vampir itu merasakan kebencian yang mendalam terhadap Brian Downson, 2000 tahun yang lalu dia di kalahkan oleh Brian Downson, akhir nya vampir yang bernama Macaulay ini harus mengalami cedera parah dan tidak sadarkan diri selama 2000 tahun lamanya, setelah sadar dia harus memulihkan luka yang dia alami dulu, dan untuk mengalahkan Brian Downson dia harus mengumpulkan kekuatan nya yang sudah lama hilang itu, tentu saja kekuatan yang dimiliki oleh Brian juga tidak bisa di anggap remeh..
"Brian Downson, aku akan mencari mu di saat telah tiba, aku ingin membunuh semua kawanan mu ," teriak Macaulay dengan dua tangan naik ke atas dan memandang ke arah langit dengan penuh kebencian
"Semua nya, kalian dengar baik-baik jangan pernah muncul di hadapan kawanan Brian Downson atau di tangkap oleh nya, aku tidak ingin kalian mati sia-sia" perintah Macaulay pada kawanan nya
"Baik, ketua,"jawab serentak kawanan Macaulay yang hanya sisa 8 vampir,
mereka tidak mati saat itu karena sasaran Brian hanya lah Macaulay si pembunuh kejam, walau mereka dari klan yang sama akan tetapi mereka memiliki sifat yang bertentangan..
Macaulay lebih suka membunuh dan memberontak akibat ingin menjadi lebih kuat, dan sering mengusik kawanan Brian Downson, hal ini membuat Brian emosi dan kemudian menyerang ke markas Macaulay, oleh sebab itu terjadi pertarungan sengit antar klan vampir
Macaulay cedera parah sehingga tidak sadarkan diri dan di selamatkan oleh kawanan nya yang masih hidup..
Sementara Brian hanya cedera ringan, kekuatan mereka di saat itu sangat berbeda jauh bagai langit dan bumi. hanya butuh beberapa menit Brian berhasil menewaskan kawanan Macaulay sebanyak 89 anak buah nya..
Sedangkan kawanan Brian hanya mengalami cedera ringan, dan sampai sekarang mereka tetap pada peraturan nya tidak melukai siapa pun..walau mereka perlu darah mereka hanya akan menghisap darah bin**ang tanpa harus melukai manusia biasa.
Untuk Brian sama sekali tidak butuh darah manusia sama sekali, kecuali disaat dia terluka parah..
Di pagi hari di rumah Ruby.
Tok...tok...tok...
"Sebentaaaarrrr! ,"teriak Ruby dari dalam rumah yang terlambat bangun, sehingga terburu- buru ingin berangkat kerja, Ruby yang kemudian jalan mendekati pintu, saat pintu di buka, lihat seorang pria yang berdiri di depan pintunya
"Tuan..? eh.. Brian ,"ucap Ruby dengan reaksi kaget
Brian dengan tersenyum dan langsung masuk ke dalam rumah Ruby kemudian mengeluarkan sarapan yang di bawa nya.
"Mari kita sarapan dulu,"kata Brian dengan manarohkan sarapan di depan Ruby
"Bruian, kenapa kau kemari inikan jam kerja?dan aku juga sudah telat,"kata Ruby yang heran melihat pria di depannya ini
"Bukankah harus sarapan dulu, ayo makanlah dulu," ajak Brian dengan menarik lengan Ruby duduk bersama
Kemudian Brian pun duduk di samping nya, dengan memberi makanan tersebut ke piringnya
"Brian, kenapa kamu bisa tiba-tiba bawa sarapan untuk ku?lagian aku terlambat bangun makanya sudah telat aku mau ke kantor," jelas Ruby dengan terburu-buru dengan santapan nya
"Aku adalah atasan mu, kalau aku perintah kamu makan maka habiskan makanan mu, kalau kau menolak aku akan mengunakan mulutku untuk memaksa mu makan,"kata Brian dengan mengoda
Uhuk...uhuk...uhuk....
