Ceo'S A 3000 Year Old Mafia

Ceo'S A 3000 Year Old Mafia
Untuk 3000 tahun ke depan aku ingin kau bersama ku



Ruby yang saat itu kembali dari ruangan Brian dan duduk di kursi nya sambil menatap komputer nya, dia ingin beralih pikiran nya ke kerja nya yang menumpuk dimeja, akan tetapi dia tetap terbayang saat melihat Brian dan wanita itu dengan posisi yang sangat dekat, seperti sepasang suami istri


"Aneh? kenapa hati ku merasa sesak saat melihat Brian dengan nona Elice, merasa tidak nyaman sekali, kenapa mata ku ingin menangis ya? Brian hanyalah atasan dan teman ku, wajar kalau dia memiliki kekasih yang cantik seperti nona Elice" gumam Ruby dengan wajah sedih


"Ruby,"panggil Brian dari luar pintu ruangan Ruby


"Iya Tuan,"jawab Ruby yang membuka pintu nya


"Ruby, ada yang ingin ku katakan ,"kata Brian dengan menghampiri Ruby


"Tuan, itu..maaf. aku tadi tidak sengaja, seharusnya aku mengetuk pintu dulu ,"jelas Ruby dengan menunduk dengan rasa bersalah


"Ruby, sudah ku bilang panggil aku nama"kata Brian dengan melangkah maju mendekati Ruby


"Iya Brian,"jawab Ruby dengan merasa canggung karena jarak nya yang terlalu dekat dengan Brian membuat nya semakin mundur sehingga ke meja


"Kejadian tadi bukan seperti yang kamu bayangkan, Ruby. aku dan Elice tidak ada hubungan apa-apa,"jelas Brian dengan menatap Ruby


"Eh..Brian, sebenarnya kamu tidak perlu jelaskan padaku, itu urusan pribadimu" kata Ruby yang ingin menjauhkan posisi nya dari Brian, posisi mereka yang saling tatap dengan dekat membuat Ruby agak canggung.


"Tentu harus ku jelaskan, kalau orang lain aku tidak perduli mereka salah sangka, akan tetapi kamu tidak boleh salah sangka pada ku, maka aku harus memberi penjelasan pada mu ,"jelas Brian dengan ke dua tangannya memegang pundak Ruby


"Baiklah,aku tahu Brian ," jawab Ruby dengan berusaha melepaskan pegangan Brian dari pundak nya, akan tetapi Brian malah memeluk nya dengan erat..


"Ruby, kalau aku mengatakan aku menyukai mu apa kamu akan menerima ku??"ucap Brian dengan tangannya melingkar ke pinggang Ruby


"Brian, lepaskan tangan mu dulu sini adalah kantor," jawab Ruby meronta yang ingin melepaskan dari pelukan Brian


Brian yang semakin erat memeluk Ruby dan mencium bibir Ruby dengan lembut, membuat Ruby merasa sangat malu


"*Ciu*uman ini kenapa sama seperti yang ku alami setiap malam nya " batin Ruby


"Brian, lepaskan" kata Ruby dengan menoleh ke samping yang ingin melepaskan ciumannya, Ruby berusaha ingin melepaskan diri dari pelukan Brian tapi alhasil Brian sangat erat memeluknya


"Ruby, aku menyukai mu sudah lama, semenjak tiga tahun lalu, saat itu aku tidak mengenal wajah mu, setelah ku sembuh aku nekad mencari mu, tujuan ku adalah untuk hidup bersama mu. aku ingin kau selalu berada di samping ku, makanya aku membawa mu saat aku bertugas ke california,"


"Ruby, jangan menolak ku dan jangan pernah meninggalkan ku, apa pun alasannya tetaplah berada di sisi ku, hanya itu yang ku pinta,"kata Brian dengan mencium kening Ruby.


