
sebuah hutan di perdesaan yang tidak jauh dari flower garden
"aaarrrgghhhh...bruukkk ."teriakan salah satu anggota vampir yang di cengkram oleh tangan brian downson dan di hentakan ke tanah
"ketua, ampuni kami"pinta semua anggota vampir dan naga hitam dengan berlutut
mereka adalah utusan brian downson yang bertugas di luar negeri,datang menghadap ketua mereka untuk memberi laporan
"selama 20 tahun kalian tidak mampu untuk mencari seseorang,apa kalian kira masih layak jadi anak buah ku?"kata brian dengan tatapan ingin membunuh
"ampuni kami ketua"mohon serentak mereka semua.
"ketua,kami sudah mencari keseluruh negara akan tetapi tidak ada orang ini di sana,bahkan dia tidak pernah ke negara yang kami cari"kata salah satu anggota naga hitam
"seluruh perkotaan dan perdesaan juga sudah kami cari akan tetapi tidak ada juga ketua"kata anggota naga hitam yang lainnya
"ketua, kami juga sudah mencari ke semua rumah sakit di seluruh negara dengan mengunakan semua koneksi kita yang di berbagai negara akan tetapi tidak ada daftar pasien yang bernama ruby"lanjut salah satu anggota vampir lain nya.
"aaarrgggtt.."teriakkan brian dengan emosi tinggi dan bola mata memerah sehingga dia menghancurkan pohon tinggi yang di samping nya dengan mengunakan sebelah tangan nya..
william dan sean yang markasnya tidak jauh dari sana langsung berlari ke arah hutan itu..karena mereka mendengar teriakan ketua nya
sesaat kemudian mereka tiba di tempat di mana brian dan anggota lain berada...
william dan sean yang melihat ketua mereka yang diam seribu bahasa tidak berani berkata apa apa..sementara anggota yang berada di sana takut sehingga gemetaran...
"menghilang dari depan ku sekarang juga sebelum aku melenyapkan kalian"perintah brian dengan tatapan aura membunuh ke arah mereka semua
"baik ketua"jawab serentak mereka dengan menunduk,karena ketakutan anggota vampir pergi dengan cara melompat dari pohon ke pohon.sementara anggota mafia harus menggunakan langkah seribu.
"ketua"sapa william dan sean dengan hati-hati
panggilan mereka di abaikan oleh brian ,dan kemudian brian pun berjalan ke arah lain,meninggalkan mereka di sana
"william,kalau begitu terus maka seluruh hutan ini akan tanpa pohon"ujar sean yang mendekati pohin yang hancur di tangan brian
"kekuatan ketua memang tiada tanding,bahkan di saat bunuh lawan saja tidak butuh tenaga sepenuh nya,akan tetapi kemarahan ketua sudah memuncak ini akan gawat."kata william yang melihat ketua nya yang berjalan sudah jauh darinya
"apa yang akan terjadi seterusnya,sudah 20 tahun tidak sangka ketua benar benar tidak bisa melupakannya,lihat lah tangan ketua sampai berdarah,"ujar sean yang melihat pohon yang hancur itu melekat darah brian yang berwarna biru..
"semakin lama emosi ketua semakin memuncak,aku hanya takut anggota kita bisa tewas di tangannya,"sambung william dengan khawatir
"hufff..apa barusan aku mimpi ya kenapa aku mendengarkan teriakan yang begitu kuat"gumam ruby yang di kamar nya.
keesokan harinya.di flower garden..
"cavon, bibi,selamat pagi"ucap ruby yang mendekat mereka yang lagi mengikat bunga
"pagi ruby"jawab serentak bibi shen dan cavon
"bunga ini apa pesanan langganan semua?"tanya ruby yang melihat bunga bunga yang di ikat oleh cavon
"benar ruby ,sebentar lagi aku akan menghantar nya"jawab cavon.
"bagaimana kalau aku bantu kalian?"tanya ruby dengan senyum
"tidak apa- apa ini agak jauh,jadi biar cavon saja yang pergi."ujar bibi shen dengan lembut.
"bibi, kalau begitu biar aku yang pergi belanja malam ini aku mau masak untuk kalian."ujar ruby dengan ceria..
"baiklah, kalau begitu malam ini aku akan cepat pulang"jawab cavon dengan ketawa
"baik bibi,.kalau begitu aku pergi dulu ya"pamit ruby dengan berjalan meninggalkan flower garden
ruby yang dengan santai berjalan di sebuah pasar desa dengan sambil melihat ke sekeliling pasar itu.banyak penjual dan juga pembeli..
"semalam aku mendengar suara teriakan yang sangat kuat"kata warga 1
"sama aku juga"kata warga 2
"apa ada makhluk aneh dekat sini"kata warga 3
"dan juga seperti suara teriakan pria"kata warga 4
"aneh nya lagi tadi pagi saat aku melewati hutan aku mendapat salah satu pohon di sana hancur berkeping dan karena penasaran aku mendekati nya dan melihat ada cairan biru di pohon itu"kata warga 5 dengan takut
"cairan biru?apakah itu makhluh aneh?"tanya warga lainnya
ruby yang dekat dengan mereka mendengar semua obrolan mereka..
"cairan biru?teriakan pria"gumam ruby.
karena penasaran ruby pun tidak ragu mendatangi hutan itu walau sebenarnya dia sangat takut.akan tetapi bagi ruby dia sudah biasa dengan sekeliling sana karena dia sudah sering keluar masuk dengan cavon
ruby lalu mendekati pohon itu.pohon
yang sebelumnya tinggi dan kokoh akan tetapi sekarang kondisi nya sudah hancur berkecai
dengan tanpa ragu ruby menyentuh cairan biru itu..
"ini bukan cairan tapi darah ,darah vampir,apakah sekitaran sini ada vampir"gumam ruby yang berdiri melihat ke arah sekeliling nya
"apakah teriakan semalam itu adalah teriakan vampir,sangat mengerikan jika ada vampir pencari mangsa di sini,bukankah sudah mulai tidak aman."gumam ruby dengan cemas
"hei wanita cantik di sana rupanya kau"teriak suara pria yang di belakang ruby.
"heh mereka lagi"gumam ruby yang kemudian lari dengan kencang dan meninggalkan hutan sana
"hei jangan lari"teriak 3 pria yang menculik ruby sebelumnya
tak tak tak tak tak..
"hei jangan lari."teriak pria bertato itu..
"dasar pria gila kau suruh aku jangan lari maka aku tidak lari"balas ruby yang lari dengan cepat
lari dan lari sampai ke jalan yang sepi tanpa sesiapapun di sana
"gawat,kalau lari terus aku bisa mati kecapean."guman ruby yang hampir kehabisan tenaganya
"desa di sini sangat sepi apa mungkin orang itu akan bersembunyi di sini!?"kata salah satu anggota naga hitam yang sedang mencari keberadaan musuh yang lari saat itu.
"cuba saja kita cari,pasti dapat.eh tunggu di sana ada wanita."kata anggota lainnya yang melihat wanita itu sedang berlari menuju ke arah nya
"tuan, tolong aku"teriak ruby yang berlari ke hadapan mereka
"nona,ada apa dengan mu?"tanya salah satu anggota naga hitam
"itu mereka ingin menangkap ku"jawab ruby dengan nafas terengah-engah sambil menujuk ke arah tiga pria itu..