
"ketua, orang yang ketua bunuh kemaren saat di flower garden, dia adalah orang yang kita cari dan sisa lain nya sudah di temukan oleh anggota kita dan mereka sudah di lenyapkan."kata william
"baguslah,beberapa hari lagi kita akan kembali kota A..aku ingin melangsungkan pesta pernikahan"ujar brian
ruby yang berada di kamar sendirian sambil melamun memandang ke arah luar jendela.
"tidak menyangka kami bisa bertemu lagi bahkan dia sudah banyak berubah ,dari tatapan nya yang lembut dan mesra sehingga pelukan nya yang hangat sudah tidak ada pada diri nya sekarang.tatapan yang sekarang membuat ku takut setiap saat,dia sangat membenci ku tapi kenapa masih ingin menahan ku di sini??apakah dia sudah menikah?jika sudah bagaimana aku harus berdepan dengan istri nya jika mengikuti dia pulang ke kota A?
brian apa yang kau pikirkan,jika aku melihat istri mu aku pasti akan lebih sedih,di rumah mu itu pasti sudah tidak ada posisi ku"gumam ruby dengan mata yang berkaca kaca...
sesaat kemudian ruby pun ketiduran di kursi itu..brian yang masuk ke kamar itu melihat gadis itu ketiduran lalu mendekati nya
"dasar kelinci pemalas"gumam brian dengan senyum tipis
kemudian brian mengendong gadis itu tidur di kasur empuk nya,dan setelah itu dia memeluk ruby sehingga ketiduran.
di malam hari
ruby yang tidur pulas di pelukan brian mengalami mimpi buruk yang selama ini menghantui nya.
"ja-jangan"ngigau ruby dengan tangan kiri nya menarik baju nya brian yang sedang tidur pulas
"jangan,lepaskan"teriak ruby yang sedang mengigau dan semakin kuat menarik baju yang di genggamnya
sehingga brian yang tidur pulas menjadi tersadar
brian membuka mata nya dan menoleh ke arah ruby yang sedang bermimpi buruk dengan wajah nya yang penuh dengan keringat
"ruby, ada apa dengan mu ?apa bermimpi buruk lagi?"tanya brian dengan suara pelan
"jangan mengejarku"kata ruby yang tidak sadar sambil mengenggam kuat baju brian
"ruby, bangunlah,kau hanya mimpi buruk"kata brian dengan menyentuh wajah ruby yang keringatan
"jangan mengejarku"kata ruby tanpa sadar yang dalam ketakutan
"ruby, sadarlah,kau tidak apa-apa..tidak ada yang mengejarmu"panggil brian dengan khawatir
"brian,kau di mana?"
"ruby ,aku di sini jangan takut sadarlah kau tidak apa - apa"kata brian yang memeluk dan mengelus wajah ruby yang keringatan
"mereka menakutkan"kata ruby yang tanpa sadar dan menangis
"siapa mereka?"tanya brian dengan penasaran
"penjahat,brian kau di mana?"
"ruby,tidak apa-apa aku ada di sini.tidak ada yang bisa melukai mu,aku di sisi mu,aku akan selalu di sisi mu..jangan takut"bujuk brian dengan mencium kening ruby yang masih belum sadar..
"cincin hilang"ngigau ruby dengan menangis terisak
"jika hilang aku akan beli yang lain untuk mu,berapa pun yang kau minta akan ku belikan"bujuk brian dengan memeluk ruby tidur di pelukan nya..
"tidurlah,gadis kecil ku kau aman aman saja"kata brian dengan mengelus kepala ruby...
"brian,maaf maaf"
"aku sudah memaafkan mu dari pertama kali aku melihat mu di flower garden,aku tidak bisa membenci mu terlalu lama karena aku mencintai mu"ujar brian yang mendekat wajahnya ke ruby
sesaat kemudian ruby tenang kembali dan tertidur.secara perlahan dia melepasin genggaman nya pada baju brian yang di tarik tadi
"penderitaan apa yang dia hadapi,sehingga bermimpi buruk,siapa yang dia maksud mengejar nya apakah lintah darat itu yang pernah menculiknya?"batin brian sambil menatap lembut pada gadis yang di pelukannya
keesokan hari nya..
ruby yang duduk di halaman hotel dan di awasi beberapa anggota brian.
di saat ruby sedang duduk santai tiba-tiba saja mendengar ada yang memanggilnya.
"hei kau di sini rupanya"teriak 3 pria itu yang tidak jauh dari ruby
"ha mereka kenapa ada di sini?"kata ruby dengan kaget dan segera meninggalkan halaman itu
"tolong aku mereka penjahat ingin menangkap ku"teriak ruby pada anggota brian..
"baik nona"jawab serentak anggota brian
"ruby ada di mana?"tanya brian yang berada kamar hotel
"nona duduk di halaman ada anggota yang mengawasi nya"jawab sean
"awasi dia dengan baik,aku tidak mau dia tiba- tiba kabur lagi"perintah brian yang sedang mengenakan jas di depan cermin lemari
"baik ketua"jawab sean dengan pelan
ruby yang ketakutan karena sudah sering di kejar oleh 3 pria itu berlari ke dalam hotel tanpa berhenti,niat nya ingin mencari brian yang masih di kamar akan tetapi langkah terhenti
"aarrgghhtt.."teriak kan ruby kesakitan akibat tertabrak seseorang sehingga sama sama terjatuh ke lantai,dengan posisi pria itu di bawah dan ruby di atas menindih nya
"nona, kenapa kau tiba-tiba menabrak ku"tanya pria asing itu yang ditindih ruby
"kenapa kau berdiri diam sini"jawab ruby kesal yang yang masih sakit dahinya akibat tabrakan..
di saat bersamaan mereka saling memandang.
tatapan mereka yang jaraknya sangat dekat
mereka sama membulatkan mata besar mereka
"ruby"
"jacob"
teriak serentak mereka berdua dengan kaget
"kenapa kau ada di sini"tanya serentak mereka berdua yang saling tatapan
di saat mereka saling menatap tiba tiba ada suara teriakan yang tiba-tiba muncul dari jarak yang tidak jauh dari mereka
"ruby"teriak suara pria yang seakan akan ingin menelan nya hidup- hidup
sontak mereka kaget dengan suara teriakan itu dan mereka pun menoleh ke suara itu berada.
"brian"kata ruby yang melihat ke arah brian yang emosi nya sudah memuncak
"apa yang kau lakukan ?"tanya brian dengan tatapan ingin membunuh
"aku tidak ada"jawab ruby dengan santai karena lupa posisinya yang di lantai sedang menindih tubuh jacob
"ya tuhan ,nona apa yang kau lakukan kau ingin membuat ketua menghancurkan hotel ini ya"batin sean
"sedang apa yang kalian lakukan?"tanya brian dengan nada tinggi memandang ke arah mereka yang masih di lantai
ruby dan jacob kemudian tersadar dengan posisi mereka dengan kagetnya akhirnya berdiri
"aa itu itu sebenarnya tidak ada apa-apa"jelas ruby yang terbata dengan menatap brian yang sedang di landa api cemburu
"ruby,kau sangat hebat sekali dengan berani nya kau melakukan di sini"bentak brian dengan menarik lengan ruby
"tuan, ini salah faham,kami sudah saling kenal dan tidak melakukan apa apa"jelas jacob dengan cemas