"Brian, apa kau yakin kau menyukai ku bukan karena ingin balas budi ?" tanya Ruby dengan penasaran


"Kalau aku ingin membalas budi aku bisa mengunakan sejumlah uang untuk membayar mu, atau apa pun yang kau minta pasti ku tebus untuk berterima kasih pada mu dan menyuruh mu pergi, tapi ini tidak. aku hanya ingin kau selalu di sisi ku ,"terang Brian dengan tatapan lembut.


"Ruby"ingat jangan pernah meninggalkan ku atas alasan apa pun, karena kemana pun diri mu pergi aku tetap bisa mendapatkan mu, jangan juga mendekati pria lain, karena aku akan sangat cemburu jika aku melihat mu bersama pria mana pun" peringatan Brian dengan menyentuh wajah Ruby


"Aku belum mengatakan kalau aku ingin bersama mu, kenapa kau malah memberi peringatan pada ku?"jawab Ruby yang merasa canggung dengan sikap Brian


"Ruby, tidak perlu memberi ku jawaban sekarang, akan tetapi bukan berarti kau bisa jauh dari ku, aku ingin bersama mu sepanjang hidup ku, aku berharap 3000 tahun ke depan kau bersama ku,"kata Brian dengan mengelus kepala Ruby, dan tidak lama kemudian keluar dari ruangan nya


Perkataan Brian tentu saja membuat Ruby bahagia dan merasa aneh..


Ruby yang awal nya merasakan kebaikan Brian terhadap dirinya ini membuatnya sangat terkesan. karena perlakuan baik dan hangat ini belum pernah di rasakan sebelumnya


"3.000 tahun? apa aku salah dengar? atau kamu yang salah bicara? mana ada manusia hidup selama itu , jangan bilang kalau kamu bukan manusia melainkan vampir, itu akan membuatku kena serangan jantung ,"gumam Ruby


Malam hari.


Di suatu jalan yang sepi terdapat beberapa pejalan kaki yang lalu lalang.


Di saat itu mereka melihat sesuatu yang tidak biasa, awal ny mereka mengira melihat seekor burung kelelawar yang diatas bangunan.


"Hei, itu ada kelelawar besar ,"ucap si pejalan kaki 1 sambil menunjuk ke arah makhluk itu


"Iya, sangat besar, sayang gelap sekali aku ingin mengambil video nya untuk share ke internet ,"kata pejalan kaki 2 dengan mengarahkan kamera ke arah makhluk itu


"Wah, kalau saja sampai heboh di internet ini akan menjadi topik utama, tapi juga sangat menakutkan liat bentuk nya,"lanjut pejalan kaki 3


"Mari kita pulang saja, jangan mengusik nya,walau dia hanya seekor burung tapi itu sangat menakutkan jika dia terbang ke arah kita ,"kata pejalan kaki 4 yang ingin pergi dari sana


Makhluk besar itu berdiri tidak bergerak sama sekali, mereka yang melihat dari bawah hanya bisa liat ukuran besar nya sebesar orang dewasa, karena kondisi yang gelap mereka tidak bisa melihat bentuk asli makhluk tersebut..


"Aku merasa aneh, kenapa dia tidak bergerak sama sekali ya? apa dia mati atau tidur?"kata pejalan kaki 1 dengan melihat ke arah makhluk itu


"Sudahlah, jangan banyak bicara, mari kita pulang aku merasa agak merinding di sini ,"ujar pejalan kaki yang ketakutan, yang tadinya ingin pergi akan tetapi di tahan oleh temannya


"Sayang sekali, sangat gelap aku ingin ambil video nya agar bisa aku sebarkan berita heboh ini ,"kata pejalan kaki 2 yang masih mengarahkan kameranya ke atas


Angin kencang bertiupan di malam itu, akan tetapi setelah beberapa menit kemudian makhluk mengerikan itu tetap tidak beranjak dari posisi nya, pejalan kaki yang tadi nya masih berada di sana dengan penuh penasaran.


Mereka tidak tahu kalau bahaya ada di depan mereka, dan bisa merengut nyawa mereka semua


Makhluk apa kah itu yang berukuran sebesar manusia?"