"Minum air dulu, kenapa harus makan terburu- buru, aku bukan nya bilang memecat mu kalau telat,"kata Brian yang memberi minum ke Ruby
Brian tidak tahu kalau Ruby terselek karena perkataan nya itu, tentu saja membuat Ruby merasa sangat malu
"Habiskan sarapan mu ,"kata Brian dengan senyum melihat reaksi Ruby
Kring kring kring
Handphone Brian berbunyi panggilan dari William...
"Hallo,"
"Hallo ketua, aku sudah mendapat kabar orang yang ingin anda selidiki," kata William yang di seberang sana
Setelah mengatakan semua nya Brian pun memutuskan panggilan nya, panggilan tersebut membuat raut wajah Brian berubah tidak senang
"Ada apa Brian? kenapa kamu kelihatan tidak senang? apa ada masalah di perusahaan?" tanya Ruby dengan menatap heran pada Brian
"Ruby, ada yang ingin ku katakan" kata Brian dengan menatap iba pada Ruby
"Apa Brian?"
"Apa kamu masih ingat, saat itu aku mengatakan aku akan membantu mu menyelidiki keberadaan bibi tetangga mu yang di california?"tanya Brian dengan tangan nya memegang pundak Ruby
"Iya, apa sudah tahu dia di mana?"tanya Ruby dengan penuh berharap
"Tiga tahun yang lalu setelah bibi menjual rumah nya dia pun netap di sebuah desa, tidak lama kemudian bibi itu meninggal karena sakit parah yang dia ngidap, setelah di ketahui orang desa sana semua sudah terlambat, sesudah meninggal tiga hari orang orang di sana baru menyadari kalau bibi itu sudah tidak bernafas ,"terang Brian dengan penuh rasa iba
"Me..meninggal? sudah tiga tahun? bukan kah di saat tu aku baru meninggalkan kota itu,"kata Ruby dengan berlinang air mata,
Bibi tetangga nya di kenal wanita yang baik hati, hanya saja wanita paruh baya itu tidak memiliki sanak saudara dan hanya sebatang kara. di saat Ruby tinggal di sebelah nya bibi itu sangat baik pada nya. dan itu membuat hubungan mereka sangat akrab bagaikan keluarga
Hanya karena nenek Ruby yang mengerahkan orang untuk menangkap Ruby oleh sebab itu Ruby yang terpaksa harus memilih meninggalkan california dan di situlah mereka sudah hilang kontak
Mendengar kabar bibi nya yang meninggal tentu saja membuat Ruby terpukul, dan menangis dengan terisak, Brian yang berada di samping nya. langsung memeluk erat Ruby di pelukan nya. tangan kiri Brian memeluk gadis itu dan tangan kanan mengelus wajah nya yang sudah basah karena air mata.
"Aku belum sempat balas kebaikan nya, tapi dia sudah pergi, bahkan meninggal tanpa sesiapa pun di sisi nya," kata ruby dengan terisak
"Honey, terimalah kehilangan ini, aku tahu rasa sakit ini tapi bibi sudah pergi dengan tenang, bibi juga pernah merawatku tapi aku juga belum membalas kebaikan nya ,"kata Brian dengan mencium kening ruby yang masih di pelukan nya
"Minumlah air dulu,"kata Brian dengan menyuapi air di gelas ke Ruby
Air di gelas tersebut sudah di masukan obat tidur tanpa diketahui Ruby
Tanpa curiga Ruby pun menghabiskan air di gelas yang di berikan Brian tersebut, kondisi Ruby yang masih terpukul membuat nya tidak bisa menghabiskan makanannya, Brian yang tadi memeluknya dengan sambil menenangkannya. dia tidak ingin jauh dari Ruby yang masih dalam keadaan sedih.
Sesaat kemudian Ruby ketiduran di pelukan nya, memejam mata nya dan sudah terlena. Brian yang melihat Ruby ketiduran di pelukan tidak membangunkan gadis itu, dan membawa nya ke kamar dan menidurkan nya di kasur, kemudian Brian yang ikut berbaring di samping Ruby dengan memeluk tubuhnya, serta mencium kening nya.