Ceo'S A 3000 Year Old Mafia

Ceo'S A 3000 Year Old Mafia
api cemburu brian yang sedang membara



lain kali ,misal nya di kirim lagi di tolak saja,aku tidak mau, dan juga aku tidak mengenal siapa pengirimnya,"kata ruby dengan meletakkan bunga di meja staf.


nona,pengirim nya pasti mengenal mu ,kalau tidak mana mungkin juga kirim dua kali sehari kan,apa nona takut di ketahui bos kita?"kata karyawan dengan bercanda...


"selagi pengirim nya tidak beri nama, maka jangan di terima,atau kalau tidak beri saja bunga ke orang lain,"sambung ruby ...


baiklah,aku tahu,kalau menolak aku rasa tidak bisa karena yang kirim itu hanya dengar perintah nya,"jawab karyawan dengan panjang lebar


sesaat kemudian ruby pun meninggalkan meja staf.dan menuju ke kantor nya


tidak lama kemudian sean yang mengantar dokumen kepada staf tadi....


eliza,ni sebuah dokumen aku titip,nanti jika ada yang jemput beri kan saja,sudah ku beritahu orangnya,"perintah sean dengan menarohkan dokumen di atas meja...


"baik ,manager sean,"jawab eliza dengan hormat


kenapa belakangan ini banyak sekali bunga di tempat mu?"tanya sean dengan melihat bunga yang di kirim orang misterius kepada ruby...


"hah,ini sebenarnya?"


elize karyawan yang menerima itu akhir nya menceritakan semua kepada sean..bunga yang di kirim itu tidak pernah di terima oleh ruby..dia hanya menarohkan kembali ke meja elize..dan elize menghiasi meja staf nya....


tok tok tok..


sean mengetuk pintu kantor atasan nya.


klek.....


"ketua"sapa sean dengan menunduk.


"hm"jawab cuek brian yang fokus dengan komputer nya..


"pesanan ketua, sudah ku laksanakan,"kata sean dengan pelan


"baik"jawab brian dengan tidak memandang ke arah sean


oh ya,tadi pagi saat aku masuk kerja, aku melihat banyak bunga di meja staf,semenjak kapan perusahaan kita jual bunga?"anya brian dengan wajah buram


itu,sebenarnya,"jawab sean yang ragu ingin mengatakan sebenarnya karena kalau ketua nya tahu maka bisa terjadi bencana besar.


hm?"tanya brian dengan menatap ke sean.


itu ketua,sebenarnya bunga itu punya nona ruby,"jawab sean dengan agak gemetar.


punya ruby?aku tidak pernah lihat dia membeli bunga,lagian untuk apa bunga menghias meja staf?"tanya brian dengan serius.


bukan, ketua,bunga itu di beri sama orang yang tak di kenali,"jawab sean dengan cemas dan ragu mau melanjutkan


pemberian orang ?sean katakan seterusnya,jangan membuat ku bertanya terus,apa ada rahasia yang tidak bisa ku ketahui?"tanya brian dengan tatapan tajam..


oh tidak ketua,sebenarnya tidak ada yang tahu siapa pengirimnya,hanya tahu seorang pria dan sudah berlangsung selama seminggu,"jawab sean keringat dingin....


brakkkkk....


apa?pria yang mengirim dan sudah seminggu?"bentak brian dengan menghentak meja...


iya ketua,tapi bunga tu di tolak oleh nona, makanya staf kita menaroh nya di meja,"jawab sean yang gemetaran


maaf nona ,bukan nya aku tidak mau membantu mu,akan tetapi ketua tidak bisa dibohongin,sisanya tergantung pada mu saja,"batin sean.


ba baik ketua,"jawab sean dengan terbata.


setelah mereka pulang kerja brian diam seribu bahasa tidak bicara dengan ruby..dia merasa marah karena ruby tidak mengatakan jika ada pria yang memberinya bunga..bahkan sudah selama seminggu....


william yang membawa mobil merasakan ada angin topan yang akan terjadi karena sudah tahu masalah ini dari sean....


brian ,kenapa kau diam saja?"tanya ruby dengan menatap brian yang sedang melihat ke arah luar jendela...


sesampai di kediaman ..


brian menarik tangan ruby turun dari mobil dan membawa nya ke kamar


heii..brian ada apa dengan mu?"tanya ruby yang terpaksa mengikut langkah brian karena ditarik oleh pria itu


william yang melihat api cemburu yang melanda ketua nya hanya bisa terdiam...


nona ,satu hal kamu belum tahu kekurangan ketua kami ,iaitu dia sangat cemburu bila ada pria yang dekat dengan mu.semoga saja ketua tidak meratakan kediaman ini,"batin william.


brian, ada apa dengan mu?"tanya ruby yang di tarik hingga ke kamar.


ruby ,apa ada sesuatu yang harus kau katakan?"tanya brian dengan tatapan tajam ke ruby..


sesuatu apa?kau tiba tiba saja marah pada ku?"tanya ruby dengan kesal...


bunga?"tanya brian dengan singkat dan tatapan tajam ..


bunga?itu hanya orang asing aku ,tidak mengenal nya,lagian kalau kau marah karena itu untuk apa,aku juga tidak tahu siapa yang mengirimnya,"jawab ruby dengan cepat


ruby,aku berharap di antara kita tidak ada rahasia,selama seminggu kau tidak mengatakan apa apa pada ku.sementara aku harus tahu dari sean.jangan lupa kau tunangan ku,"kata brian dengan tegas dan mendekati ruby..


brian,,aku hanya merasa itu tidak penting, karena aku tidak mengenal nya,maka nya aku tidak menerima bunga itu,"jawab ruby dengan mundur langkah nya


kalau pria itu tidak mengenal mu ,apa mungkin dia memberi mu bunga ,sehari dua kali bahkan sudah seminggu?"lanjut brian dengan emosi tinggi


brian, apa kau harus cemburu dengan orang yang tidak pasti?"


cemburu?apa kau kira aku tidak berhak cemburu?siapa pun pria itu jika dia ingin mengejarmu maka akan ku buat dia menderita seumur hidup,"tegas brian mendekati ruby sehingga ruby terduduk di kursi yang pas di belakang nya..


ruby lien, ingat satu hal aku tidak peduli kau kenal pria itu atau tidak, tetap akan ku cari sampai dapat dan akan ku habisi dia,"tegas brian dengan marah.dan kemudian pergi meninggalkan kamar.


memang aneh,kenapa bisa sampai begini,tapi setelah di pikirkan wajah cemburu nya juga lucu,"gumam ruby yang dengan ketawa ringan teringat reaksi brian yang cemburu


"william"panggil ruby yang berjalan ke arah william.


"nona"


"mana ketua mu yang aneh tu?"


"ketua yang aneh?"oh dia ada diruang baca,"jawab william dengan menunjukkan ke arah ruang baca


william, apa selama ini kau pernah melihat nya begitu marah tanpa alasan yang masuk akal?"


tidak nona,,karena selama ini ketua tidak pernah cemburu,karena selama ini ketua tidak dekat sama wanita mana pun,"jawab william dengan senyum


"iya,dia bisa saja marah pada orang yang tidak nyata,"


nona,mungkin saja ketua marah karena nona tidak memberitahu nya ,dan tentu saja dia cemburu jika ada pria lain yang ingin mengejarmu,"terang william